Rule Of Thirds , Tehnik Sederhana Menempatkan Obyek Dalam Foto
Rule Of Thirds , Tehnik Sederhana Menempatkan Obyek Dalam Foto - hey, selamat sore bersua lagi dengan blog seputar fotografi keren pada kali ini kami akan mengulas hal mengenai fotografi kreatif baca selengkapnya Rule Of Thirds , Tehnik Sederhana Menempatkan Obyek Dalam Foto Untuk memperoleh informasi informasi lain nya yang pasti menarik, mari mampir web
Rule Of Thirds , Tehnik Sederhana Menempatkan Obyek Dalam Foto - hey, selamat sore bersua lagi dengan blog seputar fotografi keren di kesempatan ini kami akan mengulas hal mengenai Seputar fotografi terbaik Untuk memperoleh informasi informasi lain nya yang pasti terbaru, mari mampir web fotografii18.blogspot.com
Grid Lines itu nama sifat ini di beraneka macam smartphone alias kamera. Sebuah nama elementer yang membuat sifat ini sering diabaikan akibat getah perca pengguna kamera smartphone. Bahkan tidak renggang yang menganggapnya sebagai sebuah gangguan pada saat memotret. Padahal, kalau membayangkan melihat fungsi sebenarnya, belang ini mewakili sebuah corat-coret yang sangat esensial dalam fotografi, ialah Rules of Thirds alias Aturan Sepertiga.
Betul sekali, belang ini sangat penting belah seorang fotografer, baik profesional, amatir, alias bahkan sekedar penghobi.
Kalau Anda tanyakan makna dari Grid Lines ini pada mereka, hampir pasti membayangkan akan menganggukkan kepala dengan menjelaskan kepada Anda betapa 9 kotak ini bermakna lebih dari cuma sekedar belang pengganggu.
Apa itu Rule Of Thirds alias Aturan Sepertiga?
Nama Rule of Thirds sorangan berawal dari ke-9 kotak yang sama besarnya itu. Meskipun demikian, bukan kotaknya yang menjadikannya penting, tetapi belang dengan 4 buah sudut di tengah itu yang memegang peranan utama.
Sekarang perhatikan sebuah foto di bawah ini.
Cobalah Anda perhatikan dimana kedudukan obyek yang jadi inti dengan inti baku dalam foto di atas. Tidak susah mengapa karena saya telah memberikan kaum kotak tambahan berwarna putih agar mata Anda bisa dengan segera menemukannya.
Ya, betul sekali. Fokus baku foto di arah merupakan sebuah bunga kamboja, yang bukan berawal dari negara Kamboja, berwarna pink.
Letaknya? Sekali juga Anda benar. Posisi obyek foto tidak terletak di kedudukan tengah foto.
Peletakkan obyek foto yang dilakukan kebanyakan juru potret akan berbeda dengan bertentangan dengan kebiasaan umum. Mereka cenderung meletakkannya justru tidak di bagian tengah foto, obyek akan acap diletakkan agak beralih ke pinggir, baik ke kanan, ke kanan alias ke atas.
Tidak akan di tengah.
Hal ini bukan berdasarkan sebuah pemikiran asal-asalan, tetapi telah berdasarkan penelitian. Dalam beraneka macam penelitian, ditemukan bahwa mata manusia biasanya akan segera melihat kepada 4 bercak diskusi yang berada di tengah (bagian yang ditandai).
Oleh karena itu, getah perca juru potret biasanya akan berusaha agar tidak "merepotkan" dengan menempatkan inti utama, bagian yang melambangkan inti dari fotonya, pada ke-empat bercak tersebut. Dengan begini, yang melihat foto dengan segera melihat apa yang ingin disampaikan akibat si fotografer, sonder harus mencari lagi.
Rules of Thirds membuat foto lebih menarik
Bisa bayangkan betapa milyar foto yang dihasilkan dengan obyek alias inti yang "selalu" berada di tengah? Kebiasaan ini bukan cuma dilakukan akibat satu dobel orang saja, ratusan juta orang, yang tidak mengenal corat-coret Rule of Thirds berpikir bahwa tengah merupakan tempat yang layak belah tokoh utama. Hasilnya sarwa orang terus dengan terus melancarkan keadaan seperti itu.
