Selfie atau Swafoto Adalah Bagian Dari Fotografi

Selfie atau Swafoto Adalah Bagian Dari Fotografi - Hi, selamat siang bersua kembali dengan situs seputar fotografi kreatif dikesempatan ini kita akan mengulas hal tentang Seputar fotografer keren simak selengkapnya Selfie atau Swafoto Adalah Bagian Dari Fotografi Supaya mendapatkan berita berita lain nya yg pasti terbaik, silahkan kunjungi situs

Selfie atau Swafoto Adalah Bagian Dari Fotografi - Hi, selamat siang bersua kembali dengan situs seputar fotografi kreatif sesi kali ini kita akan mengulas hal tentang Seputar fotografi terbaik Supaya mendapatkan berita berita lain nya yg pasti terbaru, silahkan kunjungi situs fotografii18.blogspot.com

 

 

Selfie alias swafoto ialah sebentuk kegiatan mengambil foto alias gambar diri sorangan dengan memakai alat potret digital.

Kegiatan ini menjadi fenomena unik dalam peradaban umat manusia. Bukan hanya dari begitu cepatnya umat manusia mengadopsi, tetapi dari jumlah meraka yang melakukannya. Bisa dikata pada masa kini ini, dekat segala masyarakat adam ini pasti pernah melancarkan selfie.

Bahkan dalam perkembangannya pun, berbagai benda diciptakan untuk membantu anak buah berselfie ria. Salah satunya ialah tongsis alias gayung narsis yang ketenarannya pun melambung tinggi membarengi semakin populernya selfie.

Lebih jauh lagi, tidak sedikit produsen alat potret pun kemudian menghadirkan vari-angle yang sangat luwes sehingga bisa dipakai melancarkan swafoto. Tidak pernah terbayang lebih dahulu alat potret DSLR (Digital Single Lens Reflex) yang biasanya dipergunakan untuk entitas yang serius kini diperlengkapi lagi dengan fasilitas penunjang selfie ini.

Apakah Selfie alias swafoto ialah belahan dari fotografi?

Sudah pasti bakal ada banyak fans fotografi yang segera mengerenyitkan dahi dan memandang heran andaikata Anda tanyakan demikian.

Dijamin.

Walau telah pasti mereka-mereka itu lagi pernah melancarkan selfie, tetapi interogasi ini mengusik entitas dalam diri banyak fans fotografi.

Kemungkinan besar, balasan yang bakal Anda makbul ialah TIDAK.

Bagi banyak fans fotografi, mereka memandang selfie bukanlah belahan dari seni melukis dengan cerah ini. Selfie masih tetap dianggap sebagai anak "haram". Paling tidak belah mereka yang sangat ketat dengan bekerja bahwa fotografi ialah sebentuk seni.

Selfie memang sedikit berparak dengan kegiatan fotografi umum. Biasanya para fans fotografi bakal mencoba menghasilkan sebentuk foto berdasarkan pada obyek yang mereka lihat. Mereka mengabadikan keindahan tersebut dengan lensa kamera. Titik beratnya ada pada "fotografi bukanlah tentang diri sendiri".

Hal ini berkebalikan dengan pati dari selfiem yaitu "Semua tentang diri sendiri". Tidak bakal sebentuk foto disebut "swafoto" alias selfie andaikata obyeknya anak buah lain.

Oleh karena itulah, banyak fans fotografi yang menganggap selfie alias swafoto bukanlah belahan dari fotografi. Kegiatan ini dianggap sebagai kegiatan anak buah iseng dan ingin tampil saja.

Meskipun demikian, saya berparak pandangan tentang hal ini.

Selfie alias swafoto JELAS merupakan belahan dari fotografi. Tidak barangkali tidak.

Alasan apa sebab selfie alias swafoto ialah belahan dari fotografi

Sederhana saja kok. Tidak rumit dan tidak ruwet.

1. Menggunakan kamera

Fotografi ialah seni melukis cerah dengan memakai kamera. Selfie memakai kamera. Keduanya menunjukkan kesamaan penting yang tidak bisa terbantahkan.

Tidak bakal ada fotografi minus ada kamera. Begitu lagi tidak bakal ada selfie minus kamera.

2. Fotografi tidak memberikan sempadan obyek

Kenyataannya memang demikian. Definisi fotografi tidak memberikan sempadan tentang obyek apa yang harus diambil biar bisa dimasukkan sebagai hasil karya fotografi. Dengan begitu, tidak ada hal dengan menjadikan diri sorangan sebagai obyek kamera.

