Apa itu Fotografi?
Apa itu Fotografi? - hey, selamat siang ketemu lagi dengan website info fotografi keren sesi kali ini kita akan merivew hal mengenai fotografi kreatif artikel fotografi makro baca selengkapnya Apa itu Fotografi? Agar mendapatkan ulasan ulasan lain nya yang pasti terfavorit, silahkan mampir blog
Apa itu Fotografi? - hey, selamat siang ketemu lagi dengan website seputar fotografi keren di kesempatan ini kita akan merivew hal mengenai fotografi keren Agar mendapatkan ulasan ulasan lain nya yang pasti menarik, silahkan mampir blog fotografii18.blogspot.com
Apa itu Fotografi dengan sejarah Fotografi? - Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata dalam bahasa Yunani yaitu “Photos”: binar dengan “Grafo”: Melukis) ialah cara melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya.
Fotografi berarti cara atau metode buat menghasilkan gambar atau cetakan dari suatu obyek dengan merekam pantulan binar yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer buat mengamankan binar ini ialah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada cetakan yang bisa dibuat.
Untuk menghasilkan intensitas binar yang akurat buat menghasilkan gambar, digunakan bantuan instrumen sukat berupa lightmeter. Setelah kena bentuk iluminasi yang tepat, seorang fotografer bisa memanipulasi intensitas binar tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), Diafragma (Aperture), dengan Kecepatan Rana (Speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (Exposure). Di daur fotografi digital dimana film tidak digunakan, alkisah kecekapan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO.
| ISO pada kamera digital, ialah bentuk tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya |
Sejarah Fotografi
Sejarah Fotografi dimulai pada era ke-19. Tahun 1839 melahirkan tahun awal kelahiran fotografi. Pada detik itu, di Perancis dinyatakan ala resmi bahwa fotografi ialah sebentuk terobosan teknologi. Saat itu, rekaman dua dimensi seperti yang dilihat mata pernah bisa dibuat permanen.
Sejarah fotografi bermula antara sebelum Masehi. Pada era ke-5 Sebelum Masehi (SM), seorang pria bernama Mo Ti mengamati suatu gejala. Jika pada dinding ruangan yang kelam terdapat lubang kecil (pinhole), alkisah di bagian dalam ruang itu akan terefleksikan pemandangan di luar ruang ala terbalik lewat lubang tadi. Mo Ti ialah orang pertama yang menyadari fenomena kamera obscura.
Berabad-abad kemudian, berlimpah yang menyadari dengan mengagumi fenomena ini, sebut sahaja Aristoteles pada era ke-3 SM dengan seorang akademikus Arab Ibnu Al Haitam (Al Hazen) pada era ke-10 SM, yang berusaha buat menciptakan beserta mengembangkan instrumen yang sekarang dikenal sebagai kamera. Pada tahun 1558, seorang akademikus Italia, Giambattista della Porta melisankan ”camera obscura” pada sebentuk persegi yang membantu pelukis mengamankan gambaran gambar.
Nama kamera obscura diciptakan bagi Johannes Kepler pada tahun 1611. Johannes Kepler membuat desain kamera portable yang dibuat seperti sebentuk tenda, dengan bersedekah cap instrumen tersebut kamera obscura. Didalam tenda banyak kelam kecuali sedikit binar yang ditangkap bagi lensa, yang membentuk gambar keadaan di luar tenda di tempat secarik kertas.
![]() |
| seniman pada abad-19 menggunakan kamera obscura buat membuat sketsa |
![]() |
| gambar 3D kamera obscura |
Berbagai penelitian dilakukan dari pada awal era ke-17 ,seorang akademikus berkebangsaan Italia – Angelo Sala menggunakan binar matahari buat merekam sebaris kata pada cadel chloride perak. Tapi ia batal melindungi gambar ala permanen. Sekitar tahun 1800, Thomas Wedgwood, seorang berkebangsaan Inggris bereksperimen buat merekam gambar positif dari citra pada kamera obscura berlensa, hasilnya banyak mengecewakan. Humphrey Davy melaksanakan percobaan lebih lanjut dengan chlorida perak, tapi bernasib sama juga walaupun pernah berhasil mengamankan imaji melalui kamera obscura sonder lensa.
Akhirnya, pada tahun 1824, seorang seniman lithography Perancis, Joseph-Nicephore Niepce (1765-1833), setelah delapan jam meng-exposed pemandangan dari jendela kamarnya, melalui cara yang disebutnya Heliogravure (proses kerjanya mirip lithograph) di tempat cadel logam yang dilapisi aspal, berhasil melahirkan sebentuk gambar yang duga kabur, berhasil pula melindungi gambar ala permanen. Ia melanjutkan percobaannya engat tahun 1826, inilah yang akhirnya menjadi sejarah awal fotografi yang sebenarnya. Foto yang dihasilkan itu kini disimpan di University of Texas di Austin, AS.
