Fotografi Bukan Hanya Tentang Kamera, Memotretlah Dengan Kamera Yang Ada Di Tangan

Fotografi Bukan Hanya Tentang Kamera, Memotretlah Dengan Kamera Yang Ada Di Tangan - Hallo, selamat siang bertemu kembali bersama website info fotografi keren sesi kali ini admin akan menjelaskan hal mengenai Seputar fotografer keren tips membeli kamera mirrorless simak selengkapnya Fotografi Bukan Hanya Tentang Kamera, Memotretlah Dengan Kamera Yang Ada Di Tangan Agar mendapatkan ulasan ulasan lain nya yang tentu menarik, silahkan berkunjung web

Fotografi Bukan Hanya Tentang Kamera, Memotretlah Dengan Kamera Yang Ada Di Tangan - Hallo, selamat siang bertemu kembali bersama website info fotografi keren di kesempatan ini admin akan menjelaskan hal mengenai fotografi kreatif Agar mendapatkan ulasan ulasan lain nya yang tentu menarik, silahkan berkunjung web fotografii18

 

 

Boleh kah aku bertanya kepada Anda? Kira-kira dari dua anak buah di bawah ini, mana yang hendak menghasilkan sebuah foto yang "bagus" dengan "menarik"?

  • 1. Seseorang dengan sebuah kamera smartphone 8  MP (Mega Pixel alias Mega Piksel)
  • 2. Seseorang dengan sebuah kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex) 24 MP

Kalau diibaratkan lomba, siapa kira-kira yang hendak bisa menarik hadiah pertama? Mana yang peluangnya lebih besar?

Bisa bantu pikirkan sejenak?

Ok. Coba sekarang cocokkan jawaban Anda dengan jawaban aku di bawah ini.

KEDUANYA MEMILIKI PELUANG YANG SAMA UNTUK MENGHASILKAN FOTO YANG BAGUS DAN MENARIK. KEDUANYA MEMILIKI KEMUNGKINAN UNTUK MENDAPATKAN HADIAH PERTAMA.

Mungkin Anda berpikir bahwa aku cukup bercanda. 

Mana mungkin anak buah pertama dengan kamera smartphone bisa mengalahkan anak buah kedua yang memiliki kamera yang lebih berbelit-belit dengan mahal?

Baiklah, aku hendak coba bawa Anda ke beberapa situs

1) How I meet Henri Cartier Bresson

Disini terdapat sebuah foto di bagian atas artikel yang enak dipandang mata. Siluet seseorang cukup melompat sambil memegang payung dengan kerangka belakang pasangan lagi berpayung, dengan menara Eiffel.

Foto ini hasil buatan seorang bernama Henri Cartier Bresson. Seorang Perancis kelahiran warsa 1904 yang dikenal sebagai Bapak Fotografi Jalanan.

Karya yang artistik bukan?

2) Erik Kim Blog

Situs ini merupakan milik Eric Kim, seorang fotografer "jalanan" yang berkeliling alam untuk mengajar pada workshop atas fotografi jalanan.

Dalams situs ini Anda bisa melihat tampilan mukanya berisi berbagai hasil karyanya.

Unik. Menarik. Berani.

Kenapa dua anak buah ini? Mengapa dijadikan contoh?

Karena keduanya tidak memakai kamera DSLR berharga mahal

Henri Cartier Bresson lahir di zaman dimana DSL bahkan belum terpikirkan. Meskipun dia ajek berperan gambar hingga berlalu di warsa 2004, dia gambar dengan memakai film dengan bukan digital. Kamera Leica generasi awal jelas bukan kamera DSLR.

Sedangkan Eric Kim, dalam blognya menulis bahwa dia lebih suka memakai kamera kompak Ricoh GRII atas ringan, berdaya guna dengan kecil. Meskipun akan datang dia beralih ke kamera Mirrorless, lamun berlimpah karyanya ajek memakai Ricoh GRII.

Tetapi, buatan mengatur ajek enak dipandang mata bukan?

Nah, sekarang tentu Anda mengerti apa pasal aku bahadur mengatakan bahwa kedua anak buah dalam contoh memiliki peluang yang sama untuk menghasilkan foto yang bagus dengan mengagumkan

Alasannya atas FOTOGRAFI bukan hanya atas kamera.