Bahkan di masa lalu pun ada yang namanya bilangan self-portrait alias citra diri sendiri. Memang berparak dengan di zaman sekarang, self portrait tempo itu fotonya tetap diambil bagi anak buah lain, sedangkan selfie dilakukan bagi diri sendiri.

Tetapi, seharusnya tidak hal karena menjadikan diri sorangan sebagai obyek foto telah dilakukan mulai lama. Kalau tidak percaya, ayo blengok pas foto.

3. Fotografi berkembang

Fotografi ialah belahan dari kehidupan manusia dan bakal terus berkembang latah perubahan yang terjadi di dalam kehidupan manusia.

Kalau tehnologi dan cara bernapas manusia berubah, maka telah selayaknya fotografi pun beserta menyesuaikan dengan perubahan yang ada. Justru bakal menjadi melawan kodrat andaikata fotografi tetap berangkat di tempat sementara umat manusia telah berubah jauh.

Jika manusia menginginkan selfie, maka fotografi harus mengadopsinya.

Dengan alasan-alasan ini, sulit dibantah bahwa selfie memenuhi segala limitasi untuk dikategorikan sebagai belahan dari fotografi.

Memang, kebanyakan aktor selfie jarang sekali memikirkan berbagai teori tyang biasa dipergunakan dalam adam fotografi. Kebanyakan swafoto dihasilkan karena dorongan favorit saja dan dilakukan selama yang melakukannya suka. (Lagi-lagi tidak berparak dengan para aktor di adam fotografi, sebenarnya)

Hal ini menyebabkan kebanyakan karya yang dihasilkan minim eco dipandang (walau andaikata yang melancarkan selfie seorang betina cantik, tetap eco dipandang biar secara teori fotografi salah besar sih).

Belum lagi bahwa disana minim ada kreatifitas. Berbeda dengan genre fotografi manapun yang obyeknya berganti-ganti, dalam selfie, obyeknya selalu sama, baiklah yang motret.

Mungkin karena itulah, para bani "priyayi" fotografi menganggap tidak nyaman untuk menjadikan selfie duduk sama dengan adam "seni" yang mereka tekuni. Anak haram yang bisa berantak darah biru adam fotografi andaikata dimasukkan dalam keluarga.

Sayangnya, fakta tidak bisa membalah tentang kenyataan si anak haram itu. Selfie alias awafoto ialah belahan dari fotografi.

(Tulisan ini dibuat bagi seorang fans fotografi yang baru pernah melancarkan selfie di kolong jumlah jari tangan)

 

sekian detil perihal Selfie atau Swafoto Adalah Bagian Dari Fotografi, semoga pembahasan ini dapat berguna pembaca salam

 

 

Artikel ini diposting pada kategori , tanggal 11-09-2019

|https://fotografii18.blogspot.com|fotografii18}

 

 

Selfie alias swafoto ialah sebentuk kegiatan mengambil foto alias gambar diri sorangan dengan memakai alat potret digital.

Kegiatan ini menjadi fenomena unik dalam peradaban umat manusia. Bukan hanya dari begitu cepatnya umat manusia mengadopsi, tetapi dari jumlah meraka yang melakukannya. Bisa dikata pada masa kini ini, dekat segala masyarakat adam ini pasti pernah melancarkan selfie.

Bahkan dalam perkembangannya pun, berbagai benda diciptakan untuk membantu anak buah berselfie ria. Salah satunya ialah tongsis alias gayung narsis yang ketenarannya pun melambung tinggi membarengi semakin populernya selfie.

Lebih jauh lagi, tidak sedikit produsen alat potret pun kemudian menghadirkan vari-angle yang sangat luwes sehingga bisa dipakai melancarkan swafoto. Tidak pernah terbayang lebih dahulu alat potret DSLR (Digital Single Lens Reflex) yang biasanya dipergunakan untuk entitas yang serius kini diperlengkapi lagi dengan fasilitas penunjang selfie ini.

Apakah Selfie alias swafoto ialah belahan dari fotografi?

Sudah pasti bakal ada banyak fans fotografi yang segera mengerenyitkan dahi dan memandang heran andaikata Anda tanyakan demikian.

Dijamin.

Walau telah pasti mereka-mereka itu lagi pernah melancarkan selfie, tetapi interogasi ini mengusik entitas dalam diri banyak fans fotografi.

Kemungkinan besar, balasan yang bakal Anda makbul ialah TIDAK.

Bagi banyak fans fotografi, mereka memandang selfie bukanlah belahan dari seni melukis dengan cerah ini. Selfie masih tetap dianggap sebagai anak "haram". Paling tidak belah mereka yang sangat ketat dengan bekerja bahwa fotografi ialah sebentuk seni.

