Mengenal Istilah Over Exposed - Kunci Mengapa "Terlalu Terang"
Mengenal Istilah Over Exposed - Kunci Mengapa "Terlalu Terang" - hey, selamat pagi bertemu kembali dengan website seputar fotografi keren pada artikel ini saya akan mengulas hal tentang Seputar fotografer keren fotografi landscape adalah baca selengkapnya Mengenal Istilah Over Exposed - Kunci Mengapa "Terlalu Terang" Agar mendapatkan berita berita lain nya yang tentu menarik, mari kunjungi situs
Mengenal Istilah Over Exposed - Kunci Mengapa "Terlalu Terang" - hey, selamat pagi bertemu kembali dengan website info fotografi keren pada kali ini saya akan mengulas hal tentang fotografi keren Agar mendapatkan ulasan ulasan lain nya yang tentu terbaik, mari kunjungi situs fotografii18.blogspot.com
Banyak sekali nama dalam dunia fotografi dengan kebanyakan mengadopsi dari bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Salah satunya ialah nama "Over-exposed". Kalau diterjemahkan secara harfuah, artinya ialah "Terpapar secara berlebihan".
Meskipun demikian, masyarakat kebanyakan punya nama yang bertambah tepat dalam bahasa Indonesia, adalah "terlalu terang".
Memang benar adanya. Sebuah foto yang overexposed hendak hadir sama bagai saat mata menerima cahaya terlampau banyak, terlampau terang. Hasilnya, foto yang dihasilkan hendak membuat mata "perih" dengan yang paling jelek ialah banyak detail foto yang "hilang" dengan jadi putih.
Contoh sederhana dari foto yang "over-exposed" siap di di bawah ini.
Penyebab Foto Over-exposed
Penyebabnya cuma satu, adalah jumlah cahaya yang diterima penapisan kamera berlebihan, terlampau banyak.
Hal itu disebabkan oleh kesalahan dalam memanipulasi setting segitiga sama sisi fotografi, adalah ISO, Aperture/Diafragma, dengan Shutter Speed.
Teori sederhananya adalah
- ISO yang terlampau tinggi
Semakin tinggi ISO, hendak membuat penapisan jadi "lebih peka" terhadap cahaya. Artinya beliau hendak merekam jumlah cahaya yang bertambah banyak dalam tempo yang sama, bagai ISO 100 dengan ISO 200.
ISO 200 hendak merekam volume cahaya dua kali lipat dibandingkan ISO 100 dalam rentang tempo yang sama
- Aperture terlampau besar
Aperture atau diafragma ialah ukuran lintang bukaan lensa saat tombol shutter ditekan. Ukurannya diberi kode huruf F dengan bilangan di belakang. Semakin besar angka, berguna bukaan semakin kecil, dengan sebaliknya bilangan kecil menunjukkan bukaan yang lebar.
Aperture f/1.8 menunjukkan bahwa diafragma berburai beberapa kali lihat dibandingkan f/5.6. Analoginya, sebuah jendela yang dibuka lebar-lebar (f/1.8) dengan jendela yang dibuka cuma selebar 10 centimeter saja(f/5.6).
Jumlah cahaya andaikata dibuka lintang tentunya bertambah banyak dibandingkan andaikata cuma dibuka 10 centimeter saja, kendati waktunya sama
- Shutter Speed terlampau lama
Shutter speed atau kecekapan shutter ialah tempo berapa lama diafragma terbuka. Semakin lama terbuka, maka semakin banyak cahaya masuk. Penanda shutter speed atas kamera dihitung dengan detik, bagai 30" (30 detik), 4", 1", 1/50, 1/125 dengan seterusnya.
Kesalahan setting dengan membuat diafragma berburai terlampau lama membuat cahaya masuk bertambah banyak dari yang diperlukan. Analoginya jendela yang berburai selama 10 denyut hendak melakukan jumlah cahaya yang bertambah banyak daripada yang cuma 1 denyut saja.
Dan kesalahan dalam memanipulasi setting alpa satu, dua atau ketiganya lah yang membuat foto jadi over-exposed.
Memang, tak siap perhitungan baku dengan jalan apa sebuah foto yang baik itu. Semua lagi tergantung atas banyak hal, adalah ide, apa yang ingin ditampilkan, dengan lagi banyak lagi hal lainnya. Tetapi, dengan banyak berlatih dengan memotret, lama kelamaan seseorang hendak bisa memahami dengan jalan apa mendapatkan setting kamera yang benar biar fotonya enak dilihat dengan tak terlampau terang.
Dengan berlatih, maka saya bisa menemukan beda setting saat memotret di cepat yaum atau di siang hari. Pagi yaum biasanya sinar baskara lagi bersinar dengan lembut, sedangkan atas siang hari, cahaya jadi "keras" dengan jumlahnya berlimpah. Pengetahuan dengan keahlian yang didapat bisa mengakomodasi seorang fotografer menemukan setting yang "PAS" untuk situasi dengan kondisinya saat pemotretan.
Jadi, cobalah sendiri menemukan pengaturan setting ketiga elemen tadi sesuai dengan kemauan dengan selera Anda. Akan banyak kesalahan yang hendak Anda lakukan, tetapi, semua itu perlahan hendak bisa memberikan pengetahuan berharga di tempo lain.
Selamat mencoba!

