Polwan Selfie Itu Manusiawi dan Bukan Masalah Kalau Tahu Batasnya

Polwan Selfie Itu Manusiawi dan Bukan Masalah Kalau Tahu Batasnya - hey, selamat sore bersua kembali dengan website info fotografi keren di kesempatan ini saya akan membawa pembahasan hal mengenai Seputar fotografer keren fotografi makro tumbuhan baca selengkapnya Polwan Selfie Itu Manusiawi dan Bukan Masalah Kalau Tahu Batasnya Untuk mendapatkan informasi informasi lain nya yg pasti terbaik, silahkan berkunjung situs

Polwan Selfie Itu Manusiawi dan Bukan Masalah Kalau Tahu Batasnya - hey, selamat sore bersua kembali dengan website info fotografi keren sesi kali ini saya akan membawa pembahasan hal mengenai Seputar fotografi terbaik Untuk mendapatkan informasi informasi lain nya yg pasti menarik, silahkan berkunjung situs fotografii18.blogspot.com

 

 

Car Free Day Bogor 2018

Memang sih, bisa dimengerti andaikata Pak Tito Karnavian benguk melihat kuantitas polwan selfie dan kemudian memamerkannya di alat sosial. Orang nomor satu itu tentunya melihat dari sudut pandang seorang pimpinan yang berwalang hati andaikata anak buahnya terlalu sibuk berselfie ria dan melalaikan tugas. Ia jua tentunya berwalang hati andaikata ada pelanggaran adat yang bisa memberi nama buruk atas korps yang dipimpinnya.

Wajar.

Sama wajarnya jua dengan para polwan yang melancarkan selfie itu sendiri. Bagaimanapun, polwan (polisi wanita) jua manusia. Tentunya, mereka jua butuh hiburan, kegembiraan, dan jua tampil layaknya wanita (dan pria) lainnya.

Apalagi, banyak jua polwan masa kini yang memiliki paras wajah cantik, manis, dan enak dilihat. Masyarakat pula suka melihatnya. Hal ini jua mendukung terbentuknya sisi humanis korps kepolisian dan mendukung menumbuhkan interelasi dengan masyarakat.

Jadi, polwan selfie bukanlah sebentuk masalah besar, walau keprihatinan boss mereka pula bisa dimengerti.

Yang terutama dalam kejadian ini adalah per bisa memafhumi batas, kapan dan dimana mereka selfie. Jangan seperti afair polwan di Cina/Tiongkok yang melancarkan selfie dengan seragam polisinya, tetapi tanpa mengenakan celana. Tentunya kejadian ini bakal menghadirkan citra buruk bagi kepolisian. Tetap ada batas adat dan adat yang tak boleh diterobos.

Sepanjang selfie dilakukan tak berlebihan, apik dalam frekuensi dan cara, jua dilakukan tanpa mengganggu tugas pokok mereka, yaitu menjaga masyarakat, agaknya masyarakat pula tak bakal protes dan mempermasalahkan.

Bahkan, andaikata perlu iring serta melakukannya bersama-sama untuk menunjukkan interelasi aparat dan warganya.

Meskipun demikian, aku tak bakal melakukannya, walau polwannya adun sekalipun, aku pilih memfoto dengan kamera sendiri. Masalahnya, andaikata aku selfie bareng dengan polwan cantik, bisa-bisa "kumendan" di kediaman bakal manyun dan menyebut aku genit. Susahlah aku karena sudah pasti Pak Tito Karnavian tak bakal mau mendukung meredam kemarahan "kumendan" saya.

 

Demikianlah pembahasan mengenai Polwan Selfie Itu Manusiawi dan Bukan Masalah Kalau Tahu Batasnya, semoga ulasan ini dapat bermanfaat pembaca terima kasih

 

 

Artikel ini diposting pada label fotografi makro tumbuhan, fotografi makro dengan hp, , tanggal 11-09-2019

|https://fotografii18.blogspot.com|fotografii18}

 

 

Car Free Day Bogor 2018

Memang sih, bisa dimengerti andaikata Pak Tito Karnavian benguk melihat kuantitas polwan selfie dan kemudian memamerkannya di alat sosial. Orang nomor satu itu tentunya melihat dari sudut pandang seorang pimpinan yang berwalang hati andaikata anak buahnya terlalu sibuk berselfie ria dan melalaikan tugas. Ia jua tentunya berwalang hati andaikata ada pelanggaran adat yang bisa memberi nama buruk atas korps yang dipimpinnya.

Wajar.

Sama wajarnya jua dengan para polwan yang melancarkan selfie itu sendiri. Bagaimanapun, polwan (polisi wanita) jua manusia. Tentunya, mereka jua butuh hiburan, kegembiraan, dan jua tampil layaknya wanita (dan pria) lainnya.

Apalagi, banyak jua polwan masa kini yang memiliki paras wajah cantik, manis, dan enak dilihat. Masyarakat pula suka melihatnya. Hal ini jua mendukung terbentuknya sisi humanis korps kepolisian dan mendukung menumbuhkan interelasi dengan masyarakat.

Jadi, polwan selfie bukanlah sebentuk masalah besar, walau keprihatinan boss mereka pula bisa dimengerti.

Yang terutama dalam kejadian ini adalah per bisa memafhumi batas, kapan dan dimana mereka selfie. Jangan seperti afair polwan di Cina/Tiongkok yang melancarkan selfie dengan seragam polisinya, tetapi tanpa mengenakan celana. Tentunya kejadian ini bakal menghadirkan citra buruk bagi kepolisian. Tetap ada batas adat dan adat yang tak boleh diterobos.

Sepanjang selfie dilakukan tak berlebihan, apik dalam frekuensi dan cara, jua dilakukan tanpa mengganggu tugas pokok mereka, yaitu menjaga masyarakat, agaknya masyarakat pula tak bakal protes dan mempermasalahkan.

Bahkan, andaikata perlu iring serta melakukannya bersama-sama untuk menunjukkan interelasi aparat dan warganya.

Meskipun demikian, aku tak bakal melakukannya, walau polwannya adun sekalipun, aku pilih memfoto dengan kamera sendiri. Masalahnya, andaikata aku selfie bareng dengan polwan cantik, bisa-bisa "kumendan" di kediaman bakal manyun dan menyebut aku genit. Susahlah aku karena sudah pasti Pak Tito Karnavian tak bakal mau mendukung meredam kemarahan "kumendan" saya.

 

Demikianlah pembahasan mengenai Polwan Selfie Itu Manusiawi dan Bukan Masalah Kalau Tahu Batasnya, semoga ulasan ini dapat bermanfaat pembaca terima kasih

 

 

Artikel ini diposting pada label fotografi makro tumbuhan, fotografi makro dengan hp, , tanggal 11-09-2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melakukan Cropping Foto Dengan Menerapkan Konsep Rule of Thirds

Rekaman Kehidupan Pinggir Sungai

Apa Yang Harus Pertama Kali Diajarkan Kepada Yang Baru Belajar Fotografi ?