Apa itu post-processing dalam fotografi?

Apa itu post-processing dalam fotografi? - Hallo, selamat sore bersua kembali dengan web info fotografi terbaik di kesempatan ini kita akan membawakan hal mengenai fotografi kreatif tips membeli kamera canon untuk pemula lihat selengkapnya Apa itu post-processing dalam fotografi? Agar memperoleh ulasan ulasan lain nya yg tentu terfavorit, silahkan kunjungi blog

Apa itu post-processing dalam fotografi? - Hallo, selamat sore bersua kembali dengan web seputar fotografi terbaik di kesempatan ini kita akan membawakan hal mengenai fotografi keren Agar memperoleh berita berita lain nya yg tentu terbaik, silahkan kunjungi blog fotografii18

 

 

Post-processing dalam fotografi ialah istilah yang mengacu pada tindakan-tindakan yang dilakukan oleh seorang fotografer di luar kamera.

Mungkin banyak yang menyangka andaikata sebuah foto yang terlihat menakjubkan dengan kekontrasan bermacam-macam yang mengundang decak kagum berasal terus dari kamera. Tetapi, di dalam masa dimana tehnologi sudah demikian berkembang ini, faktual sangat bisa oke foto tersebut melalui satu tahap lainnya, yaitu pemrosesan di komputer.

Proses post-processing ini biasanya dilakukan dengan phot software editting atau perangkat lunak pengedit citra. Beberapa contoh dari perangkat lunak ini ialah Photoscape atau Adobe Lightroom yang dipergunakan fotografer profesional.

Dengan memakai perangkat lunak ini, sebuah foto selepas ditransfer dari kamera, hendak mengalami kaum penambahan atau pengurangan. Sebagai contoh cropping, penambahan backlight, perubahan kontras warna, membuatnya bertambah terang atau sebagainya.

Jadi, bisa dikata sebuah foto sebelum tampil, barangkali di layar komputer atau baliho, bisa oke mengalami dua kali proses. Yang satu cara di kodak dan kemudian di komputer.

Pro dan anti post-processing dalam fotografi

Ada perdebatan di dunia fotografi akan hal ini.

Sebagian mengatakan bahwa tindakan post-processing pada sebuah foto ialah "kecurangan". Dengan melakukannya, seorang fotografer menghasilkan sesuatu yang faktual tak mengatur hasilkan dengan kameranya. Mereka menghasilkannya dari komputer.

Hal ini dianggap tak menunjukkan kapabilitas atau kemampuan si fotografer sendiri.

Di beda pihak, banyak fotografer yang berpandangan bahwa fotografi harus berjalan seperjalanan dengan manusia. Ketika tehnologi berkembang, maka sah-sah saja memanfaatkan kesuksesan tehnologi untuk menghasilkan sesuatu yang bertambah indah dan baik.

Apalagi dalam kenyataannya, sebuah foto memang selalu mengalami kaum langkah proses, justru sejak dalam kamera. Banyak yang tak menyadari andaikata sebuah kodak digital pada dasarnya ialah sebuah komputer mini dengan prosesor dan pengolah citra. Begitu pula saat dalam memotret kita acap mengutak atik setting pencahayaan dan beda sebagainya, yang faktual tak berbeda dengan melaksanakan post-processing.

Saya sorangan cenderung untuk ikut-ikutan ajaran kedua. Bagaimanapun, kesuksesan tehnologi fotografi dan kodak tak lah seharusnya diabaikan andaikata hal itu bisa membantu memberikan hasil yang bertambah baik.

Apalagi post processing tak mengubah banyak. Sebuah foto yang tak menarik dengan komposisi dan penempatan obyek yang tak akurat tak hendak jadi sebuah foto yang luar biasa. Post-processing hanya membantu menyesuaikan kaum hal sehingga sesuai dengan citra yang sedia di kepala si fotografer.

Tetapi, saya cukup memafhumi bahwa terlalu banyak menggunakannya malah bisa mengurangi naluri dan kemampuan. Seorang fotografer yang terlalu mengandalkan cara di luar kodak cenderung jadi agak abai dengan berbagai tehnik standar fotografi karena bersungguh-sungguh bahwa hal itu dapat diedit di komputer.

Oleh karena itu, saya hendak seminimal mungkin melaksanakan post-processing pada foto-foto yang hendak ditampilkan.