Fotografi bukan hanya atas kamera

Kamera memang alat utama dalam fotografi. Tanpa adanya kamera maka tidak hendak ada yang namanya fotografi. Yang ada merupakan keterampilan mencedok alias menggambar.

Meskipun demikian, kamera bukanlah yang pertama dalam menciptakan sebuah foto. Prinsip "the man behind the gun" (Orang di belakang senjata) sangat sesuai dengan prinsip fotografi.

Pemegang kameranya, orangnya lah yang pertama dengan berpengaruh paling besar.

Seorang kaya dengan harta berlimpah boleh dengan enteng membeli sebuah kamera keluaran baru, tercanggih. Tetapi, kalau dia tidak memiliki pengetahuan, skill dalam mengoperasikannya, hasilnya bisa jadi tidak hebat untuk dilihat. Sebaliknya seorang fotografer berpengalaman, yang dengan terpakasa memakai smartphone atas melihat ketika yang bagus, bisa jadi hendak mendapatkan foto yang memancing perhatian.

Hal itu aku alami sendiri, meski dalam skala alit dengan terbatas.

Meskipun kamera aku hanya kamera biasa dengan tidak berparak dengan kamera saku, alih-alih hasilnya kena berlimpah pujian dari kawan-kawan lama. Padahal berlimpah diantara mengatur yang memiliki kamera yang berharga lebih mahal dengan canggih.

Beberapa diantara mengatur bertanya, " Ton, bisakah aku menghasilkan foto bagai yang kamu buat dengan kamera yang aku miliki?"

Jawaban aku singkat saja, " Kameramu lebih mahal dengan berbelit-belit dari kamera yang aku miliki"

Bukan hal kameranya.

Lebih kepada manusianya.

Saya sudah berlatih gambar mulai memulai perjalanan sebagai blogger. Dimulai dengan memakai kamera smartphone Xperia M, yang masih menemani hingga saat ini. Kemudian berlanjut dengan sang Finepix, sekarang ditambah dengan Samsung Galaxy Tab A7, tab berlebih-lebih lamun bermanfaat untuk mobile blogging.

Lebih dari dua warsa berlatih mengabadikan berbagai momen, dari mulai kucing tidur, sampai tukang sayur lewat. Pada waktu bersamaan kelayapan di internet mempelajari berbagai tehnik dengan filosofi fotografi untuk akan datang dipraktekkan.

Dibandingkan dengan rekan aku tadi, aku memiliki lebih berlimpah kemampuan, pengetahuan dengan skill mengoperasikan kamera.  Saya lebih tahu betapa dengan cara apa mencari sudut pemotretan. Saya lagi lebih mengerti mencari obyek yang menarik. Itulah apa pasal hasilnya bisa lebih baik dengan hebat dibandingkan mereka.

Hal bagai itulah yang membuat aku percaya bahwa fotografi memang bukan sekedar atas kamera. Jauh lebih luas dari itu.

Memotret lah dengan kamera yang Anda punya

Berdasarkan pandangan bagai ini, aku ingin menyarankan kepada siapapun Anda untuk tidak meredam keinginan gambar hanya atas hal kamera.

Apapun merknya dengan berapapun harganya, jangan dijadikan sebuah alasan.

Mengapa fotografi  disebut lagi dengan "melukis dengan cahaya" merupakan atas fotografi merupakan seni.

Dan sangat demokratis.

Penikmat foto tidak hendak pernah bertanya betapa dengan cara apa sebuah foto dihasilkan. Mereka tidak amuh tahu dengan kamera merk apa sebuah foto diambil. Selama sebuah foto dianggap bagus, maka mengatur hendak memberikan pujian.

Kecuali, Anda berhadapan dengan penggemar fotografi bagai aku ini. Saya hendak bertanya ini dengan itu. Bbukan atas ingin membandingkan, lamun atas ingin meniru tehnik yang Anda pakai agar bisa menghasilkan foto yang bagus juga.

Sesederhana itu.

Jadi, pergunakan kamera apapun yang ada di tangan Anda. Mau smartphone merk Xiaomi, Samsung Galaxy, alias apapun, bukan sebuah masalah. Yang pertama ada kameranya di dalamnya yang memungkinkan mengambil foto.

Nikmati agak-agak memotret.

Kemungkinan besar Anda hendak kecanduan bagai aku ini.

Semoga, jadi aku hendak punya kawan Maniak Potret juga.