![]() |
“View from the Window at Le Gras” cetakan pertama yang berhasil dicetak meskipun masih tampak kabur, dibuat bagi Joseph Nicéphore Niépce |
Penelitian demi penelitian berjalan berlanjut engat pata coplok tanggal 19 Agustus 1839, desainer panggung opera yang juga pelukis, Louis-Jacques Mande’ Daguerre (1787-1851) dinobatkan sebagai orang pertama yang berhasil membuat cetakan yang sebenarnya: sebentuk gambar ajek pada lembaran cakram tembaga perak yang dilapisi cairan yodium yang disinari selama satu setengah jam binar langsung dengan pemanas merkuri (neon). Proses ini disebut daguerreotype. Untuk membuat gambar permanen, cadel dicuci cairan garam dapur dengan asir suling. Januari 1839, Daguerre aktual embuh mematenkan temuannya itu. Akan tetapi, Pemerintah Perancis berpikir bahwa temuan itu sebaiknya dibagikan ke seluruh alam ala cuma-cuma.
![]() |
| “Boulevard du Temple” cetakan pertama yang diakui ala umum, dibuat bagi Louis Daguerre |
Fotografi kemudian berkembang dengan banyak cepat. Melalui perusahaan Kodak Eastman, George Eastman mengembangkan fotografi dengan menciptakan beserta menjual roll film dengan kamera boks yang praktis, sejalan dengan perkembangan dalam alam fotografi melalui perbaikan lensa, shutter, film dengan kertas foto.
Tahun 1950, buat memudahkan pembidikan pada kamera Single Lens Reflex alkisah mulailah digunakan prisma (SLR), dengan Jepang pun dari memasuki alam fotografi dengan produksi kamera Nikon yang kemudian disusul dengan Canon. Tahun 1972 kamera Polaroid temuan Edwin Land dari dipasarkan. Kamera Polaroid mampu menghasilkan gambar sonder melalui cara pengembangan dengan pengecapan film.
![]() |
| kamera dslr nikon |
Kemajuan teknologi turut memacu fotografi ala banyak cepat. Kalau dulu kamera sebesar tenda hanya bisa menghasilkan gambar yang tidak terlalu tajam, kini kamera digital yang belaka sebesar dompet mampu membuat cetakan yang banyak lancip dalam bentuk sebesar koran.
Sampai disini ulasan mengenai Apa itu Fotografi?, semoga artikel ini dapat bermanfaat kalian semua terima kasih
Artikel ini diposting pada kategori artikel fotografi makro, fotografi makro adalah, , tanggal 11-09-2019
|https://fotografii18.blogspot.com|fotografii18}
Apa itu Fotografi dengan sejarah Fotografi? - Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata dalam bahasa Yunani yaitu “Photos”: binar dengan “Grafo”: Melukis) ialah cara melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya.
Fotografi berarti cara atau metode buat menghasilkan gambar atau cetakan dari suatu obyek dengan merekam pantulan binar yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer buat mengamankan binar ini ialah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada cetakan yang bisa dibuat.
Untuk menghasilkan intensitas binar yang akurat buat menghasilkan gambar, digunakan bantuan instrumen sukat berupa lightmeter. Setelah kena bentuk iluminasi yang tepat, seorang fotografer bisa memanipulasi intensitas binar tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), Diafragma (Aperture), dengan Kecepatan Rana (Speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (Exposure). Di daur fotografi digital dimana film tidak digunakan, alkisah kecekapan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO.
| ISO pada kamera digital, ialah bentuk tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya |
Sejarah Fotografi
Sejarah Fotografi dimulai pada era ke-19. Tahun 1839 melahirkan tahun awal kelahiran fotografi. Pada detik itu, di Perancis dinyatakan ala resmi bahwa fotografi ialah sebentuk terobosan teknologi. Saat itu, rekaman dua dimensi seperti yang dilihat mata pernah bisa dibuat permanen.
Sejarah fotografi bermula antara sebelum Masehi. Pada era ke-5 Sebelum Masehi (SM), seorang pria bernama Mo Ti mengamati suatu gejala. Jika pada dinding ruangan yang kelam terdapat lubang kecil (pinhole), alkisah di bagian dalam ruang itu akan terefleksikan pemandangan di luar ruang ala terbalik lewat lubang tadi. Mo Ti ialah orang pertama yang menyadari fenomena kamera obscura.
Berabad-abad kemudian, berlimpah yang menyadari dengan mengagumi fenomena ini, sebut sahaja Aristoteles pada era ke-3 SM dengan seorang akademikus Arab Ibnu Al Haitam (Al Hazen) pada era ke-10 SM, yang berusaha buat menciptakan beserta mengembangkan instrumen yang sekarang dikenal sebagai kamera. Pada tahun 1558, seorang akademikus Italia, Giambattista della Porta melisankan ”camera obscura” pada sebentuk persegi yang membantu pelukis mengamankan gambaran gambar.