Selfie memang sedikit berparak dengan kegiatan fotografi umum. Biasanya para fans fotografi bakal mencoba menghasilkan sebentuk foto berdasarkan pada obyek yang mereka lihat. Mereka mengabadikan keindahan tersebut dengan lensa kamera. Titik beratnya ada pada "fotografi bukanlah tentang diri sendiri".

Hal ini berkebalikan dengan pati dari selfiem yaitu "Semua tentang diri sendiri". Tidak bakal sebentuk foto disebut "swafoto" alias selfie andaikata obyeknya anak buah lain.

Oleh karena itulah, banyak fans fotografi yang menganggap selfie alias swafoto bukanlah belahan dari fotografi. Kegiatan ini dianggap sebagai kegiatan anak buah iseng dan ingin tampil saja.

Meskipun demikian, saya berparak pandangan tentang hal ini.

Selfie alias swafoto JELAS merupakan belahan dari fotografi. Tidak barangkali tidak.

Alasan apa sebab selfie alias swafoto ialah belahan dari fotografi

Sederhana saja kok. Tidak rumit dan tidak ruwet.

1. Menggunakan kamera

Fotografi ialah seni melukis cerah dengan memakai kamera. Selfie memakai kamera. Keduanya menunjukkan kesamaan penting yang tidak bisa terbantahkan.

Tidak bakal ada fotografi minus ada kamera. Begitu lagi tidak bakal ada selfie minus kamera.

2. Fotografi tidak memberikan sempadan obyek

Kenyataannya memang demikian. Definisi fotografi tidak memberikan sempadan tentang obyek apa yang harus diambil biar bisa dimasukkan sebagai hasil karya fotografi. Dengan begitu, tidak ada hal dengan menjadikan diri sorangan sebagai obyek kamera.

Bahkan di masa lalu pun ada yang namanya bilangan self-portrait alias citra diri sendiri. Memang berparak dengan di zaman sekarang, self portrait tempo itu fotonya tetap diambil bagi anak buah lain, sedangkan selfie dilakukan bagi diri sendiri.

Tetapi, seharusnya tidak hal karena menjadikan diri sorangan sebagai obyek foto telah dilakukan mulai lama. Kalau tidak percaya, ayo blengok pas foto.

3. Fotografi berkembang

Fotografi ialah belahan dari kehidupan manusia dan bakal terus berkembang latah perubahan yang terjadi di dalam kehidupan manusia.

Kalau tehnologi dan cara bernapas manusia berubah, maka telah selayaknya fotografi pun beserta menyesuaikan dengan perubahan yang ada. Justru bakal menjadi melawan kodrat andaikata fotografi tetap berangkat di tempat sementara umat manusia telah berubah jauh.

Jika manusia menginginkan selfie, maka fotografi harus mengadopsinya.

Dengan alasan-alasan ini, sulit dibantah bahwa selfie memenuhi segala limitasi untuk dikategorikan sebagai belahan dari fotografi.

Memang, kebanyakan aktor selfie jarang sekali memikirkan berbagai teori tyang biasa dipergunakan dalam adam fotografi. Kebanyakan swafoto dihasilkan karena dorongan favorit saja dan dilakukan selama yang melakukannya suka. (Lagi-lagi tidak berparak dengan para aktor di adam fotografi, sebenarnya)

Hal ini menyebabkan kebanyakan karya yang dihasilkan minim eco dipandang (walau andaikata yang melancarkan selfie seorang betina cantik, tetap eco dipandang biar secara teori fotografi salah besar sih).

Belum lagi bahwa disana minim ada kreatifitas. Berbeda dengan genre fotografi manapun yang obyeknya berganti-ganti, dalam selfie, obyeknya selalu sama, baiklah yang motret.

Mungkin karena itulah, para bani "priyayi" fotografi menganggap tidak nyaman untuk menjadikan selfie duduk sama dengan adam "seni" yang mereka tekuni. Anak haram yang bisa berantak darah biru adam fotografi andaikata dimasukkan dalam keluarga.

Sayangnya, fakta tidak bisa membalah tentang kenyataan si anak haram itu. Selfie alias awafoto ialah belahan dari fotografi.

(Tulisan ini dibuat bagi seorang fans fotografi yang baru pernah melancarkan selfie di kolong jumlah jari tangan)

 

sekian detil perihal Selfie atau Swafoto Adalah Bagian Dari Fotografi, semoga pembahasan ini dapat berguna pembaca salam

 

 

Artikel ini diposting pada kategori , tanggal 11-09-2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melakukan Cropping Foto Dengan Menerapkan Konsep Rule of Thirds

Tidak Semua Yang Dilihat Fotografer Menyenangkan

5 Kamera Mirrorless Terbaik 2018