Berburu Keindahan di Kota Sendiri

Berburu Keindahan di Kota Sendiri - Allow, selamat sore bersua lagi bersama blog seputar fotografi keren pada kali ini admin akan membawakan hal tentang Seputar fotografer keren baca selengkapnya Berburu Keindahan di Kota Sendiri Supaya memperoleh pembahasan pembahasan lain nya yang pasti terfavorit, silahkan berkunjung blog

Berburu Keindahan di Kota Sendiri - Allow, selamat sore bersua lagi bersama blog info fotografi keren pada kali ini admin akan membawakan hal tentang fotografi kreatif Supaya memperoleh ulasan ulasan lain nya yang pasti terbaru, silahkan berkunjung blog fotografii18

 

 

Istana Bogor 2017

Tidak terasa juga, telah tiga warsa lebih abdi menekuni favorit sebagai seorang juru potret jalanan (atau apalah sebutannya). Selama itu entah telah berapa ratus kilometer bagian dari metropolitan Bogor yang abdi susuri demi mendapatkan foto.

Mulanya hanya berbekal dengan sebentuk smartphone lawas, Sony Xperia M, dengan lensa seadanya. Kemudian berkembang karena abdi menyadari keterbatasannya, dengan sebentuk prosumer Fuji Finepix HS 35EXR. Baru setahun belakangan, kemana-mana, sebentuk Canon EOS 700D selalu menemani.

Tidak mewah. Tidak canggih. Tetapi, itulah yang becus abdi beli. Lagipula, abdi tidak menekuni fotografi buat mencari nafkah, selain sebagai hobi, jua diniatkan buat memadatkan blog bernama Lovely Bogor, yang tentunya isinya merupakan hal-hal yang berantai dengan si Kota Hujan.

Selama itu pula, bisa dikata, sama banget tidak suah abdi melakukan hunting foto keluar dari metropolitan tersebut. Hampir, karena lagi ada bagian kecil dimana abdi tetap memotret, yaitu era berangkat dengan pulang kerja antara Bogor- Jakarta. Sepanjang perjalanan, abdi kerap menggunakan smartphone buat gambar hal yang dianggap menarik.

Mengapa abdi hanya gambar di Bogor saja? Mengapa tidak pergi ke tempat lain yang memiliki jamal alam, seperti Bromo, Lombok, alias Bali?

Yah, abdi senggang gambar sebagian kecil Bali, yang abdi lakukan era berwisata bersama rekan-rekan kantor (dan dibiayai oleh perusahaan). Tetapi, yang tempat wisata lain, belum pernah, dengan sebenarnya tidak berniat buat sengaja pergi kesana sekedar buat mendapatkan foto-foto indah.

Sama banget tidak terpikir.

Berburu Keindahan di Kota Sendiri
Istana Bogor 2017

Selain karena biaya, yang tentunya sama banget tidak murah, ada satu hal lain yang membuat abdi dekat tidak terpikir buat berburu jamal di luar metropolitan sendiri.

Hal itu merupakan "Bogor telah menyediakanterlalu banyak keindahan" buat direkam oleh kamera.

Selama abdi menyusuri jalan-jalan di Kota Hujan yang terkenal dengan Kebun Rayanya itu, abdi menyadari bahwa fotografi bukanlah atas "berburu tempat-tempat indah" saja. Lebih dari itu, fotografi merupakan atas "menemukan keindahan" dalam sekalian hal yang ada di dalam kehidupan.

Pergi ke sebentuk lokasi yang indah dengan belum suah kita kunjungi memang hendak banyak membantu dalam menciptakan foto-foto yang indah. Rasa ketertarikan terhadap hal baru, semangat yang fresh, dengan kegembiraan era berwisata hendak banyak menciptakan mood yang ayu bagi seorang fotografer.

Meskipun demikian, yang seperti itu bukanlah segalanya.

Seorang juru potret yang ayu haruslah bisa menggali dengan menemukan "keindahan" apapun yang dihadirkan di dada matanya. Ia harus becus menemukan sudut pandang yang hendak membantu orang melihat jamal yang dilihatnya dari sudut itu.