Alhasil, semuanya jadi umum dengan biasa. Sulit banget menonjol dengan hebat di tengah milyaran foto dengan poa yang sama.
Penempatan inti alias obyek latah Aturan Sepertiga melepaskan kesempatan sebuah foto untuk berbeda. Posisi yang disesuaikan dengan kebiasaan mata manusia membuatnya jadi lebih hebat dibandingkan yang lain.
Itulah salah satu keuntungan lain dari menggunakan corat-coret Rule Thirds dalam pemotretan.
Semua bisa melancarkan Rule Of Thirds
Dengan mayoritas kamera di smartphone yang telah diperlengkapi dengan Grid Lines, yang acap tidak dianggap, seharusnya tidak ada argumen tidak bisa memakainya.
Tentu saja, pada pelaksanaannya, butuh edukasi untuk membiasakan otak dengan yad dengan corat-coret Rule of Thirds ini. Bagi arena penggemar fotografi bahkan sonder bantuan Grid Lines sekalipun, membayangkan telah bisa menempatkan obyek lensanya pada kedudukan yang tepat. Hanya, belah arena awam alias pemula, dibutuhkan edukasi untuk membiasakan diri.
Memang sih, fotografi merupakan sebuah seni yang sangat demokratif alias bebas sebebasnya. Tidak ada keharusan untuk latah hukum ini. Meskipun namanya Aturan Sepertiga, Rule of Thirds sama banget tidak mengikat. Tetapi, kalau tentu keadaan tersebut bisa membuat foto tidak membosankan, mengapa tidak dilakukan?
Bukankah begitu?
Cobalah lihat foto-foto elementer ini, tidak kah membayangkan menarik?
Benda-benda dengan hal-hal biasa dalam kehidupan kita, tetapi dengan sebuah tehnik sederhana, membayangkan bisa ditampilkan dengan cara yang lebih menarik. Hanya butuh sedikit usaha untuk menyalakan sifat Grid Lines ketika gambar yang artinya memacu sifat pembantu corat-coret Rule of Thirs alias Aturan Sepertiga.
Cukup sekian pembahasan perihal Rule Of Thirds , Tehnik Sederhana Menempatkan Obyek Dalam Foto, semoga ulasan ini dapat bermanfaat pembaca terima kasih
tulisan ini diposting pada kategori , tanggal 11-09-2019
|https://fotografii18.blogspot.com|fotografii18}
Grid Lines itu nama sifat ini di beraneka macam smartphone alias kamera. Sebuah nama elementer yang membuat sifat ini sering diabaikan akibat getah perca pengguna kamera smartphone. Bahkan tidak renggang yang menganggapnya sebagai sebuah gangguan pada saat memotret. Padahal, kalau membayangkan melihat fungsi sebenarnya, belang ini mewakili sebuah corat-coret yang sangat esensial dalam fotografi, ialah Rules of Thirds alias Aturan Sepertiga.
Betul sekali, belang ini sangat penting belah seorang fotografer, baik profesional, amatir, alias bahkan sekedar penghobi.
Kalau Anda tanyakan makna dari Grid Lines ini pada mereka, hampir pasti membayangkan akan menganggukkan kepala dengan menjelaskan kepada Anda betapa 9 kotak ini bermakna lebih dari cuma sekedar belang pengganggu.
Apa itu Rule Of Thirds alias Aturan Sepertiga?
Nama Rule of Thirds sorangan berawal dari ke-9 kotak yang sama besarnya itu. Meskipun demikian, bukan kotaknya yang menjadikannya penting, tetapi belang dengan 4 buah sudut di tengah itu yang memegang peranan utama.
Sekarang perhatikan sebuah foto di bawah ini.
Cobalah Anda perhatikan dimana kedudukan obyek yang jadi inti dengan inti baku dalam foto di atas. Tidak susah mengapa karena saya telah memberikan kaum kotak tambahan berwarna putih agar mata Anda bisa dengan segera menemukannya.