Nama kamera obscura diciptakan bagi Johannes Kepler pada tahun 1611. Johannes Kepler membuat desain kamera portable yang dibuat seperti sebentuk tenda, dengan bersedekah cap instrumen tersebut kamera obscura. Didalam tenda banyak kelam kecuali sedikit binar yang ditangkap bagi lensa, yang membentuk gambar keadaan di luar tenda di tempat secarik kertas.
![]() |
| seniman pada abad-19 menggunakan kamera obscura buat membuat sketsa |
![]() |
| gambar 3D kamera obscura |
Berbagai penelitian dilakukan dari pada awal era ke-17 ,seorang akademikus berkebangsaan Italia – Angelo Sala menggunakan binar matahari buat merekam sebaris kata pada cadel chloride perak. Tapi ia batal melindungi gambar ala permanen. Sekitar tahun 1800, Thomas Wedgwood, seorang berkebangsaan Inggris bereksperimen buat merekam gambar positif dari citra pada kamera obscura berlensa, hasilnya banyak mengecewakan. Humphrey Davy melaksanakan percobaan lebih lanjut dengan chlorida perak, tapi bernasib sama juga walaupun pernah berhasil mengamankan imaji melalui kamera obscura sonder lensa.
Akhirnya, pada tahun 1824, seorang seniman lithography Perancis, Joseph-Nicephore Niepce (1765-1833), setelah delapan jam meng-exposed pemandangan dari jendela kamarnya, melalui cara yang disebutnya Heliogravure (proses kerjanya mirip lithograph) di tempat cadel logam yang dilapisi aspal, berhasil melahirkan sebentuk gambar yang duga kabur, berhasil pula melindungi gambar ala permanen. Ia melanjutkan percobaannya engat tahun 1826, inilah yang akhirnya menjadi sejarah awal fotografi yang sebenarnya. Foto yang dihasilkan itu kini disimpan di University of Texas di Austin, AS.
![]() |
“View from the Window at Le Gras” cetakan pertama yang berhasil dicetak meskipun masih tampak kabur, dibuat bagi Joseph Nicéphore Niépce |
Penelitian demi penelitian berjalan berlanjut engat pata coplok tanggal 19 Agustus 1839, desainer panggung opera yang juga pelukis, Louis-Jacques Mande’ Daguerre (1787-1851) dinobatkan sebagai orang pertama yang berhasil membuat cetakan yang sebenarnya: sebentuk gambar ajek pada lembaran cakram tembaga perak yang dilapisi cairan yodium yang disinari selama satu setengah jam binar langsung dengan pemanas merkuri (neon). Proses ini disebut daguerreotype. Untuk membuat gambar permanen, cadel dicuci cairan garam dapur dengan asir suling. Januari 1839, Daguerre aktual embuh mematenkan temuannya itu. Akan tetapi, Pemerintah Perancis berpikir bahwa temuan itu sebaiknya dibagikan ke seluruh alam ala cuma-cuma.
![]() |
| “Boulevard du Temple” cetakan pertama yang diakui ala umum, dibuat bagi Louis Daguerre |
Fotografi kemudian berkembang dengan banyak cepat. Melalui perusahaan Kodak Eastman, George Eastman mengembangkan fotografi dengan menciptakan beserta menjual roll film dengan kamera boks yang praktis, sejalan dengan perkembangan dalam alam fotografi melalui perbaikan lensa, shutter, film dengan kertas foto.
Tahun 1950, buat memudahkan pembidikan pada kamera Single Lens Reflex alkisah mulailah digunakan prisma (SLR), dengan Jepang pun dari memasuki alam fotografi dengan produksi kamera Nikon yang kemudian disusul dengan Canon. Tahun 1972 kamera Polaroid temuan Edwin Land dari dipasarkan. Kamera Polaroid mampu menghasilkan gambar sonder melalui cara pengembangan dengan pengecapan film.
![]() |
| kamera dslr nikon |
Kemajuan teknologi turut memacu fotografi ala banyak cepat. Kalau dulu kamera sebesar tenda hanya bisa menghasilkan gambar yang tidak terlalu tajam, kini kamera digital yang belaka sebesar dompet mampu membuat cetakan yang banyak lancip dalam bentuk sebesar koran.
Sampai disini ulasan mengenai Apa itu Fotografi?, semoga artikel ini dapat bermanfaat kalian semua terima kasih
Artikel ini diposting pada kategori artikel fotografi makro, fotografi makro adalah, , tanggal 11-09-2019







Komentar
Posting Komentar