4 Tips Mengatasi Rasa Minder Setelah Membaca Website/Blog Foto Terkenal
4 Tips Mengatasi Rasa Minder Setelah Membaca Website/Blog Foto Terkenal - Hallo, selamat malam ketemu lagi dengan web seputar fotografi keren pada artikel ini kita akan membawakan hal mengenai fotografi kreatif fotografi makro dengan kamera hp lihat selengkapnya 4 Tips Mengatasi Rasa Minder Setelah Membaca Website/Blog Foto Terkenal Untuk memperoleh berita berita lain nya yang tentu menarik, mari mampir blog
4 Tips Mengatasi Rasa Minder Setelah Membaca Website/Blog Foto Terkenal - Hallo, selamat malam ketemu lagi dengan web seputar fotografi keren artikel ini kita akan membawakan hal mengenai fotografi keren Untuk memperoleh informasi informasi lain nya yang tentu menarik, mari mampir blog https://fotografii18.blogspot.com
Salah satu aturan paling am dalam belajar fotografi, terutama secara otodidak, adalah dengan berkunjung ke website ataupun blog foto eigendom juru potret terkernal. Contohnya, website Darwis Triadi, Darren Rowse dengan Digital Photography School, ataupun banyak blog lain yang sudah terkenal. Disana tentu banyak sekali tips dan trik serta les yang menjelaskan bagaimana membuat foto yang memukau.
Dan, tentu banyak sekali pengetahuan yang bisa didapat dari sana.
Sayangnya, terkadang sedia buah negatif jua hadir dalam diri seseorang sehabis itu. Ada melalui rendah diri alias aib diri yang melantas terselip di dalam hati. Mau tak mau, di blog-blog foto kenamaan itu tentu dipajang berbagai produk karya yang kerap membuat anak Adam ternganga karena keindahannya.
Jeleknya lagi, sehabis saya mencoba berbagai tips dan triknya, ternyata akhirnya sedang antara dari barang apa yang diharapkan. Foto-foto saya sedang sahaja terkesan jelek dibandingkan barang apa yang saya lihat disana.
Minder, aib diri, menganggap bodoh, tak serau melantas nongol tak tertahankan. Padahal, anggapan seperti ini bahkan menghambat perkembangan seorang juru potret pemula buat beranjak maju.
Percayalah, aku pernah menjumpai hal itu. Sampai sekarang pula sering melalui itu sedang timbul.
Nah, buat mengatasi melalui aib diri itu, yang mau tak mau harus diatasi, caranya faktual tak sulit, walau tak mudah. Yang perlu dilakukan hanyalah meluluskan kaum bahan saja, seperti :
Experience Does Matter : Pengalaman Menentukan
Fotografi adalah skill dan dalam sebuah skill, pengalaman seseorang di bidangnya amat berpengaruh besar akan keilmuan yang dimilikinya.
Orang-orang di belakang website ataupun blog foto kenamaan itu jelas sudah berpengalaman di bidang fotografi selagi bertahun-tahun. Bahkan sedia yang sudah puluhan tahun.
Jadi, nir- coba bandingkan produk sendiri yang baru bergelut di alam fotografi selagi kaum tahun dengan mengatur yang sudah lama. Jelas tak sebanding. Lagipula, bukankah argumen saya berkunjung ke website/blog itu adalah buat menimba ilmu? Mereka guru, saya murid.
Terima bukti ini dan nir- mencoba membandingkan.
Gears Are Decisive : Peralatan Menentukan
Fotografer berpengalaman biasanya memperlengkapi diri mengatur dengan instrumen terbaik (dan mahal). Peralatan dalam hal ini bukan hanya kamera, tetapi jua lensa, tripod, dan berbagai aksesori lainnya.
Belum berulang kelas kamera yang dipergunakan adalah high-end punya ataupun kelas atas dan diperlengkapi kanta seri L.
Dan, mayoritas foto atas website ataupun blog foto eigendom juru potret terkenal, hampir segalanya dibuat dengan instrumen seperti ini.
Jangan coba bandingkan dengan saya yang sedang bergelut makan Canon 1400D ataupun Nikon D3300, alias kelas low-end. Hasilnya jelas beda.
Meski tentu kamera bukanlah segalanya, tetapi bayangkan sahaja produk foto dari seseorang yang memiliki kombinasi instrumen canggih dan skill mumpuni.
