Menggunakan Mode Auto, Bukan Sebuah Masalah!

Menggunakan Mode Auto, Bukan Sebuah Masalah! - Hai, selamat sore bertemu kembali bersama website info fotografi keren di kesempatan ini saya akan merivew hal tentang fotografi kreatif cara membuat siluet di hp simak selengkapnya Menggunakan Mode Auto, Bukan Sebuah Masalah! Untuk memperoleh informasi informasi lain nya yg pasti menarik, mari mampir web

Menggunakan Mode Auto, Bukan Sebuah Masalah! - Hai, selamat sore bertemu kembali bersama website info fotografi keren dikesempatan ini saya akan merivew hal tentang fotografi keren Untuk memperoleh informasi informasi lain nya yg pasti terbaru, mari mampir web fotografii18.blogspot.com

 

 

Fitur Mode Auto merupakan fitur cagak yang sedia dalam setiap kamera. Kamera saku, Prosumer, DSLR, atau Mirrorless akan selalu diperlengkapi dengan fitur ini.

Fitur ini disediakan buat memasrahkan kemudahan penggunanya yang tak akan terlewat repot memikirkan akan dengan jalan apa meleburkan ISO, Aperture, atau Shutter Speed.

Dengan fitur ini, memang seorang pemotret berarti menyerahkan pengaturannya pada si kodak itu sendiri, aloas memakai setting cagak yang disediakan oleh pihak pabrikan.

Praktis dan tak pusing.

Meskipun demikian, sebagian masyarakat alam fotografi menganggap menggunakan mode auto sebagai sebentuk "kelemahan" tersendiri. Banyak dari membayangkan yang berpandangan bahwa meletakkan semua mengalami jawab mengatur setting pada kodak memberitahukan bahwa sang pejabat kodak tak memiliki skill fotografi yang mumpuni.

Apalagi, andaikan definisi fotografi sebagai "Melukis Dengan Cahaya" dipakai. Penggunaan mode auto dianggap kurang memasrahkan aspek "melukis" karena semua harmonisasi diletakkan pada buatan pemikiran anak Adam lain dan bukan dari diri sendiri layaknya sebentuk karya seni.

Betul sih demikian?

Coba kita lihat sedikit beberapa alasan mengapa anak Adam menggunakan mode auto ini.

Alasan menggunakan mode auto kamera



1) Tidak adicita tehnik fotografi

Yap. Betul sekali. Memang sedia cuilan dari pengguna kodak yang sama sekali tak fasih segala apa itu ISO, Aperture, atau Shutter Speed.

Otomatis, dengan tak memafhumi tentag hal-hal itu maka membayangkan tak akan bisa melakukan setting yang diinginkan. Oleh karena itu maka membayangkan menyerahkan pada sang kodak buat mengurusnya sendiri.

2) Malas

Bisa jadi karena malas berguru yang berakibat pada no 1 atau memang benar-benar sedang malas berpikir.

Yang terakhir bisa berjalan lo! Namanya manusia terkadnag rasa malas hadir dan membuat akal seperti tak akan bergerak buat berpikir hal-hal yang rumit.

Bukan berarti tak bisa, tetapi karena dorongan rasa malas saja.

3) Kebutuhan

Mungkin terdengar mengherankan, tetapi sedia  banyak bilangan dalam alam fotografi yang bahkan mengandalkan mode auto. Contohnya merupakan fotografi jalanan.

Berbeda dengan fotografi studio atau pra wedding atau landscape, dimana obyek bisa diatur atau bersifat statis sehingga waktu pengambilan hasil bertambah panjang, fotografi jalanan seringnya sekadar memiliki waktu amat pendek.

Hal itu karena fotografer jalanan tak bisa mengatur obyeknya yang merupakan orang-orang tak dikenal. Oleh karena itu membayangkan harus mematikan buat memotret atau tak dalam waktu sepersekian detik.

Waktu yang tak layak sama sekali buat berpikir akan ISO atau Aperture yang cocok.

Wartawan foto dan jurnalis gerak badan juga kerap menggunakannya.

4) Mementingkan Komposisi

Menghasilkan sebentuk foto yang bagus bukan sekedar akan tehnik mengendalikan kodak saja. Ada cuilan lain yang bahkan terlepas dari kameranya, yaitu Komposisi.

