Cahaya Dari Built In Flash Dapat Menyebabkan Obyek Memejamkan Mata Kalau Jaraknya Terlalu Dekat
Cahaya Dari Built In Flash Dapat Menyebabkan Obyek Memejamkan Mata Kalau Jaraknya Terlalu Dekat - Hi, selamat siang ketemu lagi dengan situs info fotografi terbaik sesi kali ini kami akan mengupas hal tentang Seputar fotografer keren teknik fotografi makro dengan hp lihat selengkapnya Cahaya Dari Built In Flash Dapat Menyebabkan Obyek Memejamkan Mata Kalau Jaraknya Terlalu Dekat Untuk menerima berita berita lain nya yg tentu menarik, silahkan berkunjung web
Cahaya Dari Built In Flash Dapat Menyebabkan Obyek Memejamkan Mata Kalau Jaraknya Terlalu Dekat - Hi, selamat siang ketemu lagi dengan situs seputar fotografi terbaik sesi kali ini kami akan mengupas hal tentang Seputar fotografi terbaik Untuk menerima informasi informasi lain nya yg tentu menarik, silahkan berkunjung web fotografii18.blogspot.com
Built in Flash atau lampu kilat bawaan akan sedia pada sebentuk kamera digital masa kini. Perlengkapan ini amat berfaedah untuk memfoto di lilin lebah yaum atau saat rendah cahaya. Meskipun demikian, terkadang penggunaan flash saat memfoto bahkan membuat foto terlihat tidak bagus, akibat binar yang dikeluarkannya terlalu keras dan cenderung membuat foto bahkan menjadi over-exposed.
Selain itu sedia eka hal lain yang rendah menyenangkan pada saat memanfaatkan flash saat memotret. Mata obyek, manusia, biasanya akan terpejam ketika cahaya menyambar. Sesuatu yang naluriah dilakukan manusia kalau sedia lemparan binar yang terlalu bangkit mengenai matanya.
Hal itu berjalan beberapa waktu yang lalu saat "meliput" alias "hunting foto" di acara tahunan Bogor, yaitu CGM Bogor Street Festival atau Cap Go Meh Bogor. Acara yang berlangsung mencapai puncaknya di lilin lebah yaum jarak pukul 08-09.00.
Menyenangkan melihatnya, lamun bagi abdi tidak. Situasi yang amat bahenol dengan ribuan pengamat dan iradiasi yang rendah mengalutkan sekali dalam memotret. Mau memanfaatkan tripod biar bisa makan slow shutter speed, tidak mungkin dilakukan akibat absolut tertabrak pengamat yang berlalu lalang. Belum juga para peserta ambalan yang terus bergerak akan amat mengalutkan kalau harus memanfaatkan si kaki tiga.
Mencoba memanfaatkan ISO tinggi pula tidak berakhir baik akibat terlihat sekali "noise"-nya.
Akhirnya, akibat harus bergerak cepat mengikuti pergerakan obyek, diputuskan makan mode auto saja, dengan flash. Tidak punya pilihan. Saya cuma berusaha memperhitungkan jangka jarak kamera dengan obyeknya, akibat biasanya butuh seputar 3 meteran biar cahaya flash tidak terlalu bangkit menerpa si obyek yang sedang diam atau beraksi.
Lagi-lagi, masalahnya, ruang untuk itu tidak tersedia bebas. Penonton yang membludak dimana-mana, cuma memberikan ruang sempit sekali untuk bermanuver. Kadang memotretnya pula dari atas kepala tanpa menghitung jangka apapun.
Hasilnya, yah sedia yang terlalu terang, lamun sedia yang lumayan. Yang menarik adalah sedia eka foto yang sebenarnya menunjukkan reaksi dari mata manusia saat binar flash mengenai wajahnya. Silakan lihat di bawah ini.
Hampir pasti, mata si gadis terpejam akibat silap mata terkena binar flash dari kamera abdi terus terarah ke mukanya. Yang lain tidak makan flash (hanya smartphone saja). Jarak jarak abdi dan si peserta ambalan cuma seputar 1 meteran saja, oleh akibat itu terlihat kalau agak over-exposed.
Meskipun demikian, abdi tidak kecewa dengan hasil yang ini. Justru menjadi sebentuk foto banyol agak-agak si gadis ini sedang tidur pada saat sedang parade. Padahal, bukan itu ceritanya.
Hanya untuk ke depannya, kalau kedudukan memungkinkan, abdi harus lebih hati-hati dalam mengatur jangka dengan obyek kalau memanfaatkan flash. Walaupun abdi terpaksa memanfaatkan mode auto dengan flash, seharusnya abdi harus bisa memperhitungkan jarak.
Bukan akibat takut fotonya terlalu terang, tetapi, sebenarnya kasihan jua pada si peserta ambalan ini. Jelas dia merasa silap mata akibat pancara sinar. Lagi juga, tidak sopan makan flash seperti itu. Seharusnya abdi melepas obyek yang eka ini dan tidak memaksakan diri memotret.
Untungnya semua berada dalam kedudukan bahagia dan tidak sedia yang memprotes. Sang gadis pula cuma tertawa setelah membuka matanya, dan abdi mengacungkan tangan dengan mengatakan "Maaf".
Meski banyol jadinya, tidak berarti abdi akan berniat untuk mengulanginya juga .. Kalau tidak terpaksa (yang ini benar-benar terpaksa soalnya).

