Fotografi Mengabadikan Momen Sebelum Menjadi Masa Lalu

Fotografi Mengabadikan Momen Sebelum Menjadi Masa Lalu - Hallo, selamat siang ketemu kembali dengan website seputar fotografi keren sesi kali ini admin akan membahas hal tentang fotografi kreatif fotografi makro dan landscape lihat selengkapnya Fotografi Mengabadikan Momen Sebelum Menjadi Masa Lalu Untuk memperoleh ulasan ulasan lain nya yg pasti terfavorit, mari kunjungi blog

Fotografi Mengabadikan Momen Sebelum Menjadi Masa Lalu - Hallo, selamat siang ketemu kembali dengan website info fotografi keren dikesempatan ini admin akan membahas hal tentang fotografi kreatif Untuk memperoleh ulasan ulasan lain nya yg pasti menarik, mari kunjungi blog fotografii18.blogspot.com

 

 

Seni mengabadikan momen, itu adalah salah satu definisi yang paling tepat, menurut saya, tentang apa itu fotografi. Mungkin ada banyak yang lebih mengasyiki definisi lainnya, bagai 'melukis dengan cahaya', melainkan dalam pandangan saya, sang penggemar fotografi, arti fotografi yang pertama lebih mengena.

Berrnice Abbot, seorang juru foto wanita asal Amerika Serikat pernah berkata :

'Photography can only represent the present. Once photographed, the subject becomes part of the past'

(Fotografi hanya bisa menyubstitusi masa kini. Setelah diabadikan, pangkal menjadi bagian dari masa lalu)

Kutipan dari sang juru foto awal abad ke-20 ini mengibaratkan bahwa aktivitas bani Adam bagaikan rangkaian trilyunan slide foto yang terus berjalan. Tidak ada jalan mundur alias kemungkinan diputar ulang.

Semuanya akan terus berjalan maju.

Ketika seseorang menggunakan kameranya buat merekam sesuatu, maka beliau sebenarnya sedang merekam sebuah detik dan bagian dari aktivitas itu sendiri.

Sepotong. Hanya sepotong, tidak lebih.

Momen itu akan terekam dalam bentuk gambar atau foto yang bisa terlihat.

Bagaimana cara dan tehniknya, itu adalah hal terpisah, melainkan fotografi memang dilahirkan buat menangkap momen-momen dalam aktivitas yang dianggap penting dan bermakna bagi manusia.

Momen-momen yang bakal direkam bagi kamera bisa berupa peristiwa-peristiwa bahagia, sedih, senang, marah, takjub dan lain sebagainya.

Sesuatu yang dianggap berharga bagi manusia.

Berharga atas mereka tahu bahwa momen-momen ini tidak akan pernah terulang kembali. Semua hanya terjadi satu kali dalam bernapas manusia. Sangat jarang sebuah detik akan terulang kembali.

Itulah mengapa Berenice Abbot mengatakan demikian. Hal itu atas beliau sangat menyadari bahwa aktivitas bani Adam tidak akan berputar ke masa lalu.

Itulah mengapa saya berpikir, fotografi adalah tentang mengabadikan detik dibandingkan melukis dengan cahaya.

 

Demikianlah penjelasan perihal Fotografi Mengabadikan Momen Sebelum Menjadi Masa Lalu, semoga pembahasan ini dapat membantu pembaca terima kasih

 

 

Artikel ini diposting pada tag fotografi makro dan landscape, artikel fotografi makro, , tanggal 11-09-2019

|https://fotografii18.blogspot.com|fotografii18}

 

 

Seni mengabadikan momen, itu adalah salah satu definisi yang paling tepat, menurut saya, tentang apa itu fotografi. Mungkin ada banyak yang lebih mengasyiki definisi lainnya, bagai 'melukis dengan cahaya', melainkan dalam pandangan saya, sang penggemar fotografi, arti fotografi yang pertama lebih mengena.

Berrnice Abbot, seorang juru foto wanita asal Amerika Serikat pernah berkata :

'Photography can only represent the present. Once photographed, the subject becomes part of the past'

(Fotografi hanya bisa menyubstitusi masa kini. Setelah diabadikan, pangkal menjadi bagian dari masa lalu)

Kutipan dari sang juru foto awal abad ke-20 ini mengibaratkan bahwa aktivitas bani Adam bagaikan rangkaian trilyunan slide foto yang terus berjalan. Tidak ada jalan mundur alias kemungkinan diputar ulang.

Semuanya akan terus berjalan maju.

Ketika seseorang menggunakan kameranya buat merekam sesuatu, maka beliau sebenarnya sedang merekam sebuah detik dan bagian dari aktivitas itu sendiri.

Sepotong. Hanya sepotong, tidak lebih.

Momen itu akan terekam dalam bentuk gambar atau foto yang bisa terlihat.

Bagaimana cara dan tehniknya, itu adalah hal terpisah, melainkan fotografi memang dilahirkan buat menangkap momen-momen dalam aktivitas yang dianggap penting dan bermakna bagi manusia.

Momen-momen yang bakal direkam bagi kamera bisa berupa peristiwa-peristiwa bahagia, sedih, senang, marah, takjub dan lain sebagainya.

Sesuatu yang dianggap berharga bagi manusia.

Berharga atas mereka tahu bahwa momen-momen ini tidak akan pernah terulang kembali. Semua hanya terjadi satu kali dalam bernapas manusia. Sangat jarang sebuah detik akan terulang kembali.

Itulah mengapa Berenice Abbot mengatakan demikian. Hal itu atas beliau sangat menyadari bahwa aktivitas bani Adam tidak akan berputar ke masa lalu.

Itulah mengapa saya berpikir, fotografi adalah tentang mengabadikan detik dibandingkan melukis dengan cahaya.

 

Demikianlah penjelasan perihal Fotografi Mengabadikan Momen Sebelum Menjadi Masa Lalu, semoga pembahasan ini dapat membantu pembaca terima kasih

 

 

Artikel ini diposting pada tag fotografi makro dan landscape, artikel fotografi makro, , tanggal 11-09-2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melakukan Cropping Foto Dengan Menerapkan Konsep Rule of Thirds

Rekaman Kehidupan Pinggir Sungai

Apa Yang Harus Pertama Kali Diajarkan Kepada Yang Baru Belajar Fotografi ?