Bisakah Hasil Foto Kamera Ponsel/Smartphone Sama Dengan Kamera DSLR/Mirrorless ?

Bisakah Hasil Foto Kamera Ponsel/Smartphone Sama Dengan Kamera DSLR/Mirrorless ? - Hi, selamat sore bertemu lagi bersama situs info fotografi keren sesi kali ini kita akan menjelaskan hal mengenai Seputar fotografer keren jenis fotografi landscape lihat selengkapnya Bisakah Hasil Foto Kamera Ponsel/Smartphone Sama Dengan Kamera DSLR/Mirrorless ? Agar memperoleh pembahasan pembahasan lain nya yg tentu terbaik, silahkan mampir web

Bisakah Hasil Foto Kamera Ponsel/Smartphone Sama Dengan Kamera DSLR/Mirrorless ? - Hi, selamat sore bertemu lagi bersama situs seputar fotografi keren sesi kali ini kita akan menjelaskan hal mengenai Seputar fotografi terbaik Agar memperoleh pembahasan pembahasan lain nya yg tentu terbaik, silahkan mampir web fotografii18.blogspot.com

 

 

Hasil Foto kamera DSLR Canon 700D - Puncak Mas Lampung

Belakangan ini , lebih-lebih sejak kaum tahun terakhi, adam fotografi semakin semarak. Salah satunya adalah dengan semakin banyaknya anak buah yang berminat untuk terjun dan menekuninya.

Semua ini karena kehadiran smartphone dengan kameranya yang semakin lama semakin canggih. Bahkan, andaikata membesuk hasil pencarian lewat mesin pencari Google, berlimpah yang telah bisa memberikan tips dan akal agar "hasil foto kamera smartphone sama dengan kamera DSLR / Mirrorless".

Coba saja amat-amati segala apa yang hadir di halaman mula-mula hasil pencarian Google di bawah ini.

Bisakah Hasil Foto Kamera Ponsel/Smartphone Sama Dengan Kamera DSLR/Mirrorless ?

Tidak heran berlimpah anak buah tertarik. Bagaimana tidak, tanpa perlu membeli kamera DSLR saja, hasil fotonya telah bisa sama? Siapa yang tak mau. Biaya murah akibatnya sepadan atau paling tak kalah dengan kamera "sungguhan" yang harganya acap merobek kantung itu.

Situasi, yang andaikata ala pribadi, aku melihatnya sebagai sebentuk kejadian yang agus dan ayu bagi adam fotografi sendiri. Semakin berlimpah yang ingin terlibat, semakin ramai dan semakin seru. Memang bagi berlimpah orang, lebih-lebih mengatur yang hidup dari aktivitas memotret, posisi ini terasa mengancam karena persaingan hendak semakin tajam.

Bagus.

Tetapi, bergerak terang, sedia sedikit melalui janggal dan minim percaya bahwa hasil foto kamera ponsel bisa membandingi hasil kamera DSLR atau Mirrorless.

Bukan karena iri, melainkan sebagai seorang yang telah menjadi penghobi adam ini, dan jua gambar dengan kedua jenis kamera itu, aku tahu dengan pasti bahwa situasinya tak se-bombastis yang disebutkan ala judul-judul itu.

Kebetulan, kamera digital mula-mula yang aku punya adalah sebentuk smartphone juga, baru akan datang beralih ala prosumer (Fujifilm Finepix HS35EXR, dan masa ini Canon EOS 700D(APSC). Jadi, aku bisa mengakankan sorangan semua hasil dari ketiga jenis tersebut.

Dan, kesimpulannya, sangat berlainan dengan segala apa yang dituliskan dalam artikel-artikel itu tadi.

Beda. Banget.

Itulah alpa satu alasan mengapa aku memutuskan untuk membeli kamera DSLR. Ketika menggunakan ponsel pintar dan prosumer, terasa banget sedia yang "kurang".  Dan, itu bisa aku temukan ala kamera DSLR.