Komposisi sebentuk foto merupakan cerminan dari ide yang sedia di akal sang pejabat kamera. Hal itu jua memakan waktu dan tentunya andaikan ditambah berulang dengan berpikir mengenai setting yang pas buat ide tersebut bisa membuat akal ganduh ruwet.

Ada berlimpah fotorafer yang mematikan buat menekankan pada arsitektur fotonya dibandingkan harmonisasi kameranya.



Apakah bisa menghasilkan foto bagus dengan mode auto?

Bagus atau tak merupakan sebentuk kejadian yang relatif dan subyektif. Tidak bisa disamaratakan.

Tetapi, dengan semua kemajuan tehnologi kodak dewasa ini, sebentuk foto bagus dan hebat tak berulang sekadar tergantung pada kemampuan seorang fotografer melaksanakan kameranya. Hal itu bahkan sudah bergeser pada "kemampuan" nya buat menerjemahkan ide di akal dalam foto-fotonya.

Kemampuan mengatur settingan kodak bisa memasrahkan ruang bertambah dalam kreatifitas, tetapi bukan lago sebentuk kejadian yang mutlak.

Oleh karena itu, justru dengan menggunakan mode auto pada kemranya, berlimpah anak Adam awam bisa menghasilkan foto yang tak kalah dengan fotografer pro.

Kelemahan mode auto

Tidak sedia taring yang tak retak. Pasti sedia jua kedaifan atau kekurangan andaikan teradat memakai mode auto.



1)  Pengetahuan tak bertambah

Mau tak mau. Praktis dan tak ribeut.

Hasilnya, kita tak berulang akan kenal dan berguru akan segala apa itu ISO , Aperture dan lain sebagainya. Seperti punya prmbantu kediaman tangga yang memanipulasi semua urusan sehingga kita tak berulang kenal cara memasak.

Bahkan yang sudah ahli mengatur settingan kodak bila ia berpindah ke mode auto terlewat lama, suatu waktu kemampuannya menyetting kodak juga akan berkurang. Bagaimanapun melaksanakan kodak merupakan skill yang harus terus diasah.

Kondisinya tak berbeda dengan pemain sepakbola berpembawaan yang tak berlatih. Akan sedia perubahan dalam dirinya.



2) Tidak selalu sesuai dengan keinginan

Namanya dibuat menurut standar, tentunya berasas kriteria-kriteria yang ditetapkan oleh perancang dan pembuatnya. Bisa hasilnya sesuai kemauan, bisa jua tidak.

Dengan kata lain, tetap akan sedia sikon dimana buatan foto yang dihasilkan tak sesuai dengan ide yang sedia di akal akan sebentuk obyek.

Bagi saya sendiri, fitur mode auto merupakan sebentuk opsi. Kadang saya pakai, kadang tidak.

Oleh karena itu, menggunakan mode auto tak memberitahukan apa-apa. Terlalu berlimpah elastis dalam sikap manusia buat bisa mematikan apakah yang menggunakan karena membayangkan tak tahu, malas, atau karena kebutuhan.

Lebih ayu tak membuat sebentuk prasangka berasas sesuatu yang tak jelas.

Lagi pula, fotografi tak bisa lepas dari kemajuan tehnologi. semakin berlimpah fitur yang dibuat buat memudahkan pejabat kodak menghasilkan gambar yang baik, mode auto merupakan cacat satu fitur itu.

Juga, ayu atau buruknya buatan sebentuk foto, tak pernah sekadar terwalak pada pengetahuan akan tehnik mengatur setting kodak saja. Banyak kejadian lain di dalamnya.

Jadi, ikut kata Gus Dur, "gitu aja kok repot", saya seleksi -- kasih berat sebelah mengatakan non dibuat masalah andaikan memang Anda sekadar bisa atau akan menggunakan mode auto saja. Tidak usah dipikirkan andaikan sedia yang bilang "nggak pro".

Percayalah, yang mengatakan akan bengong andaikan foto buatan jepretan dengan mode auto terlihat bagus. Karena bagaimanapun fotografi merupakan akan hasil, tak hirau cara mendapatkannya, sebentuk foto yang hebat dan enak dipandang akan tetap diapresiasi.