Berat buat mengimbangi. Terima bukti bahwa foto Anda akan sulit mengimbangi yang terpampang di website-website itu.
Profesional (Ahli) Vs Amatir
Website ataupun blog foto kenamaan biasanya dikelola oleh mereka-mereka yang bernapas dan bergelut di alam fotografi. Full time.
Oleh karena itu, mengatur tentu harus berbekal dan mengandalkan keilmuan mereka. Tidak serau mengatur memiliki latar belakang pendidikan yang menunjang, seperti lulusan jurusan fotografi ataupun seni rupa.
Jangan bandingkan dengan saya yang mayoritas sedang profesional dan berbekal kemampuan yang didapat dari belajar sendiri.
Foto-fotonya Sudah Diedit
Hampir semua foto yang dipajang di blog goto blog foto kenamaan sudah dikurasi ataupun diedit dengan berbagai cara. Jadi, andaikan tentu mau mencoba meniru, nir- hanya atas sisi fotografinya saja, tetapi saya jua harus belajar penyuntingan fotonya juga.
Jadi, percuma sahaja memaksakan buat memotret sesuai teori dan mencoba menghasilkan foto yang sama dengan yang sedia di blog-blog itu karena segalanya sudah tak 100% khalis keluar dari kamera.
Yang perlu dilakukan buat mengatasi melalui aib diri seperti ini adalah dengan mengingat tujuan Anda berkunjung ke blog foto seperti itu, adalah buat BELAJAR.
Pelajari sahaja barang apa yang diajarkan disana, dan kemudian coba terapkan.
Jangan melantas rendah diri dan kemudian tak berulang membaca karena akhirnya malah lebih buruk lagi. Teruskan membaca berbagai les disana dan coba terapkan dalam aktivitas fotografi kita.
Lakukan, lagi, lagi, dan lagi. Berulangkali.
Inti dari kemajuan dalam semua hal adalah belajar dan terus berusaha memperbaiki diri. Jangan berhenti hanya karena menganggap rendah diri melihat karya para juru potret terkenal. Jadikan mengatur inspirasi dan ruang menggali ilmu.
Buang sahaja rendah diri dan aib dirinya ke ruang sampah.
Sekian ulasan tentang 4 Tips Mengatasi Rasa Minder Setelah Membaca Website/Blog Foto Terkenal, semoga pembahasan ini dapat menambah wawasan kamu salam
Artikel ini diposting pada tag fotografi makro dengan kamera hp, fotografi makro dan landscape, fotografer landscape terkenal di indonesia, , tanggal 11-09-2019
|https://fotografii18.blogspot.com|fotografii18}
Salah satu aturan paling am dalam belajar fotografi, terutama secara otodidak, adalah dengan berkunjung ke website ataupun blog foto eigendom juru potret terkernal. Contohnya, website Darwis Triadi, Darren Rowse dengan Digital Photography School, ataupun banyak blog lain yang sudah terkenal. Disana tentu banyak sekali tips dan trik serta les yang menjelaskan bagaimana membuat foto yang memukau.
Dan, tentu banyak sekali pengetahuan yang bisa didapat dari sana.
Sayangnya, terkadang sedia buah negatif jua hadir dalam diri seseorang sehabis itu. Ada melalui rendah diri alias aib diri yang melantas terselip di dalam hati. Mau tak mau, di blog-blog foto kenamaan itu tentu dipajang berbagai produk karya yang kerap membuat anak Adam ternganga karena keindahannya.
Jeleknya lagi, sehabis saya mencoba berbagai tips dan triknya, ternyata akhirnya sedang antara dari barang apa yang diharapkan. Foto-foto saya sedang sahaja terkesan jelek dibandingkan barang apa yang saya lihat disana.
Minder, aib diri, menganggap bodoh, tak serau melantas nongol tak tertahankan. Padahal, anggapan seperti ini bahkan menghambat perkembangan seorang juru potret pemula buat beranjak maju.
Percayalah, aku pernah menjumpai hal itu. Sampai sekarang pula sering melalui itu sedang timbul.
Nah, buat mengatasi melalui aib diri itu, yang mau tak mau harus diatasi, caranya faktual tak sulit, walau tak mudah. Yang perlu dilakukan hanyalah meluluskan kaum bahan saja, seperti :
Experience Does Matter : Pengalaman Menentukan
Fotografi adalah skill dan dalam sebuah skill, pengalaman seseorang di bidangnya amat berpengaruh besar akan keilmuan yang dimilikinya.