Lagi pula, metropolitan Bogor, yang telah abdi diami selagi dekat 40 tahun, menyodorkan kepada abdi begitu banyak jamal yang bahkan tidak mungkin bisa dttemukan dengan ditangani seorang diri. Seribu orang juru potret kendatipun tidak hendak bisa mengeksplor jamal yang disedikan metropolitan ini.

Lalu, apa pasal harus memaksakan awak buat mengorek-ngorek jamal di metropolitan dengan alam lain kalau di tempat sendiri saja telah terlalu banyak buat ditangani? Bukankah itu salah satu argumen apa pasal jutaan wisatawan ada ke metropolitan ini?

Alasan bosan, tidak excited, dengan sejenisnya banyak tidak masuk di akal. Tiga warsa lebih berkelana dari satu sudut ke sudut lain metropolitan ini menunjukkan bahwa pengetahuan abdi atas metropolitan dimana abdi hidup selagi 4 dasawarsa itu ternyata lagi banyak sedikit. Banyak banget hal anyar yang hadir di dada mata era memasuki pelosok-pelosok metropolitan ini. Rasa ketertarikannya tidak berlainan dengan era melancong ke alam lain.

Jadi, argumen tidak menarik, bosan, sama banget tidak benar dalam hal ini.

Berburu Keindahan di Kota Sendiri
Istana Bogor 2017

Hal ini bukan berarti abdi tidak akan buat berkunjung ke metropolitan lain. Tetap saja kalau memang ada kesempatan, abdi tidak hendak berkeberatan buat pergi. Hanya saja, argumen keberangkatan itu tidak hendak suah dengan tujuan "berburu keindahan". Kalau alasannya buat berwisata dengan berbesar hati bersama keluarga, baiklah dengan senang hati.

Saat itu telah pasti, abdi hendak menggunakan kesempatan buat gambar dengan merekam apa saja dengan si Canon (atau si Asus T00N, smartphone). Tidak hendak abdi lewatkan kesempatan emas ini.

Tetapi, sekedar buat "hunting foto" dengan "memotret yang indah-indah" saja tidak hendak suah menjadi argumen keberangkatan saya. Bogor telah menyediakan banyak jamal dengan hal itu telah lebih dari cukup.

Lalu, apa pasal abdi harus berburu jamal itu di metropolitan lain?

 

Demikan info tentang Berburu Keindahan di Kota Sendiri, semoga ulasan ini dapat membantu pembaca salam

 

 

Artikel ini diposting pada label , tips membeli kamera bagi pemula, , tanggal 11-09-2019

|https://fotografii18.blogspot.com|fotografii18}

 

 

Istana Bogor 2017

Tidak terasa juga, telah tiga warsa lebih abdi menekuni favorit sebagai seorang juru potret jalanan (atau apalah sebutannya). Selama itu entah telah berapa ratus kilometer bagian dari metropolitan Bogor yang abdi susuri demi mendapatkan foto.

Mulanya hanya berbekal dengan sebentuk smartphone lawas, Sony Xperia M, dengan lensa seadanya. Kemudian berkembang karena abdi menyadari keterbatasannya, dengan sebentuk prosumer Fuji Finepix HS 35EXR. Baru setahun belakangan, kemana-mana, sebentuk Canon EOS 700D selalu menemani.

Tidak mewah. Tidak canggih. Tetapi, itulah yang becus abdi beli. Lagipula, abdi tidak menekuni fotografi buat mencari nafkah, selain sebagai hobi, jua diniatkan buat memadatkan blog bernama Lovely Bogor, yang tentunya isinya merupakan hal-hal yang berantai dengan si Kota Hujan.

Selama itu pula, bisa dikata, sama banget tidak suah abdi melakukan hunting foto keluar dari metropolitan tersebut. Hampir, karena lagi ada bagian kecil dimana abdi tetap memotret, yaitu era berangkat dengan pulang kerja antara Bogor- Jakarta. Sepanjang perjalanan, abdi kerap menggunakan smartphone buat gambar hal yang dianggap menarik.

Mengapa abdi hanya gambar di Bogor saja? Mengapa tidak pergi ke tempat lain yang memiliki jamal alam, seperti Bromo, Lombok, alias Bali?

Yah, abdi senggang gambar sebagian kecil Bali, yang abdi lakukan era berwisata bersama rekan-rekan kantor (dan dibiayai oleh perusahaan). Tetapi, yang tempat wisata lain, belum pernah, dengan sebenarnya tidak berniat buat sengaja pergi kesana sekedar buat mendapatkan foto-foto indah.

