Mengenal Negative Space Dalam Fotografi - Bidang Kosong Bisa Membuat Foto Menarik
Mengenal Negative Space Dalam Fotografi - Bidang Kosong Bisa Membuat Foto Menarik - Hai, selamat siang berjumpa kembali bersama web info fotografi terbaik sesi kali ini admin akan membahas hal tentang Seputar fotografer keren teknik fotografi makro dengan hp lihat selengkapnya Mengenal Negative Space Dalam Fotografi - Bidang Kosong Bisa Membuat Foto Menarik Supaya mendapatkan berita berita lain nya yg pasti terbaik, silahkan kunjungi blog
Mengenal Negative Space Dalam Fotografi - Bidang Kosong Bisa Membuat Foto Menarik - Hai, selamat siang berjumpa kembali bersama web seputar fotografi terbaik pada kali ini admin akan membahas hal tentang fotografi keren Supaya mendapatkan informasi informasi lain nya yg pasti menarik, silahkan kunjungi blog fotografii18
| Pantai Klara Lampung |
Pernah mendengar nama Negative Space atau Ruang Negatif dalam fotografi ? Belum ? Jangan merasa minder. Banyak amat orang, terutama dari arena masyarakat awam yang renggang mendengar berbagai nama teoritis dalam dunianya para fotografer ini.
Bisa dimaklum kalau memang nama ini belum sempat sampai ke telinga atau mata Anda. Saya seorang diri baru menyadarinya setelah terjun ke dunia ini sekeliling 5 tahun yang lalu. Padahal, mungkin saja Anda pernah sempat mempraktekkannya dalam keseharian.
Jadi, non langsung merasa hina diri.
Negative space atau bagian negatif adalah bagian dalam bidang sebuah cetakan dimana disana tidak terdapat obyek atau benda lain. Dalam hal ini, obyek/subyek baku cetakan dianggap bersifat "positif" sedangkan bagian angin selebihnya disebut "negatif". Mirip dengan ajaran Yin dengan Yang dalam filosofi keseimbangan atas Cina.
Pemanfaatan bagian negatif, atau saya lebih suka menyebutnya dengan "bidang kosong" melambangkan pengembangan dari filosofi alur (sungai) fotografi, yaitu KISS (Keep it Simple Stupid - Buat Semuanya Sederhana).
Sebuah cetakan yang menarik biasanya karena cetakan itu sederhana, dengan eka ide, eka obyek dengan eka latar belakang. Dengan begitu, maka obyek utamanya akan jadi lebih fokus.
Dalam, negative space, ajaran ini lebih dikembangkan lagi, dimana bidang angin dalam fotonya mendapat porsi yang lebih berlimpah dibandingkan obyeknya. Masyarakat awam biasanya lebih membentangkan subyek cetakan dengan berderit-derit membuatnya menempati mayoritas bidang foto, melainkan dalam filosofi negative space, hal itu dibuat kebalikan.
Persentasenya bisa bervariasi, tergantung air liur masing-masing. Biasanya berkisar jarak 70-80%. Tetapi, itu terserah air liur dengan situasi detik memotret dengan bukan kepastian. Ingat saja, panduan, tips, atau trik dalam fotografi bukanlah entitas yang mutlak.
Sevagai sampel kecil dari penggunaan Negative Space ada atas cetakan di kaki (gunung) ini.
![]() |
| Botol Plastik di Pantai Kartini Rembang, 2018 |
Ruang angin dalam bentuk batu halus mendominasi cetakan di atas. Padahal obyek utamanya adalah botol.
Pemanfaatan negative space menguntungkan karena bisa memberikan beberapa hal, seperti :
- Obyek baku tidak terganggu oleh latar belakang atau obyek tambahan lain, kehadirannya jadi sangat menonjol
- Biasanya enteng untuk menghasilkan anggapan sunyi dalam foto
- Keseimbangan jarak latar belakang dengan subyek cetakan lebih enteng diatur dibandingkan kalau cetakan terlampau ramai dengan asak dengan obyek
Pemanfaatannya seorang diri beragam karena sifatnya yang subyektif. Ada yang melahirkan negative space adalah kalau obyeknya tunggal, melainkan ada juga yang menyebutkan bahwa obyek bisa lebih dari eka selama bidang angin dalam cetakan lebih dominan.
Nah, itulah kecil penjelasan akan nama negative space atau bagian negatif, atau bidang angin dalam fotografi.
Ternyata enteng dimengerti kan? Yang lebih penting daripada mengerti filosofi adalah mempraktekkannya agar filosofi bisa berubah jadi skill. Iya kan?