Orang-orang di belakang website ataupun blog foto kenamaan itu jelas sudah berpengalaman di bidang fotografi selagi bertahun-tahun. Bahkan sedia yang sudah puluhan tahun.
Jadi, nir- coba bandingkan produk sendiri yang baru bergelut di alam fotografi selagi kaum tahun dengan mengatur yang sudah lama. Jelas tak sebanding. Lagipula, bukankah argumen saya berkunjung ke website/blog itu adalah buat menimba ilmu? Mereka guru, saya murid.
Terima bukti ini dan nir- mencoba membandingkan.
Gears Are Decisive : Peralatan Menentukan
Fotografer berpengalaman biasanya memperlengkapi diri mengatur dengan instrumen terbaik (dan mahal). Peralatan dalam hal ini bukan hanya kamera, tetapi jua lensa, tripod, dan berbagai aksesori lainnya.
Belum berulang kelas kamera yang dipergunakan adalah high-end punya ataupun kelas atas dan diperlengkapi kanta seri L.
Dan, mayoritas foto atas website ataupun blog foto eigendom juru potret terkenal, hampir segalanya dibuat dengan instrumen seperti ini.
Jangan coba bandingkan dengan saya yang sedang bergelut makan Canon 1400D ataupun Nikon D3300, alias kelas low-end. Hasilnya jelas beda.
Meski tentu kamera bukanlah segalanya, tetapi bayangkan sahaja produk foto dari seseorang yang memiliki kombinasi instrumen canggih dan skill mumpuni.
Berat buat mengimbangi. Terima bukti bahwa foto Anda akan sulit mengimbangi yang terpampang di website-website itu.
Profesional (Ahli) Vs Amatir
Website ataupun blog foto kenamaan biasanya dikelola oleh mereka-mereka yang bernapas dan bergelut di alam fotografi. Full time.
Oleh karena itu, mengatur tentu harus berbekal dan mengandalkan keilmuan mereka. Tidak serau mengatur memiliki latar belakang pendidikan yang menunjang, seperti lulusan jurusan fotografi ataupun seni rupa.
Jangan bandingkan dengan saya yang mayoritas sedang profesional dan berbekal kemampuan yang didapat dari belajar sendiri.
Foto-fotonya Sudah Diedit
Hampir semua foto yang dipajang di blog goto blog foto kenamaan sudah dikurasi ataupun diedit dengan berbagai cara. Jadi, andaikan tentu mau mencoba meniru, nir- hanya atas sisi fotografinya saja, tetapi saya jua harus belajar penyuntingan fotonya juga.
Jadi, percuma sahaja memaksakan buat memotret sesuai teori dan mencoba menghasilkan foto yang sama dengan yang sedia di blog-blog itu karena segalanya sudah tak 100% khalis keluar dari kamera.
Yang perlu dilakukan buat mengatasi melalui aib diri seperti ini adalah dengan mengingat tujuan Anda berkunjung ke blog foto seperti itu, adalah buat BELAJAR.
Pelajari sahaja barang apa yang diajarkan disana, dan kemudian coba terapkan.
Jangan melantas rendah diri dan kemudian tak berulang membaca karena akhirnya malah lebih buruk lagi. Teruskan membaca berbagai les disana dan coba terapkan dalam aktivitas fotografi kita.
Lakukan, lagi, lagi, dan lagi. Berulangkali.
Inti dari kemajuan dalam semua hal adalah belajar dan terus berusaha memperbaiki diri. Jangan berhenti hanya karena menganggap rendah diri melihat karya para juru potret terkenal. Jadikan mengatur inspirasi dan ruang menggali ilmu.
Buang sahaja rendah diri dan aib dirinya ke ruang sampah.
Sekian ulasan tentang 4 Tips Mengatasi Rasa Minder Setelah Membaca Website/Blog Foto Terkenal, semoga pembahasan ini dapat menambah wawasan kamu salam
Artikel ini diposting pada tag fotografi makro dengan kamera hp, fotografi makro dan landscape, fotografer landscape terkenal di indonesia, , tanggal 11-09-2019




Komentar
Posting Komentar