 

Sekian ulasan mengenai Fotografi Bukan Hanya Tentang Kamera, Memotretlah Dengan Kamera Yang Ada Di Tangan, semoga artikel ini dapat berfaedah kalian semua salam

 

 

tulisan ini diposting pada kategori tips membeli kamera mirrorless, cara membuat light painting dengan kamera dslr, , tanggal 11-09-2019

|https://fotografii18.blogspot.com|fotografii18}

 

 

Boleh kah aku bertanya kepada Anda? Kira-kira dari dua anak buah di bawah ini, mana yang hendak menghasilkan sebuah foto yang "bagus" dengan "menarik"?

  • 1. Seseorang dengan sebuah kamera smartphone 8  MP (Mega Pixel alias Mega Piksel)
  • 2. Seseorang dengan sebuah kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex) 24 MP

Kalau diibaratkan lomba, siapa kira-kira yang hendak bisa menarik hadiah pertama? Mana yang peluangnya lebih besar?

Bisa bantu pikirkan sejenak?

Ok. Coba sekarang cocokkan jawaban Anda dengan jawaban aku di bawah ini.

KEDUANYA MEMILIKI PELUANG YANG SAMA UNTUK MENGHASILKAN FOTO YANG BAGUS DAN MENARIK. KEDUANYA MEMILIKI KEMUNGKINAN UNTUK MENDAPATKAN HADIAH PERTAMA.

Mungkin Anda berpikir bahwa aku cukup bercanda. 

Mana mungkin anak buah pertama dengan kamera smartphone bisa mengalahkan anak buah kedua yang memiliki kamera yang lebih berbelit-belit dengan mahal?

Baiklah, aku hendak coba bawa Anda ke beberapa situs

1) How I meet Henri Cartier Bresson

Disini terdapat sebuah foto di bagian atas artikel yang enak dipandang mata. Siluet seseorang cukup melompat sambil memegang payung dengan kerangka belakang pasangan lagi berpayung, dengan menara Eiffel.

Foto ini hasil buatan seorang bernama Henri Cartier Bresson. Seorang Perancis kelahiran warsa 1904 yang dikenal sebagai Bapak Fotografi Jalanan.

Karya yang artistik bukan?

2) Erik Kim Blog

Situs ini merupakan milik Eric Kim, seorang fotografer "jalanan" yang berkeliling alam untuk mengajar pada workshop atas fotografi jalanan.

Dalams situs ini Anda bisa melihat tampilan mukanya berisi berbagai hasil karyanya.

Unik. Menarik. Berani.

Kenapa dua anak buah ini? Mengapa dijadikan contoh?

Karena keduanya tidak memakai kamera DSLR berharga mahal

Henri Cartier Bresson lahir di zaman dimana DSL bahkan belum terpikirkan. Meskipun dia ajek berperan gambar hingga berlalu di warsa 2004, dia gambar dengan memakai film dengan bukan digital. Kamera Leica generasi awal jelas bukan kamera DSLR.

Sedangkan Eric Kim, dalam blognya menulis bahwa dia lebih suka memakai kamera kompak Ricoh GRII atas ringan, berdaya guna dengan kecil. Meskipun akan datang dia beralih ke kamera Mirrorless, lamun berlimpah karyanya ajek memakai Ricoh GRII.

Tetapi, buatan mengatur ajek enak dipandang mata bukan?

Nah, sekarang tentu Anda mengerti apa pasal aku bahadur mengatakan bahwa kedua anak buah dalam contoh memiliki peluang yang sama untuk menghasilkan foto yang bagus dengan mengagumkan

Alasannya atas FOTOGRAFI bukan hanya atas kamera.

Fotografi bukan hanya atas kamera

Kamera memang alat utama dalam fotografi. Tanpa adanya kamera maka tidak hendak ada yang namanya fotografi. Yang ada merupakan keterampilan mencedok alias menggambar.

Meskipun demikian, kamera bukanlah yang pertama dalam menciptakan sebuah foto. Prinsip "the man behind the gun" (Orang di belakang senjata) sangat sesuai dengan prinsip fotografi.

Pemegang kameranya, orangnya lah yang pertama dengan berpengaruh paling besar.