Seorang blogger, bukan yang profesional, yang amat suka menulis
sekian detil mengenai Cahaya Dari Built In Flash Dapat Menyebabkan Obyek Memejamkan Mata Kalau Jaraknya Terlalu Dekat, semoga tulisan ini dapat menambah wawasan anda terima kasih
tulisan ini diposting pada label teknik fotografi makro dengan hp, tips fotografi landscape, fotografi makro bunga, , tanggal 11-09-2019
|https://fotografii18.blogspot.com|fotografii18}
Built in Flash atau lampu kilat bawaan akan sedia pada sebentuk kamera digital masa kini. Perlengkapan ini amat berfaedah untuk memfoto di lilin lebah yaum atau saat rendah cahaya. Meskipun demikian, terkadang penggunaan flash saat memfoto bahkan membuat foto terlihat tidak bagus, akibat binar yang dikeluarkannya terlalu keras dan cenderung membuat foto bahkan menjadi over-exposed.
Selain itu sedia eka hal lain yang rendah menyenangkan pada saat memanfaatkan flash saat memotret. Mata obyek, manusia, biasanya akan terpejam ketika cahaya menyambar. Sesuatu yang naluriah dilakukan manusia kalau sedia lemparan binar yang terlalu bangkit mengenai matanya.
Hal itu berjalan beberapa waktu yang lalu saat "meliput" alias "hunting foto" di acara tahunan Bogor, yaitu CGM Bogor Street Festival atau Cap Go Meh Bogor. Acara yang berlangsung mencapai puncaknya di lilin lebah yaum jarak pukul 08-09.00.
Menyenangkan melihatnya, lamun bagi abdi tidak. Situasi yang amat bahenol dengan ribuan pengamat dan iradiasi yang rendah mengalutkan sekali dalam memotret. Mau memanfaatkan tripod biar bisa makan slow shutter speed, tidak mungkin dilakukan akibat absolut tertabrak pengamat yang berlalu lalang. Belum juga para peserta ambalan yang terus bergerak akan amat mengalutkan kalau harus memanfaatkan si kaki tiga.
Mencoba memanfaatkan ISO tinggi pula tidak berakhir baik akibat terlihat sekali "noise"-nya.
Akhirnya, akibat harus bergerak cepat mengikuti pergerakan obyek, diputuskan makan mode auto saja, dengan flash. Tidak punya pilihan. Saya cuma berusaha memperhitungkan jangka jarak kamera dengan obyeknya, akibat biasanya butuh seputar 3 meteran biar cahaya flash tidak terlalu bangkit menerpa si obyek yang sedang diam atau beraksi.
Lagi-lagi, masalahnya, ruang untuk itu tidak tersedia bebas. Penonton yang membludak dimana-mana, cuma memberikan ruang sempit sekali untuk bermanuver. Kadang memotretnya pula dari atas kepala tanpa menghitung jangka apapun.
Hasilnya, yah sedia yang terlalu terang, lamun sedia yang lumayan. Yang menarik adalah sedia eka foto yang sebenarnya menunjukkan reaksi dari mata manusia saat binar flash mengenai wajahnya. Silakan lihat di bawah ini.
Hampir pasti, mata si gadis terpejam akibat silap mata terkena binar flash dari kamera abdi terus terarah ke mukanya. Yang lain tidak makan flash (hanya smartphone saja). Jarak jarak abdi dan si peserta ambalan cuma seputar 1 meteran saja, oleh akibat itu terlihat kalau agak over-exposed.
Meskipun demikian, abdi tidak kecewa dengan hasil yang ini. Justru menjadi sebentuk foto banyol agak-agak si gadis ini sedang tidur pada saat sedang parade. Padahal, bukan itu ceritanya.
Hanya untuk ke depannya, kalau kedudukan memungkinkan, abdi harus lebih hati-hati dalam mengatur jangka dengan obyek kalau memanfaatkan flash. Walaupun abdi terpaksa memanfaatkan mode auto dengan flash, seharusnya abdi harus bisa memperhitungkan jarak.
Bukan akibat takut fotonya terlalu terang, tetapi, sebenarnya kasihan jua pada si peserta ambalan ini. Jelas dia merasa silap mata akibat pancara sinar. Lagi juga, tidak sopan makan flash seperti itu. Seharusnya abdi melepas obyek yang eka ini dan tidak memaksakan diri memotret.
Untungnya semua berada dalam kedudukan bahagia dan tidak sedia yang memprotes. Sang gadis pula cuma tertawa setelah membuka matanya, dan abdi mengacungkan tangan dengan mengatakan "Maaf".
Meski banyol jadinya, tidak berarti abdi akan berniat untuk mengulanginya juga .. Kalau tidak terpaksa (yang ini benar-benar terpaksa soalnya).

Seorang blogger, bukan yang profesional, yang amat suka menulis
sekian detil mengenai Cahaya Dari Built In Flash Dapat Menyebabkan Obyek Memejamkan Mata Kalau Jaraknya Terlalu Dekat, semoga tulisan ini dapat menambah wawasan anda terima kasih
tulisan ini diposting pada label teknik fotografi makro dengan hp, tips fotografi landscape, fotografi makro bunga, , tanggal 11-09-2019


Komentar
Posting Komentar