Jadi, cobalah berlatih dengan menggunakan sebanyak mungkin bagian angin dalam bidang foto. Practice makes perfect.
sekian ulasan tentang Mengenal Negative Space Dalam Fotografi - Bidang Kosong Bisa Membuat Foto Menarik, semoga pembahasan ini dapat menghibur anda terima kasih
tulisan ini diposting pada kategori teknik fotografi makro dengan hp, , , tanggal 11-09-2019
|https://fotografii18.blogspot.com|fotografii18}
| Pantai Klara Lampung |
Pernah mendengar nama Negative Space atau Ruang Negatif dalam fotografi ? Belum ? Jangan merasa minder. Banyak amat orang, terutama dari arena masyarakat awam yang renggang mendengar berbagai nama teoritis dalam dunianya para fotografer ini.
Bisa dimaklum kalau memang nama ini belum sempat sampai ke telinga atau mata Anda. Saya seorang diri baru menyadarinya setelah terjun ke dunia ini sekeliling 5 tahun yang lalu. Padahal, mungkin saja Anda pernah sempat mempraktekkannya dalam keseharian.
Jadi, non langsung merasa hina diri.
Negative space atau bagian negatif adalah bagian dalam bidang sebuah cetakan dimana disana tidak terdapat obyek atau benda lain. Dalam hal ini, obyek/subyek baku cetakan dianggap bersifat "positif" sedangkan bagian angin selebihnya disebut "negatif". Mirip dengan ajaran Yin dengan Yang dalam filosofi keseimbangan atas Cina.
Pemanfaatan bagian negatif, atau saya lebih suka menyebutnya dengan "bidang kosong" melambangkan pengembangan dari filosofi alur (sungai) fotografi, yaitu KISS (Keep it Simple Stupid - Buat Semuanya Sederhana).
Sebuah cetakan yang menarik biasanya karena cetakan itu sederhana, dengan eka ide, eka obyek dengan eka latar belakang. Dengan begitu, maka obyek utamanya akan jadi lebih fokus.
Dalam, negative space, ajaran ini lebih dikembangkan lagi, dimana bidang angin dalam fotonya mendapat porsi yang lebih berlimpah dibandingkan obyeknya. Masyarakat awam biasanya lebih membentangkan subyek cetakan dengan berderit-derit membuatnya menempati mayoritas bidang foto, melainkan dalam filosofi negative space, hal itu dibuat kebalikan.
Persentasenya bisa bervariasi, tergantung air liur masing-masing. Biasanya berkisar jarak 70-80%. Tetapi, itu terserah air liur dengan situasi detik memotret dengan bukan kepastian. Ingat saja, panduan, tips, atau trik dalam fotografi bukanlah entitas yang mutlak.
Sevagai sampel kecil dari penggunaan Negative Space ada atas cetakan di kaki (gunung) ini.
![]() |
| Botol Plastik di Pantai Kartini Rembang, 2018 |
Ruang angin dalam bentuk batu halus mendominasi cetakan di atas. Padahal obyek utamanya adalah botol.
Pemanfaatan negative space menguntungkan karena bisa memberikan beberapa hal, seperti :
- Obyek baku tidak terganggu oleh latar belakang atau obyek tambahan lain, kehadirannya jadi sangat menonjol
- Biasanya enteng untuk menghasilkan anggapan sunyi dalam foto
- Keseimbangan jarak latar belakang dengan subyek cetakan lebih enteng diatur dibandingkan kalau cetakan terlampau ramai dengan asak dengan obyek
Pemanfaatannya seorang diri beragam karena sifatnya yang subyektif. Ada yang melahirkan negative space adalah kalau obyeknya tunggal, melainkan ada juga yang menyebutkan bahwa obyek bisa lebih dari eka selama bidang angin dalam cetakan lebih dominan.
Nah, itulah kecil penjelasan akan nama negative space atau bagian negatif, atau bidang angin dalam fotografi.
Ternyata enteng dimengerti kan? Yang lebih penting daripada mengerti filosofi adalah mempraktekkannya agar filosofi bisa berubah jadi skill. Iya kan?
Jadi, cobalah berlatih dengan menggunakan sebanyak mungkin bagian angin dalam bidang foto. Practice makes perfect.
sekian ulasan tentang Mengenal Negative Space Dalam Fotografi - Bidang Kosong Bisa Membuat Foto Menarik, semoga pembahasan ini dapat menghibur anda terima kasih
tulisan ini diposting pada kategori teknik fotografi makro dengan hp, , , tanggal 11-09-2019




Komentar
Posting Komentar