Seorang blogger, bukan yang profesional, yang banyak suka menulis
Demikan penjelasan mengenai Mengenal Istilah Over Exposed - Kunci Mengapa "Terlalu Terang", semoga tulisan ini dapat berfaedah kalian semua salam
tulisan ini diposting pada tag fotografi landscape adalah, cara membuat siluet foto, cara membuat siluet di photoshop cs6, , tanggal 11-09-2019
|https://fotografii18.blogspot.com|fotografii18}
Banyak sekali nama dalam dunia fotografi dengan kebanyakan mengadopsi dari bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Salah satunya ialah nama "Over-exposed". Kalau diterjemahkan secara harfuah, artinya ialah "Terpapar secara berlebihan".
Meskipun demikian, masyarakat kebanyakan punya nama yang bertambah tepat dalam bahasa Indonesia, adalah "terlalu terang".
Memang benar adanya. Sebuah foto yang overexposed hendak hadir sama bagai saat mata menerima cahaya terlampau banyak, terlampau terang. Hasilnya, foto yang dihasilkan hendak membuat mata "perih" dengan yang paling jelek ialah banyak detail foto yang "hilang" dengan jadi putih.
Contoh sederhana dari foto yang "over-exposed" siap di di bawah ini.
Penyebab Foto Over-exposed
Penyebabnya cuma satu, adalah jumlah cahaya yang diterima penapisan kamera berlebihan, terlampau banyak.
Hal itu disebabkan oleh kesalahan dalam memanipulasi setting segitiga sama sisi fotografi, adalah ISO, Aperture/Diafragma, dengan Shutter Speed.
Teori sederhananya adalah
- ISO yang terlampau tinggi
Semakin tinggi ISO, hendak membuat penapisan jadi "lebih peka" terhadap cahaya. Artinya beliau hendak merekam jumlah cahaya yang bertambah banyak dalam tempo yang sama, bagai ISO 100 dengan ISO 200.
ISO 200 hendak merekam volume cahaya dua kali lipat dibandingkan ISO 100 dalam rentang tempo yang sama
- Aperture terlampau besar
Aperture atau diafragma ialah ukuran lintang bukaan lensa saat tombol shutter ditekan. Ukurannya diberi kode huruf F dengan bilangan di belakang. Semakin besar angka, berguna bukaan semakin kecil, dengan sebaliknya bilangan kecil menunjukkan bukaan yang lebar.
Aperture f/1.8 menunjukkan bahwa diafragma berburai beberapa kali lihat dibandingkan f/5.6. Analoginya, sebuah jendela yang dibuka lebar-lebar (f/1.8) dengan jendela yang dibuka cuma selebar 10 centimeter saja(f/5.6).
Jumlah cahaya andaikata dibuka lintang tentunya bertambah banyak dibandingkan andaikata cuma dibuka 10 centimeter saja, kendati waktunya sama
- Shutter Speed terlampau lama
Shutter speed atau kecekapan shutter ialah tempo berapa lama diafragma terbuka. Semakin lama terbuka, maka semakin banyak cahaya masuk. Penanda shutter speed atas kamera dihitung dengan detik, bagai 30" (30 detik), 4", 1", 1/50, 1/125 dengan seterusnya.
Kesalahan setting dengan membuat diafragma berburai terlampau lama membuat cahaya masuk bertambah banyak dari yang diperlukan. Analoginya jendela yang berburai selama 10 denyut hendak melakukan jumlah cahaya yang bertambah banyak daripada yang cuma 1 denyut saja.
Dan kesalahan dalam memanipulasi setting alpa satu, dua atau ketiganya lah yang membuat foto jadi over-exposed.
Memang, tak siap perhitungan baku dengan jalan apa sebuah foto yang baik itu. Semua lagi tergantung atas banyak hal, adalah ide, apa yang ingin ditampilkan, dengan lagi banyak lagi hal lainnya. Tetapi, dengan banyak berlatih dengan memotret, lama kelamaan seseorang hendak bisa memahami dengan jalan apa mendapatkan setting kamera yang benar biar fotonya enak dilihat dengan tak terlampau terang.
Dengan berlatih, maka saya bisa menemukan beda setting saat memotret di cepat yaum atau di siang hari. Pagi yaum biasanya sinar baskara lagi bersinar dengan lembut, sedangkan atas siang hari, cahaya jadi "keras" dengan jumlahnya berlimpah. Pengetahuan dengan keahlian yang didapat bisa mengakomodasi seorang fotografer menemukan setting yang "PAS" untuk situasi dengan kondisinya saat pemotretan.
Jadi, cobalah sendiri menemukan pengaturan setting ketiga elemen tadi sesuai dengan kemauan dengan selera Anda. Akan banyak kesalahan yang hendak Anda lakukan, tetapi, semua itu perlahan hendak bisa memberikan pengetahuan berharga di tempo lain.
Selamat mencoba!

Seorang blogger, bukan yang profesional, yang banyak suka menulis
Demikan penjelasan mengenai Mengenal Istilah Over Exposed - Kunci Mengapa "Terlalu Terang", semoga tulisan ini dapat berfaedah kalian semua salam
tulisan ini diposting pada tag fotografi landscape adalah, cara membuat siluet foto, cara membuat siluet di photoshop cs6, , tanggal 11-09-2019


Komentar
Posting Komentar