Seorang kaya dengan harta berlimpah boleh dengan enteng membeli sebuah kamera keluaran baru, tercanggih. Tetapi, kalau dia tidak memiliki pengetahuan, skill dalam mengoperasikannya, hasilnya bisa jadi tidak hebat untuk dilihat. Sebaliknya seorang fotografer berpengalaman, yang dengan terpakasa memakai smartphone atas melihat ketika yang bagus, bisa jadi hendak mendapatkan foto yang memancing perhatian.

Hal itu aku alami sendiri, meski dalam skala alit dengan terbatas.

Meskipun kamera aku hanya kamera biasa dengan tidak berparak dengan kamera saku, alih-alih hasilnya kena berlimpah pujian dari kawan-kawan lama. Padahal berlimpah diantara mengatur yang memiliki kamera yang berharga lebih mahal dengan canggih.

Beberapa diantara mengatur bertanya, " Ton, bisakah aku menghasilkan foto bagai yang kamu buat dengan kamera yang aku miliki?"

Jawaban aku singkat saja, " Kameramu lebih mahal dengan berbelit-belit dari kamera yang aku miliki"

Bukan hal kameranya.

Lebih kepada manusianya.

Saya sudah berlatih gambar mulai memulai perjalanan sebagai blogger. Dimulai dengan memakai kamera smartphone Xperia M, yang masih menemani hingga saat ini. Kemudian berlanjut dengan sang Finepix, sekarang ditambah dengan Samsung Galaxy Tab A7, tab berlebih-lebih lamun bermanfaat untuk mobile blogging.

Lebih dari dua warsa berlatih mengabadikan berbagai momen, dari mulai kucing tidur, sampai tukang sayur lewat. Pada waktu bersamaan kelayapan di internet mempelajari berbagai tehnik dengan filosofi fotografi untuk akan datang dipraktekkan.

Dibandingkan dengan rekan aku tadi, aku memiliki lebih berlimpah kemampuan, pengetahuan dengan skill mengoperasikan kamera.  Saya lebih tahu betapa dengan cara apa mencari sudut pemotretan. Saya lagi lebih mengerti mencari obyek yang menarik. Itulah apa pasal hasilnya bisa lebih baik dengan hebat dibandingkan mereka.

Hal bagai itulah yang membuat aku percaya bahwa fotografi memang bukan sekedar atas kamera. Jauh lebih luas dari itu.

Memotret lah dengan kamera yang Anda punya

Berdasarkan pandangan bagai ini, aku ingin menyarankan kepada siapapun Anda untuk tidak meredam keinginan gambar hanya atas hal kamera.

Apapun merknya dengan berapapun harganya, jangan dijadikan sebuah alasan.

Mengapa fotografi  disebut lagi dengan "melukis dengan cahaya" merupakan atas fotografi merupakan seni.

Dan sangat demokratis.

Penikmat foto tidak hendak pernah bertanya betapa dengan cara apa sebuah foto dihasilkan. Mereka tidak amuh tahu dengan kamera merk apa sebuah foto diambil. Selama sebuah foto dianggap bagus, maka mengatur hendak memberikan pujian.

Kecuali, Anda berhadapan dengan penggemar fotografi bagai aku ini. Saya hendak bertanya ini dengan itu. Bbukan atas ingin membandingkan, lamun atas ingin meniru tehnik yang Anda pakai agar bisa menghasilkan foto yang bagus juga.

Sesederhana itu.

Jadi, pergunakan kamera apapun yang ada di tangan Anda. Mau smartphone merk Xiaomi, Samsung Galaxy, alias apapun, bukan sebuah masalah. Yang pertama ada kameranya di dalamnya yang memungkinkan mengambil foto.

Nikmati agak-agak memotret.

Kemungkinan besar Anda hendak kecanduan bagai aku ini.

Semoga, jadi aku hendak punya kawan Maniak Potret juga.

 

Sekian ulasan mengenai Fotografi Bukan Hanya Tentang Kamera, Memotretlah Dengan Kamera Yang Ada Di Tangan, semoga artikel ini dapat berfaedah kalian semua salam

 

 

tulisan ini diposting pada kategori tips membeli kamera mirrorless, cara membuat light painting dengan kamera dslr, , tanggal 11-09-2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melakukan Cropping Foto Dengan Menerapkan Konsep Rule of Thirds

Tidak Semua Yang Dilihat Fotografer Menyenangkan

5 Kamera Mirrorless Terbaik 2018