(Catatan : semua foto di esai ini dihasilkan dengan menggunakan mode auto Fujifilm Finepix HS 35 EXR)

 

sekian ulasan perihal Menggunakan Mode Auto, Bukan Sebuah Masalah!, semoga artikel ini dapat bermanfaat kalian semua salam

 

 

tulisan ini diposting pada kategori cara membuat siluet di hp, tips membeli kamera gopro, , tanggal 11-09-2019

|https://fotografii18.blogspot.com|fotografii18}

 

 

Fitur Mode Auto merupakan fitur cagak yang sedia dalam setiap kamera. Kamera saku, Prosumer, DSLR, atau Mirrorless akan selalu diperlengkapi dengan fitur ini.

Fitur ini disediakan buat memasrahkan kemudahan penggunanya yang tak akan terlewat repot memikirkan akan dengan jalan apa meleburkan ISO, Aperture, atau Shutter Speed.

Dengan fitur ini, memang seorang pemotret berarti menyerahkan pengaturannya pada si kodak itu sendiri, aloas memakai setting cagak yang disediakan oleh pihak pabrikan.

Praktis dan tak pusing.

Meskipun demikian, sebagian masyarakat alam fotografi menganggap menggunakan mode auto sebagai sebentuk "kelemahan" tersendiri. Banyak dari membayangkan yang berpandangan bahwa meletakkan semua mengalami jawab mengatur setting pada kodak memberitahukan bahwa sang pejabat kodak tak memiliki skill fotografi yang mumpuni.

Apalagi, andaikan definisi fotografi sebagai "Melukis Dengan Cahaya" dipakai. Penggunaan mode auto dianggap kurang memasrahkan aspek "melukis" karena semua harmonisasi diletakkan pada buatan pemikiran anak Adam lain dan bukan dari diri sendiri layaknya sebentuk karya seni.

Betul sih demikian?

Coba kita lihat sedikit beberapa alasan mengapa anak Adam menggunakan mode auto ini.

Alasan menggunakan mode auto kamera



1) Tidak adicita tehnik fotografi

Yap. Betul sekali. Memang sedia cuilan dari pengguna kodak yang sama sekali tak fasih segala apa itu ISO, Aperture, atau Shutter Speed.

Otomatis, dengan tak memafhumi tentag hal-hal itu maka membayangkan tak akan bisa melakukan setting yang diinginkan. Oleh karena itu maka membayangkan menyerahkan pada sang kodak buat mengurusnya sendiri.

2) Malas

Bisa jadi karena malas berguru yang berakibat pada no 1 atau memang benar-benar sedang malas berpikir.

Yang terakhir bisa berjalan lo! Namanya manusia terkadnag rasa malas hadir dan membuat akal seperti tak akan bergerak buat berpikir hal-hal yang rumit.

Bukan berarti tak bisa, tetapi karena dorongan rasa malas saja.

3) Kebutuhan

Mungkin terdengar mengherankan, tetapi sedia  banyak bilangan dalam alam fotografi yang bahkan mengandalkan mode auto. Contohnya merupakan fotografi jalanan.

Berbeda dengan fotografi studio atau pra wedding atau landscape, dimana obyek bisa diatur atau bersifat statis sehingga waktu pengambilan hasil bertambah panjang, fotografi jalanan seringnya sekadar memiliki waktu amat pendek.

Hal itu karena fotografer jalanan tak bisa mengatur obyeknya yang merupakan orang-orang tak dikenal. Oleh karena itu membayangkan harus mematikan buat memotret atau tak dalam waktu sepersekian detik.

Waktu yang tak layak sama sekali buat berpikir akan ISO atau Aperture yang cocok.

Wartawan foto dan jurnalis gerak badan juga kerap menggunakannya.

4) Mementingkan Komposisi

Menghasilkan sebentuk foto yang bagus bukan sekedar akan tehnik mengendalikan kodak saja. Ada cuilan lain yang bahkan terlepas dari kameranya, yaitu Komposisi.

Komposisi sebentuk foto merupakan cerminan dari ide yang sedia di akal sang pejabat kamera. Hal itu jua memakan waktu dan tentunya andaikan ditambah berulang dengan berpikir mengenai setting yang pas buat ide tersebut bisa membuat akal ganduh ruwet.

