Fotografer Itu Seperti Koki

Fotografer Itu Seperti Koki - hey, selamat sore bertemu lagi dengan web seputar fotografi keren di kesempatan ini kami akan membawa pembahasan hal mengenai Seputar fotografer keren baca selengkapnya Fotografer Itu Seperti Koki Supaya mendapatkan informasi informasi lain nya yang pasti terfavorit, silahkan kunjungi situs

Fotografer Itu Seperti Koki - hey, selamat sore bertemu lagi dengan web info fotografi keren artikel ini kami akan membawa pembahasan hal mengenai Seputar fotografi terbaik Supaya mendapatkan informasi informasi lain nya yang pasti terbaik, silahkan kunjungi situs https://fotografii18.blogspot.com

 

 

Memang tidak siap ikatan "darah" melantas antara fotografi dengan memasak. Yang siap ikatan bisnis akibat fotografi sering dipakai untuk menampilkan hasil kegiatan memasak. Bahkan siap genre yang mengkhususkan diri dalam bidang memotret makanan.

Cuma itu hubungannya.

Cuma, rasanya tidak salah juga membandingkan fotografer itu seperti koki tidak salah juga. Berbeda area dan bidang benar jelas, tetapi apa yang mereka buat sebenarnya tidak asing berbeda. Kedua "profesi" ini sama-sama melakukan kegiatan meramu.

Seorang koki dengan skillnya meramu bawang, tomat, daging, dan beraneka macam bahan lainnya yang andaikan dimakan masing-masing tidak eco jadi sebuah buatan yang bisa menggoyang lidah. Ia berusaha  menghadirkan sebuah sensasi dalam diri penikmatnya, melalui lidah.

Sementara itu seorang fotografer, dengan kameranya, menggabungkan beraneka macam anggota seperti background atau latar belakang, obyek, dan cahaya jadi satu, sebuah gambar, foto. Bedanya dengan koki, fotografer berusaha mengawai dan menggoyang indera mata untuk membangkitkan sensasi dari yang melihat.

Sama kan.

Keduanya memegang kesamaan lagi, yaitu dalam hal hasil. Seorang koki akan ditempat bagi pengalaman dan latihan panjang untuk mencapai titik dimana ia pantas menyandang gelar Chef, atau koki kepala. Ia layak mengeluarkan segala daya dan kemampuannya melewati beraneka macam rintangan dan tantangan untuk diakui bagi anak buah lain. Tidak mudah dan sangat perlu keasyikan dan konsistensi dalam mencapai tujuan.

Begitu pula dengan seorang fotografer. Membuatnya diakui sebagai seorang fotografer pro tidaklah didapat hanya dengan ongkang-ongkang kaki, atau bahkan membeli. Seorang fotografer layak mampu memberitahukan mahakaryanya yang mampu memukau yang melihat. Kesemuanya itu tidak bisa didapat tanpa adanya latihan yang tekun dan pengalaman.

Prosesnya pencapaiannya samameskipun hasilnya berbeda.

Jadi, tidak salah juga andaikan fotografer disebut seorang "koki" dalam bidang memotret. Iya nggak?

 

Demikianlah ulasan mengenai Fotografer Itu Seperti Koki, semoga tulisan ini dapat membantu kamu salam

 

 

tulisan ini diposting pada label , tips membeli kamera mirrorless, , tanggal 11-09-2019

|https://fotografii18.blogspot.com|fotografii18}

 

 

Memang tidak siap ikatan "darah" melantas antara fotografi dengan memasak. Yang siap ikatan bisnis akibat fotografi sering dipakai untuk menampilkan hasil kegiatan memasak. Bahkan siap genre yang mengkhususkan diri dalam bidang memotret makanan.

Cuma itu hubungannya.

Cuma, rasanya tidak salah juga membandingkan fotografer itu seperti koki tidak salah juga. Berbeda area dan bidang benar jelas, tetapi apa yang mereka buat sebenarnya tidak asing berbeda. Kedua "profesi" ini sama-sama melakukan kegiatan meramu.

Seorang koki dengan skillnya meramu bawang, tomat, daging, dan beraneka macam bahan lainnya yang andaikan dimakan masing-masing tidak eco jadi sebuah buatan yang bisa menggoyang lidah. Ia berusaha  menghadirkan sebuah sensasi dalam diri penikmatnya, melalui lidah.

Sementara itu seorang fotografer, dengan kameranya, menggabungkan beraneka macam anggota seperti background atau latar belakang, obyek, dan cahaya jadi satu, sebuah gambar, foto. Bedanya dengan koki, fotografer berusaha mengawai dan menggoyang indera mata untuk membangkitkan sensasi dari yang melihat.

Sama kan.

Keduanya memegang kesamaan lagi, yaitu dalam hal hasil. Seorang koki akan ditempat bagi pengalaman dan latihan panjang untuk mencapai titik dimana ia pantas menyandang gelar Chef, atau koki kepala. Ia layak mengeluarkan segala daya dan kemampuannya melewati beraneka macam rintangan dan tantangan untuk diakui bagi anak buah lain. Tidak mudah dan sangat perlu keasyikan dan konsistensi dalam mencapai tujuan.

Begitu pula dengan seorang fotografer. Membuatnya diakui sebagai seorang fotografer pro tidaklah didapat hanya dengan ongkang-ongkang kaki, atau bahkan membeli. Seorang fotografer layak mampu memberitahukan mahakaryanya yang mampu memukau yang melihat. Kesemuanya itu tidak bisa didapat tanpa adanya latihan yang tekun dan pengalaman.

Prosesnya pencapaiannya samameskipun hasilnya berbeda.

Jadi, tidak salah juga andaikan fotografer disebut seorang "koki" dalam bidang memotret. Iya nggak?

 

Demikianlah ulasan mengenai Fotografer Itu Seperti Koki, semoga tulisan ini dapat membantu kamu salam

 

 

tulisan ini diposting pada label , tips membeli kamera mirrorless, , tanggal 11-09-2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melakukan Cropping Foto Dengan Menerapkan Konsep Rule of Thirds

Tidak Semua Yang Dilihat Fotografer Menyenangkan

5 Kamera Mirrorless Terbaik 2018