Bisakah Hasil Foto Kamera Ponsel/Smartphone Sama Dengan Kamera DSLR/Mirrorless ?
Hasil foto kamera DSLR Canon 700D

Ingat yah, bukan berarti aku berpikir bahwa fotografi hanya bisa dilakukan dengan kamera DSLR saja. Justru, sebaliknya bagi aku , fotografi bisa dilakukan dengan yang manapun.

Juga, tak berarti foto hasil kamera smartphone akibatnya "pasti kalah" enak dilihat dari hasil foto DSLR karena berlimpah faktor yang menentukan agus tidaknya sebentuk foto.

Pandangan ini hanya merupakan respon saja terhadap segala apa yang berlimpah ditulis bahwa hasil kamera smartphone bisa ekuivalensi DSLR.

Smartphone VS DSLR : Lensa dan Sensor

Coba saya bandingkan dulu dua kejadian penting dalam menghasilkan foto yang tajam dan perincian . Terlepas dari ide fotonya, alpa satu kejadian yang membuat anak buah terpukau dengan sebentuk foto adalah ketajaman dan perincian dari obyek dalam fotonya.

Keduanya berlimpah menggandul ala dua faktor, ialah kanta dan sensor. Bukan ukuran megapixelnya yah.

Untuk sensor, prinsip the bigger is the better, semakin besar semakin bagus,  berlaku. Dengan penapisan yang besar, hasil fotonya hendak kian tajam dan detail. Kemampuan menangkap perincian dan cahaya kian baik. Hal itu bisa terlihat dari hasil foto kamera DSLR kelas APSC dan Full Frame hendak berbeda, dimana hasil full frame hendak terlihat kian tajam dan jelas.

Nah, untuk smartphone, sensornya hanya halus saja karena dependensi ruang. Dalam kejadian ini, sangat sulit hasil kamera smartphone membandingi ketajaman kamera DSLR, apalagi kelas pembuka jalan sekalipun. Sudah kalah kelas di sensor.

Begitu jua dengan lensa. Bagian yang sangat fundamental bagi kamera ini menentukan banget hasil akhir. Kamera smartphone sulit untuk menandingi DSLR dalam kejadian ini juga. Keterbatasan area merupakan gerendel penyebabnya.

Jadi, bisakah berharap jauh bahwa hasil foto kamera smartphone sama dengan hasil kamera DSLR? Jawabnya tidak.

Bahkan, dengan iming-iming beraneka macam aplikasi Android sekalipun, tak hendak berlimpah berubah karena dua pati utamanya, kanta dan penapisan tak berubah. Aplikasi yang masa ini sedia hanya merupakan pengedit foto saja dan merubah filenya bukan peralatan dasarnya.

Generalisasi

Harap diperhatikan jua bahwa sedia abstraksi dalam judul esai yang bagaikan ala screenshoot di atas. Kamera smartphone itu berlimpah jenisnya. Ada yang murah, sedia yang mahal. Yang garib biasanya memiliki derajat kian ayu dibandingkan yang murah.

Contoh, kamera Samsung Galaxy S10 dan iPhone 9 definit kian ayu dari sekedar Oppo A3s yang aku bawa. Bisa beres derajat kanta kedua ponsel pandai kelas atas itu sama kualitasnya dengan DSLR kelas pemula, melainkan andaikata ponsel kelas bawah, agak-agak masih jauh untuk bisa menyamai.

Begitu jua dengan kamera DSLR, sedia kelas-kelasnya. Kelas pembuka jalan atau kelas atas. Kelas atas harganya garib sekali, melainkan kualitasnya jua luar biasa.

Jadi, kamera smartphone yang mana dibandingkan dengan DSLR yang mana? Tidak mungkin kamera smartphone OPPO A3S menandingi hasil Canon EOS 7D (full frame). Bahkan, menandingi hasil Canon EOS 700D di kelas bawah saja susah.