Sama banget tidak terpikir.

Berburu Keindahan di Kota Sendiri
Istana Bogor 2017

Selain karena biaya, yang tentunya sama banget tidak murah, ada satu hal lain yang membuat abdi dekat tidak terpikir buat berburu jamal di luar metropolitan sendiri.

Hal itu merupakan "Bogor telah menyediakanterlalu banyak keindahan" buat direkam oleh kamera.

Selama abdi menyusuri jalan-jalan di Kota Hujan yang terkenal dengan Kebun Rayanya itu, abdi menyadari bahwa fotografi bukanlah atas "berburu tempat-tempat indah" saja. Lebih dari itu, fotografi merupakan atas "menemukan keindahan" dalam sekalian hal yang ada di dalam kehidupan.

Pergi ke sebentuk lokasi yang indah dengan belum suah kita kunjungi memang hendak banyak membantu dalam menciptakan foto-foto yang indah. Rasa ketertarikan terhadap hal baru, semangat yang fresh, dengan kegembiraan era berwisata hendak banyak menciptakan mood yang ayu bagi seorang fotografer.

Meskipun demikian, yang seperti itu bukanlah segalanya.

Seorang juru potret yang ayu haruslah bisa menggali dengan menemukan "keindahan" apapun yang dihadirkan di dada matanya. Ia harus becus menemukan sudut pandang yang hendak membantu orang melihat jamal yang dilihatnya dari sudut itu.

Lagi pula, metropolitan Bogor, yang telah abdi diami selagi dekat 40 tahun, menyodorkan kepada abdi begitu banyak jamal yang bahkan tidak mungkin bisa dttemukan dengan ditangani seorang diri. Seribu orang juru potret kendatipun tidak hendak bisa mengeksplor jamal yang disedikan metropolitan ini.

Lalu, apa pasal harus memaksakan awak buat mengorek-ngorek jamal di metropolitan dengan alam lain kalau di tempat sendiri saja telah terlalu banyak buat ditangani? Bukankah itu salah satu argumen apa pasal jutaan wisatawan ada ke metropolitan ini?

Alasan bosan, tidak excited, dengan sejenisnya banyak tidak masuk di akal. Tiga warsa lebih berkelana dari satu sudut ke sudut lain metropolitan ini menunjukkan bahwa pengetahuan abdi atas metropolitan dimana abdi hidup selagi 4 dasawarsa itu ternyata lagi banyak sedikit. Banyak banget hal anyar yang hadir di dada mata era memasuki pelosok-pelosok metropolitan ini. Rasa ketertarikannya tidak berlainan dengan era melancong ke alam lain.

Jadi, argumen tidak menarik, bosan, sama banget tidak benar dalam hal ini.

Berburu Keindahan di Kota Sendiri
Istana Bogor 2017

Hal ini bukan berarti abdi tidak akan buat berkunjung ke metropolitan lain. Tetap saja kalau memang ada kesempatan, abdi tidak hendak berkeberatan buat pergi. Hanya saja, argumen keberangkatan itu tidak hendak suah dengan tujuan "berburu keindahan". Kalau alasannya buat berwisata dengan berbesar hati bersama keluarga, baiklah dengan senang hati.

Saat itu telah pasti, abdi hendak menggunakan kesempatan buat gambar dengan merekam apa saja dengan si Canon (atau si Asus T00N, smartphone). Tidak hendak abdi lewatkan kesempatan emas ini.

Tetapi, sekedar buat "hunting foto" dengan "memotret yang indah-indah" saja tidak hendak suah menjadi argumen keberangkatan saya. Bogor telah menyediakan banyak jamal dengan hal itu telah lebih dari cukup.

Lalu, apa pasal abdi harus berburu jamal itu di metropolitan lain?

 

Demikan info tentang Berburu Keindahan di Kota Sendiri, semoga ulasan ini dapat membantu pembaca salam

 

 

Artikel ini diposting pada label , tips membeli kamera bagi pemula, , tanggal 11-09-2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melakukan Cropping Foto Dengan Menerapkan Konsep Rule of Thirds

Tidak Semua Yang Dilihat Fotografer Menyenangkan

5 Kamera Mirrorless Terbaik 2018