Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis
Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis - Hallo, selamat siang bertemu lagi bersama situs info fotografi terbaik pada kali ini kami akan membawakan hal tentang fotografi kreatif cara membuat siluet di photoshop cs6 lihat selengkapnya Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis Supaya mendapatkan ulasan ulasan lain nya yang tentu terfavorit, silahkan kunjungi blog
Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis - Hallo, selamat siang bertemu lagi bersama situs info fotografi terbaik dikesempatan ini kami akan membawakan hal tentang fotografi keren Supaya mendapatkan pembahasan pembahasan lain nya yang tentu terbaru, silahkan kunjungi blog fotografii18.blogspot.com
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan keterampilan lukis. Dan, sebenarnya tak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya ialah bidang yang berparak satu dengan yang lain.
Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tak suka, akan tak akan mendorong fotografi mempersempit antara dengan saudaranya dalam keadaan menciptakan image alias gambar, adalah keterampilan lukis.
Seni menggambar biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan kisah dari segala apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada anak Adam alias entitas yang dijadikan model, lamun segala apa yang datang pada kanvas sebenarnya ialah cerminan dari segala apa yang dilihat oleh penulis ilustrator dari modelnya.
Bukan seratus persen modelnya sendiri.
Pelukis pemandangan tak menggambar sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya ialah kisah keindahan yang ada di otaknya.
Disana terselip beragam ide dan anggapan pelukisnya.
Sekarang bandingkan saja dengan fotografi digital di masa sekarang.
Pernahkah Anda membesuk aliran cecair yang menyerupai kapas dalam denyut nyata? Kemungkinan besar tak sama sekali. Tetapi, keadaan itu bisa dilihat dalam foto-foto karya fotografer yang menggunakan teknik "long exposure" (atau membuka diafragma dalam tempo yang lama). Buih-buih cecair bertumpuk sehingga menjadi bagai kapas.
Atau teknik bokeh yang membuat latar belakang menjadi blur, alias kabur. Pernahkah keadaan itu datang dalam denyut nyata? Jawabnya tidak. Belum berulang kalau ditambahkan teknik bubling yang membuat cahaya menjadi bagai "garis warna yang memanjang.
Aliran cecair berbentuk bagai aliran kapas, latar belakang yang sangat blur, segala tak ada di dunia nyata. Adanya di benak sang fotografer dan kemudian diterjemahkan ke dalam fotonya.
Di masa lalu, keadaan itu alot dilakukan karena keterbatasan fitur dan peralatan untuk melakukannya. Coba saja bandingkan dengan kamera pertama yang dibuat. Hal ini sama sekali tak bisa dilakukan. Kamera awalnya hanya berfungsi membuat rekaman momen saja.
Tetapi, saat ini, bahkan seorang pemegang kamera yang tak terlalu mahir sekalipun bisa melakukannya. Banyak fitur otomatis yang bisa membuat kamera melahirkan foto bagai ini, foto yang membayangkan ide daripada segala apa yang benar-benar terlihat.
Kamera tak berulang hanya sebagai alat untuk membordir satu momen definit saja. Perangkat ini berkembang menjadi sebentuk alat yang bisa menerjemahkan segala apa yang dibayangkan oleh pemegangnya.
Tidak berparak dengan air jeruk dan kanvas belah pelukis.
Tambahkan berulang dengan hadirnya beragam aplikasi pengedit angan-angan yang bisa merubah apapun sesuai dengan kemauan operatornya. Hal ini memastikan bahwa antara pemisah antara fotografi dan keterampilan menggambar menjadi semakin dekat.
Fotografi menjadi semakin mendekati definisi filosofisnya, adalah "melukis dengan cahaya". Padahal menggambar seorang diri merupakan kegiatan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari keterampilan lukis.
Sampai di sini penjelasan perihal Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis, semoga pembahasan ini dapat menambah wawasan kamu salam
tulisan ini diposting pada tag cara membuat siluet di photoshop cs6, tips membeli kamera bekas online, , tanggal 11-09-2019
|https://fotografii18.blogspot.com|fotografii18}
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan keterampilan lukis. Dan, sebenarnya tak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya ialah bidang yang berparak satu dengan yang lain.
Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tak suka, akan tak akan mendorong fotografi mempersempit antara dengan saudaranya dalam keadaan menciptakan image alias gambar, adalah keterampilan lukis.
Seni menggambar biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan kisah dari segala apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada anak Adam alias entitas yang dijadikan model, lamun segala apa yang datang pada kanvas sebenarnya ialah cerminan dari segala apa yang dilihat oleh penulis ilustrator dari modelnya.
Bukan seratus persen modelnya sendiri.
Pelukis pemandangan tak menggambar sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya ialah kisah keindahan yang ada di otaknya.
Disana terselip beragam ide dan anggapan pelukisnya.
Sekarang bandingkan saja dengan fotografi digital di masa sekarang.
Pernahkah Anda membesuk aliran cecair yang menyerupai kapas dalam denyut nyata? Kemungkinan besar tak sama sekali. Tetapi, keadaan itu bisa dilihat dalam foto-foto karya fotografer yang menggunakan teknik "long exposure" (atau membuka diafragma dalam tempo yang lama). Buih-buih cecair bertumpuk sehingga menjadi bagai kapas.
Atau teknik bokeh yang membuat latar belakang menjadi blur, alias kabur. Pernahkah keadaan itu datang dalam denyut nyata? Jawabnya tidak. Belum berulang kalau ditambahkan teknik bubling yang membuat cahaya menjadi bagai "garis warna yang memanjang.
Aliran cecair berbentuk bagai aliran kapas, latar belakang yang sangat blur, segala tak ada di dunia nyata. Adanya di benak sang fotografer dan kemudian diterjemahkan ke dalam fotonya.
Di masa lalu, keadaan itu alot dilakukan karena keterbatasan fitur dan peralatan untuk melakukannya. Coba saja bandingkan dengan kamera pertama yang dibuat. Hal ini sama sekali tak bisa dilakukan. Kamera awalnya hanya berfungsi membuat rekaman momen saja.
Tetapi, saat ini, bahkan seorang pemegang kamera yang tak terlalu mahir sekalipun bisa melakukannya. Banyak fitur otomatis yang bisa membuat kamera melahirkan foto bagai ini, foto yang membayangkan ide daripada segala apa yang benar-benar terlihat.
Kamera tak berulang hanya sebagai alat untuk membordir satu momen definit saja. Perangkat ini berkembang menjadi sebentuk alat yang bisa menerjemahkan segala apa yang dibayangkan oleh pemegangnya.
Tidak berparak dengan air jeruk dan kanvas belah pelukis.
Tambahkan berulang dengan hadirnya beragam aplikasi pengedit angan-angan yang bisa merubah apapun sesuai dengan kemauan operatornya. Hal ini memastikan bahwa antara pemisah antara fotografi dan keterampilan menggambar menjadi semakin dekat.
Fotografi menjadi semakin mendekati definisi filosofisnya, adalah "melukis dengan cahaya". Padahal menggambar seorang diri merupakan kegiatan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari keterampilan lukis.
Sampai di sini penjelasan perihal Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis, semoga pembahasan ini dapat menambah wawasan kamu salam
tulisan ini diposting pada tag cara membuat siluet di photoshop cs6, tips membeli kamera bekas online, , tanggal 11-09-2019



Komentar
Posting Komentar