Hasil Foto kamera Smartphone - OPPO A3s

  

Smartphone Vs DSLR : Fitur

Pernah mencoba melakukan teknih panning (untuk menghasilkan kesan "bergerak" ala obyek) dengan smartphone? Belum? Saya sudah. Hasilnya andaikata tak blur semua, akur kesannya obyeknya tiak bergerak. Tidak sedia latar belakang blur ala fotonya.

Sementara ketika menggunakan DSLR entry level saja, aku bisa melakukannya.

Belum berulang long exposure dan beraneka macam kejadian lainnya.

Banyak yang mengatakan bahwa dengan menambahkan aplikasi Android, bagaikan Camera FV 5, fiturnya hendak ekuivalensi dengan DSLR. Kenyataannya, OPPO A3s aku tetap saja OPPO A3s, tak berubah menjadi DSLR. Hanya sedia kaum aksesori fitursaja bagaikan pengaturan ISO.

Hasil fotonya pun tetap sama. Pemakaian aplikasi jenis ini tak bisa merubah kanta dan sensornya. Tetap saja, akibatnya tak bisa mengimbangi.

Fitur di DSLR sangat beragam sehingga aku menyebutnya komputer mini. Semua disediakan bagi memberi bilik kepada daya cipta agar bisa berkembang maksimal.

Dan, sayangnya semua itu tak sedia di smartphone.

Banyak hasil foto kamera DSLR yang dilakukan dengan teknik-teknik pemanfaatan karakteristik ini, dan tak bisa dilakukan dengan sekedar kamera smartphone saja.

Jadi, pertanyaannya, "setara" dalam kejadian ini di cuilan mana. Bagian karakteristik sih, agak-agak tak mungkin keduanya bisa sama.

Jangan jua bandingkan dengan karakteristik DSLR kelas atas, yang pastinya kian beragam.

Bisakah Hasil Foto Kamera Ponsel/Smartphone Sama Dengan Kamera DSLR/Mirrorless ?
Hasil foto kamera smartphone

Smartphone vs DSLR : Ide / Kreativitas

Pernah membesuk foto wanita cantik yang dipotret dengan smartphone ? Pasti berlimpah yang memberi LIKE. Apalagi andaikata modelnya sexy dan berbadan bagus. Iya kan?

Lalu, bandingkan dengan sebentuk foto pemandangan yang dipotret dengan kamera DSLR.

Kira-kira mana yang hendak mendapat LIKE kian banyak, lebih-lebih andaikata yang membesuk adalah kaum adam.

Jelas memperhebat jawabannya? Ya foto wanita cantik itu yang hendak mendapat berlimpah LIKE.

Mengapa bisa begitu?

Karena yang satu ini tak menggandul ala kameranya. Yang satu ini menggandul ala orangnya, fotografernya.

Ingat loh, hasil foto itu tergantung ala dua hal, ialah kamera dan fotografernya.

Kamera boleh kalah kelas, melainkan orangnya bisa menjadi penentu.

Sebuah kamera garib di tangan anak buah yang tak tahu cara menggunakannya akibatnya hendak kalah andaikata dibandingkan dengan smartphone di tangan beliau yang tahu cara memotret. Kemungkinan hasil yang agus dan menarik hendak berada di tangan penjabat smartphone.

Pengetahuan.

Ide.

Kreativitas.

Dalam kejadian ini, bisa dikatakan smartphone bisa mengungguli DSLR atau Mirrorless. Saya pernah membuktikannya sorangan dengan OPPO A3s dibandingkan dengan Samsung Galaxy S9 saja, hasil oto aku kian menarik.

Semua itu karena aku telah belajar fotografi dan tahu menemukan sudut pengambilan gambar yang baik. Saya bisa memaksimalkan kamera di tangan.

Kemampuan ini lah yang membuat anak buah yang membesuk foto acap mengabaikan masalah ketajaman, detail, dan hal-hal teknis lainnya. Mereka kian jatuh cinta ala hasil ala keseluruhan, meski andaikata ditelaah kian jauh lagi, tetap hendak terlihat bahwa derajat fotonya jelas kalah.