 

Sekian pembahasan perihal Apa itu post-processing dalam fotografi?, semoga ulasan ini dapat menambah wawasan pembaca salam

 

 

tulisan ini diposting pada kategori tips membeli kamera canon untuk pemula, fotografer landscape terbaik dunia, , tanggal 11-09-2019

|https://fotografii18.blogspot.com|fotografii18}

 

 

Post-processing dalam fotografi ialah istilah yang mengacu pada tindakan-tindakan yang dilakukan oleh seorang fotografer di luar kamera.

Mungkin banyak yang menyangka andaikata sebuah foto yang terlihat menakjubkan dengan kekontrasan bermacam-macam yang mengundang decak kagum berasal terus dari kamera. Tetapi, di dalam masa dimana tehnologi sudah demikian berkembang ini, faktual sangat bisa oke foto tersebut melalui satu tahap lainnya, yaitu pemrosesan di komputer.

Proses post-processing ini biasanya dilakukan dengan phot software editting atau perangkat lunak pengedit citra. Beberapa contoh dari perangkat lunak ini ialah Photoscape atau Adobe Lightroom yang dipergunakan fotografer profesional.

Dengan memakai perangkat lunak ini, sebuah foto selepas ditransfer dari kamera, hendak mengalami kaum penambahan atau pengurangan. Sebagai contoh cropping, penambahan backlight, perubahan kontras warna, membuatnya bertambah terang atau sebagainya.

Jadi, bisa dikata sebuah foto sebelum tampil, barangkali di layar komputer atau baliho, bisa oke mengalami dua kali proses. Yang satu cara di kodak dan kemudian di komputer.

Pro dan anti post-processing dalam fotografi

Ada perdebatan di dunia fotografi akan hal ini.

Sebagian mengatakan bahwa tindakan post-processing pada sebuah foto ialah "kecurangan". Dengan melakukannya, seorang fotografer menghasilkan sesuatu yang faktual tak mengatur hasilkan dengan kameranya. Mereka menghasilkannya dari komputer.

Hal ini dianggap tak menunjukkan kapabilitas atau kemampuan si fotografer sendiri.

Di beda pihak, banyak fotografer yang berpandangan bahwa fotografi harus berjalan seperjalanan dengan manusia. Ketika tehnologi berkembang, maka sah-sah saja memanfaatkan kesuksesan tehnologi untuk menghasilkan sesuatu yang bertambah indah dan baik.

Apalagi dalam kenyataannya, sebuah foto memang selalu mengalami kaum langkah proses, justru sejak dalam kamera. Banyak yang tak menyadari andaikata sebuah kodak digital pada dasarnya ialah sebuah komputer mini dengan prosesor dan pengolah citra. Begitu pula saat dalam memotret kita acap mengutak atik setting pencahayaan dan beda sebagainya, yang faktual tak berbeda dengan melaksanakan post-processing.

Saya sorangan cenderung untuk ikut-ikutan ajaran kedua. Bagaimanapun, kesuksesan tehnologi fotografi dan kodak tak lah seharusnya diabaikan andaikata hal itu bisa membantu memberikan hasil yang bertambah baik.

Apalagi post processing tak mengubah banyak. Sebuah foto yang tak menarik dengan komposisi dan penempatan obyek yang tak akurat tak hendak jadi sebuah foto yang luar biasa. Post-processing hanya membantu menyesuaikan kaum hal sehingga sesuai dengan citra yang sedia di kepala si fotografer.

Tetapi, saya cukup memafhumi bahwa terlalu banyak menggunakannya malah bisa mengurangi naluri dan kemampuan. Seorang fotografer yang terlalu mengandalkan cara di luar kodak cenderung jadi agak abai dengan berbagai tehnik standar fotografi karena bersungguh-sungguh bahwa hal itu dapat diedit di komputer.

Oleh karena itu, saya hendak seminimal mungkin melaksanakan post-processing pada foto-foto yang hendak ditampilkan.

 

Sekian pembahasan perihal Apa itu post-processing dalam fotografi?, semoga ulasan ini dapat menambah wawasan pembaca salam

 

 

tulisan ini diposting pada kategori tips membeli kamera canon untuk pemula, fotografer landscape terbaik dunia, , tanggal 11-09-2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melakukan Cropping Foto Dengan Menerapkan Konsep Rule of Thirds

Tidak Semua Yang Dilihat Fotografer Menyenangkan

5 Kamera Mirrorless Terbaik 2018