Ya, betul sekali. Fokus baku foto di arah merupakan sebuah bunga kamboja, yang bukan berawal dari negara Kamboja, berwarna pink.
Letaknya? Sekali juga Anda benar. Posisi obyek foto tidak terletak di kedudukan tengah foto.
Peletakkan obyek foto yang dilakukan kebanyakan juru potret akan berbeda dengan bertentangan dengan kebiasaan umum. Mereka cenderung meletakkannya justru tidak di bagian tengah foto, obyek akan acap diletakkan agak beralih ke pinggir, baik ke kanan, ke kanan alias ke atas.
Tidak akan di tengah.
Hal ini bukan berdasarkan sebuah pemikiran asal-asalan, tetapi telah berdasarkan penelitian. Dalam beraneka macam penelitian, ditemukan bahwa mata manusia biasanya akan segera melihat kepada 4 bercak diskusi yang berada di tengah (bagian yang ditandai).
Oleh karena itu, getah perca juru potret biasanya akan berusaha agar tidak "merepotkan" dengan menempatkan inti utama, bagian yang melambangkan inti dari fotonya, pada ke-empat bercak tersebut. Dengan begini, yang melihat foto dengan segera melihat apa yang ingin disampaikan akibat si fotografer, sonder harus mencari lagi.
Rules of Thirds membuat foto lebih menarik
Bisa bayangkan betapa milyar foto yang dihasilkan dengan obyek alias inti yang "selalu" berada di tengah? Kebiasaan ini bukan cuma dilakukan akibat satu dobel orang saja, ratusan juta orang, yang tidak mengenal corat-coret Rule of Thirds berpikir bahwa tengah merupakan tempat yang layak belah tokoh utama. Hasilnya sarwa orang terus dengan terus melancarkan keadaan seperti itu.
Alhasil, semuanya jadi umum dengan biasa. Sulit banget menonjol dengan hebat di tengah milyaran foto dengan poa yang sama.
Penempatan inti alias obyek latah Aturan Sepertiga melepaskan kesempatan sebuah foto untuk berbeda. Posisi yang disesuaikan dengan kebiasaan mata manusia membuatnya jadi lebih hebat dibandingkan yang lain.
Itulah salah satu keuntungan lain dari menggunakan corat-coret Rule Thirds dalam pemotretan.
Semua bisa melancarkan Rule Of Thirds
Dengan mayoritas kamera di smartphone yang telah diperlengkapi dengan Grid Lines, yang acap tidak dianggap, seharusnya tidak ada argumen tidak bisa memakainya.
Tentu saja, pada pelaksanaannya, butuh edukasi untuk membiasakan otak dengan yad dengan corat-coret Rule of Thirds ini. Bagi arena penggemar fotografi bahkan sonder bantuan Grid Lines sekalipun, membayangkan telah bisa menempatkan obyek lensanya pada kedudukan yang tepat. Hanya, belah arena awam alias pemula, dibutuhkan edukasi untuk membiasakan diri.
Memang sih, fotografi merupakan sebuah seni yang sangat demokratif alias bebas sebebasnya. Tidak ada keharusan untuk latah hukum ini. Meskipun namanya Aturan Sepertiga, Rule of Thirds sama banget tidak mengikat. Tetapi, kalau tentu keadaan tersebut bisa membuat foto tidak membosankan, mengapa tidak dilakukan?
Bukankah begitu?
Cobalah lihat foto-foto elementer ini, tidak kah membayangkan menarik?
Benda-benda dengan hal-hal biasa dalam kehidupan kita, tetapi dengan sebuah tehnik sederhana, membayangkan bisa ditampilkan dengan cara yang lebih menarik. Hanya butuh sedikit usaha untuk menyalakan sifat Grid Lines ketika gambar yang artinya memacu sifat pembantu corat-coret Rule of Thirs alias Aturan Sepertiga.
Cukup sekian pembahasan perihal Rule Of Thirds , Tehnik Sederhana Menempatkan Obyek Dalam Foto, semoga ulasan ini dapat bermanfaat pembaca terima kasih
tulisan ini diposting pada kategori , tanggal 11-09-2019






Komentar
Posting Komentar