Silakan tebak pakai smartphone atau DSLR

 

Kamera Smartphone Tidak Akan Berubah Menjadi DSLR

Itulah faktanya. Kamera smartphone hendak tetap kamera smartphone. Hasil fotonya, andaikata bicara teknis dan kualitas,  tetap saja terlihat berlainan dengan hasil kamera DSLR.

Mau dipasang aplikasi apapun, tetap saja kamera smartphone. Saya telah mencobanya sorangan dengan beraneka macam aplikasi, dan ponsel pintar aku tetaplah OPPO A3s dan tak menjadi Canon 700D.

Sebuah fakta yang layak diterima.

Hal itu bukan berarti bahwa dengan kamera smartphone saya tak bisa menghasilkan foto yang agus dan menarik perhatian. Kalau berpikir bagaikan ini, Anda alpa besar.

Hanya, caranya bukan dengan cara memakai aplikasi beraneka macam macam dan akan datang berbicara "sim salabim" dan kameranya menjadi DSLR. Sampai botak jua tak hendak berubah.

Hal yang layak dilakukan adalah menerima kenyataan bahwa kamera smartphone memiliki keterbatasan. Kemudian, berfokus ala menggunakan kelebihannya, bagaikan :

  • Lebih lebar dibandingkan kanta DSLR
  • Mudah dibawa

Dan, akan datang berlatih beraneka macam gaya fotografi yang sesuai dengannya dan tak memerlukan elemen-elemen DSLR. seperti

  • Penerapan Rule of Thirds
  • Komposisi warna/foto
  • Obyek yang menarik
  • Garis horison lurus
  • Sudut Pengambilan Gambar
  • Lengkapi dengan belajar pengeditan foto

Hasilnya, andaikata dilakukan dengan baik, agak-agak bisa membuat anak buah mengabaikan keunggulan dari DSLR.

Bukan dengan jalan menipu awak sorangan bahwa dengan tips dan akal atau aplikasi bisa membuat hasil foto bagaikan DSLR.

Hal itu tak hendak terjadi.

Ini hasil smartphone jua ASUS Padfone ditambah editing Picasa


 

Sampai di sini detil perihal Bisakah Hasil Foto Kamera Ponsel/Smartphone Sama Dengan Kamera DSLR/Mirrorless ?, semoga info ini dapat menghibur kalian semua salam

 

 

tulisan ini diposting pada tag jenis fotografi landscape, tips membeli kamera digital bekas, komposisi fotografi landscape, , tanggal 11-09-2019

|https://fotografii18.blogspot.com|fotografii18}

 

 

Hasil Foto kamera DSLR Canon 700D - Puncak Mas Lampung

Belakangan ini , lebih-lebih sejak kaum tahun terakhi, adam fotografi semakin semarak. Salah satunya adalah dengan semakin banyaknya anak buah yang berminat untuk terjun dan menekuninya.

Semua ini karena kehadiran smartphone dengan kameranya yang semakin lama semakin canggih. Bahkan, andaikata membesuk hasil pencarian lewat mesin pencari Google, berlimpah yang telah bisa memberikan tips dan akal agar "hasil foto kamera smartphone sama dengan kamera DSLR / Mirrorless".

Coba saja amat-amati segala apa yang hadir di halaman mula-mula hasil pencarian Google di bawah ini.

Bisakah Hasil Foto Kamera Ponsel/Smartphone Sama Dengan Kamera DSLR/Mirrorless ?

Tidak heran berlimpah anak buah tertarik. Bagaimana tidak, tanpa perlu membeli kamera DSLR saja, hasil fotonya telah bisa sama? Siapa yang tak mau. Biaya murah akibatnya sepadan atau paling tak kalah dengan kamera "sungguhan" yang harganya acap merobek kantung itu.

Situasi, yang andaikata ala pribadi, aku melihatnya sebagai sebentuk kejadian yang agus dan ayu bagi adam fotografi sendiri. Semakin berlimpah yang ingin terlibat, semakin ramai dan semakin seru. Memang bagi berlimpah orang, lebih-lebih mengatur yang hidup dari aktivitas memotret, posisi ini terasa mengancam karena persaingan hendak semakin tajam.

Bagus.

Tetapi, bergerak terang, sedia sedikit melalui janggal dan minim percaya bahwa hasil foto kamera ponsel bisa membandingi hasil kamera DSLR atau Mirrorless.

Bukan karena iri, melainkan sebagai seorang yang telah menjadi penghobi adam ini, dan jua gambar dengan kedua jenis kamera itu, aku tahu dengan pasti bahwa situasinya tak se-bombastis yang disebutkan ala judul-judul itu.

Kebetulan, kamera digital mula-mula yang aku punya adalah sebentuk smartphone juga, baru akan datang beralih ala prosumer (Fujifilm Finepix HS35EXR, dan masa ini Canon EOS 700D(APSC). Jadi, aku bisa mengakankan sorangan semua hasil dari ketiga jenis tersebut.

Dan, kesimpulannya, sangat berlainan dengan segala apa yang dituliskan dalam artikel-artikel itu tadi.

Beda. Banget.

Itulah alpa satu alasan mengapa aku memutuskan untuk membeli kamera DSLR. Ketika menggunakan ponsel pintar dan prosumer, terasa banget sedia yang "kurang".  Dan, itu bisa aku temukan ala kamera DSLR.

Bisakah Hasil Foto Kamera Ponsel/Smartphone Sama Dengan Kamera DSLR/Mirrorless ?
Hasil foto kamera DSLR Canon 700D

Ingat yah, bukan berarti aku berpikir bahwa fotografi hanya bisa dilakukan dengan kamera DSLR saja. Justru, sebaliknya bagi aku , fotografi bisa dilakukan dengan yang manapun.

Juga, tak berarti foto hasil kamera smartphone akibatnya "pasti kalah" enak dilihat dari hasil foto DSLR karena berlimpah faktor yang menentukan agus tidaknya sebentuk foto.

Pandangan ini hanya merupakan respon saja terhadap segala apa yang berlimpah ditulis bahwa hasil kamera smartphone bisa ekuivalensi DSLR.

Smartphone VS DSLR : Lensa dan Sensor

Coba saya bandingkan dulu dua kejadian penting dalam menghasilkan foto yang tajam dan perincian . Terlepas dari ide fotonya, alpa satu kejadian yang membuat anak buah terpukau dengan sebentuk foto adalah ketajaman dan perincian dari obyek dalam fotonya.

Keduanya berlimpah menggandul ala dua faktor, ialah kanta dan sensor. Bukan ukuran megapixelnya yah.

Untuk sensor, prinsip the bigger is the better, semakin besar semakin bagus,  berlaku. Dengan penapisan yang besar, hasil fotonya hendak kian tajam dan detail. Kemampuan menangkap perincian dan cahaya kian baik. Hal itu bisa terlihat dari hasil foto kamera DSLR kelas APSC dan Full Frame hendak berbeda, dimana hasil full frame hendak terlihat kian tajam dan jelas.

Nah, untuk smartphone, sensornya hanya halus saja karena dependensi ruang. Dalam kejadian ini, sangat sulit hasil kamera smartphone membandingi ketajaman kamera DSLR, apalagi kelas pembuka jalan sekalipun. Sudah kalah kelas di sensor.

Begitu jua dengan lensa. Bagian yang sangat fundamental bagi kamera ini menentukan banget hasil akhir. Kamera smartphone sulit untuk menandingi DSLR dalam kejadian ini juga. Keterbatasan area merupakan gerendel penyebabnya.

Jadi, bisakah berharap jauh bahwa hasil foto kamera smartphone sama dengan hasil kamera DSLR? Jawabnya tidak.

Bahkan, dengan iming-iming beraneka macam aplikasi Android sekalipun, tak hendak berlimpah berubah karena dua pati utamanya, kanta dan penapisan tak berubah. Aplikasi yang masa ini sedia hanya merupakan pengedit foto saja dan merubah filenya bukan peralatan dasarnya.

Generalisasi

Harap diperhatikan jua bahwa sedia abstraksi dalam judul esai yang bagaikan ala screenshoot di atas. Kamera smartphone itu berlimpah jenisnya. Ada yang murah, sedia yang mahal. Yang garib biasanya memiliki derajat kian ayu dibandingkan yang murah.

Contoh, kamera Samsung Galaxy S10 dan iPhone 9 definit kian ayu dari sekedar Oppo A3s yang aku bawa. Bisa beres derajat kanta kedua ponsel pandai kelas atas itu sama kualitasnya dengan DSLR kelas pemula, melainkan andaikata ponsel kelas bawah, agak-agak masih jauh untuk bisa menyamai.

Begitu jua dengan kamera DSLR, sedia kelas-kelasnya. Kelas pembuka jalan atau kelas atas. Kelas atas harganya garib sekali, melainkan kualitasnya jua luar biasa.

Jadi, kamera smartphone yang mana dibandingkan dengan DSLR yang mana? Tidak mungkin kamera smartphone OPPO A3S menandingi hasil Canon EOS 7D (full frame). Bahkan, menandingi hasil Canon EOS 700D di kelas bawah saja susah.

Hasil Foto kamera Smartphone - OPPO A3s

  

Smartphone Vs DSLR : Fitur

Pernah mencoba melakukan teknih panning (untuk menghasilkan kesan "bergerak" ala obyek) dengan smartphone? Belum? Saya sudah. Hasilnya andaikata tak blur semua, akur kesannya obyeknya tiak bergerak. Tidak sedia latar belakang blur ala fotonya.

Sementara ketika menggunakan DSLR entry level saja, aku bisa melakukannya.

Belum berulang long exposure dan beraneka macam kejadian lainnya.

Banyak yang mengatakan bahwa dengan menambahkan aplikasi Android, bagaikan Camera FV 5, fiturnya hendak ekuivalensi dengan DSLR. Kenyataannya, OPPO A3s aku tetap saja OPPO A3s, tak berubah menjadi DSLR. Hanya sedia kaum aksesori fitursaja bagaikan pengaturan ISO.

Hasil fotonya pun tetap sama. Pemakaian aplikasi jenis ini tak bisa merubah kanta dan sensornya. Tetap saja, akibatnya tak bisa mengimbangi.

Fitur di DSLR sangat beragam sehingga aku menyebutnya komputer mini. Semua disediakan bagi memberi bilik kepada daya cipta agar bisa berkembang maksimal.

Dan, sayangnya semua itu tak sedia di smartphone.

Banyak hasil foto kamera DSLR yang dilakukan dengan teknik-teknik pemanfaatan karakteristik ini, dan tak bisa dilakukan dengan sekedar kamera smartphone saja.

Jadi, pertanyaannya, "setara" dalam kejadian ini di cuilan mana. Bagian karakteristik sih, agak-agak tak mungkin keduanya bisa sama.

Jangan jua bandingkan dengan karakteristik DSLR kelas atas, yang pastinya kian beragam.

Bisakah Hasil Foto Kamera Ponsel/Smartphone Sama Dengan Kamera DSLR/Mirrorless ?
Hasil foto kamera smartphone

Smartphone vs DSLR : Ide / Kreativitas

Pernah membesuk foto wanita cantik yang dipotret dengan smartphone ? Pasti berlimpah yang memberi LIKE. Apalagi andaikata modelnya sexy dan berbadan bagus. Iya kan?

Lalu, bandingkan dengan sebentuk foto pemandangan yang dipotret dengan kamera DSLR.

Kira-kira mana yang hendak mendapat LIKE kian banyak, lebih-lebih andaikata yang membesuk adalah kaum adam.

Jelas memperhebat jawabannya? Ya foto wanita cantik itu yang hendak mendapat berlimpah LIKE.

Mengapa bisa begitu?

Karena yang satu ini tak menggandul ala kameranya. Yang satu ini menggandul ala orangnya, fotografernya.

Ingat loh, hasil foto itu tergantung ala dua hal, ialah kamera dan fotografernya.

Kamera boleh kalah kelas, melainkan orangnya bisa menjadi penentu.

Sebuah kamera garib di tangan anak buah yang tak tahu cara menggunakannya akibatnya hendak kalah andaikata dibandingkan dengan smartphone di tangan beliau yang tahu cara memotret. Kemungkinan hasil yang agus dan menarik hendak berada di tangan penjabat smartphone.

Pengetahuan.

Ide.

Kreativitas.

Dalam kejadian ini, bisa dikatakan smartphone bisa mengungguli DSLR atau Mirrorless. Saya pernah membuktikannya sorangan dengan OPPO A3s dibandingkan dengan Samsung Galaxy S9 saja, hasil oto aku kian menarik.

Semua itu karena aku telah belajar fotografi dan tahu menemukan sudut pengambilan gambar yang baik. Saya bisa memaksimalkan kamera di tangan.

Kemampuan ini lah yang membuat anak buah yang membesuk foto acap mengabaikan masalah ketajaman, detail, dan hal-hal teknis lainnya. Mereka kian jatuh cinta ala hasil ala keseluruhan, meski andaikata ditelaah kian jauh lagi, tetap hendak terlihat bahwa derajat fotonya jelas kalah.

Silakan tebak pakai smartphone atau DSLR

 

Kamera Smartphone Tidak Akan Berubah Menjadi DSLR

Itulah faktanya. Kamera smartphone hendak tetap kamera smartphone. Hasil fotonya, andaikata bicara teknis dan kualitas,  tetap saja terlihat berlainan dengan hasil kamera DSLR.

Mau dipasang aplikasi apapun, tetap saja kamera smartphone. Saya telah mencobanya sorangan dengan beraneka macam aplikasi, dan ponsel pintar aku tetaplah OPPO A3s dan tak menjadi Canon 700D.

Sebuah fakta yang layak diterima.

Hal itu bukan berarti bahwa dengan kamera smartphone saya tak bisa menghasilkan foto yang agus dan menarik perhatian. Kalau berpikir bagaikan ini, Anda alpa besar.

Hanya, caranya bukan dengan cara memakai aplikasi beraneka macam macam dan akan datang berbicara "sim salabim" dan kameranya menjadi DSLR. Sampai botak jua tak hendak berubah.

Hal yang layak dilakukan adalah menerima kenyataan bahwa kamera smartphone memiliki keterbatasan. Kemudian, berfokus ala menggunakan kelebihannya, bagaikan :

  • Lebih lebar dibandingkan kanta DSLR
  • Mudah dibawa

Dan, akan datang berlatih beraneka macam gaya fotografi yang sesuai dengannya dan tak memerlukan elemen-elemen DSLR. seperti

  • Penerapan Rule of Thirds
  • Komposisi warna/foto
  • Obyek yang menarik
  • Garis horison lurus
  • Sudut Pengambilan Gambar
  • Lengkapi dengan belajar pengeditan foto

Hasilnya, andaikata dilakukan dengan baik, agak-agak bisa membuat anak buah mengabaikan keunggulan dari DSLR.

Bukan dengan jalan menipu awak sorangan bahwa dengan tips dan akal atau aplikasi bisa membuat hasil foto bagaikan DSLR.

Hal itu tak hendak terjadi.

Ini hasil smartphone jua ASUS Padfone ditambah editing Picasa


 

Sampai di sini detil perihal Bisakah Hasil Foto Kamera Ponsel/Smartphone Sama Dengan Kamera DSLR/Mirrorless ?, semoga info ini dapat menghibur kalian semua salam

 

 

tulisan ini diposting pada tag jenis fotografi landscape, tips membeli kamera digital bekas, komposisi fotografi landscape, , tanggal 11-09-2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melakukan Cropping Foto Dengan Menerapkan Konsep Rule of Thirds

Tidak Semua Yang Dilihat Fotografer Menyenangkan

5 Kamera Mirrorless Terbaik 2018