Ada berlimpah fotorafer yang mematikan buat menekankan pada arsitektur fotonya dibandingkan harmonisasi kameranya.



Apakah bisa menghasilkan foto bagus dengan mode auto?

Bagus atau tak merupakan sebentuk kejadian yang relatif dan subyektif. Tidak bisa disamaratakan.

Tetapi, dengan semua kemajuan tehnologi kodak dewasa ini, sebentuk foto bagus dan hebat tak berulang sekadar tergantung pada kemampuan seorang fotografer melaksanakan kameranya. Hal itu bahkan sudah bergeser pada "kemampuan" nya buat menerjemahkan ide di akal dalam foto-fotonya.

Kemampuan mengatur settingan kodak bisa memasrahkan ruang bertambah dalam kreatifitas, tetapi bukan lago sebentuk kejadian yang mutlak.

Oleh karena itu, justru dengan menggunakan mode auto pada kemranya, berlimpah anak Adam awam bisa menghasilkan foto yang tak kalah dengan fotografer pro.

Kelemahan mode auto

Tidak sedia taring yang tak retak. Pasti sedia jua kedaifan atau kekurangan andaikan teradat memakai mode auto.



1)  Pengetahuan tak bertambah

Mau tak mau. Praktis dan tak ribeut.

Hasilnya, kita tak berulang akan kenal dan berguru akan segala apa itu ISO , Aperture dan lain sebagainya. Seperti punya prmbantu kediaman tangga yang memanipulasi semua urusan sehingga kita tak berulang kenal cara memasak.

Bahkan yang sudah ahli mengatur settingan kodak bila ia berpindah ke mode auto terlewat lama, suatu waktu kemampuannya menyetting kodak juga akan berkurang. Bagaimanapun melaksanakan kodak merupakan skill yang harus terus diasah.

Kondisinya tak berbeda dengan pemain sepakbola berpembawaan yang tak berlatih. Akan sedia perubahan dalam dirinya.



2) Tidak selalu sesuai dengan keinginan

Namanya dibuat menurut standar, tentunya berasas kriteria-kriteria yang ditetapkan oleh perancang dan pembuatnya. Bisa hasilnya sesuai kemauan, bisa jua tidak.

Dengan kata lain, tetap akan sedia sikon dimana buatan foto yang dihasilkan tak sesuai dengan ide yang sedia di akal akan sebentuk obyek.

Bagi saya sendiri, fitur mode auto merupakan sebentuk opsi. Kadang saya pakai, kadang tidak.

Oleh karena itu, menggunakan mode auto tak memberitahukan apa-apa. Terlalu berlimpah elastis dalam sikap manusia buat bisa mematikan apakah yang menggunakan karena membayangkan tak tahu, malas, atau karena kebutuhan.

Lebih ayu tak membuat sebentuk prasangka berasas sesuatu yang tak jelas.

Lagi pula, fotografi tak bisa lepas dari kemajuan tehnologi. semakin berlimpah fitur yang dibuat buat memudahkan pejabat kodak menghasilkan gambar yang baik, mode auto merupakan cacat satu fitur itu.

Juga, ayu atau buruknya buatan sebentuk foto, tak pernah sekadar terwalak pada pengetahuan akan tehnik mengatur setting kodak saja. Banyak kejadian lain di dalamnya.

Jadi, ikut kata Gus Dur, "gitu aja kok repot", saya seleksi -- kasih berat sebelah mengatakan non dibuat masalah andaikan memang Anda sekadar bisa atau akan menggunakan mode auto saja. Tidak usah dipikirkan andaikan sedia yang bilang "nggak pro".

Percayalah, yang mengatakan akan bengong andaikan foto buatan jepretan dengan mode auto terlihat bagus. Karena bagaimanapun fotografi merupakan akan hasil, tak hirau cara mendapatkannya, sebentuk foto yang hebat dan enak dipandang akan tetap diapresiasi.

(Catatan : semua foto di esai ini dihasilkan dengan menggunakan mode auto Fujifilm Finepix HS 35 EXR)

 

sekian ulasan perihal Menggunakan Mode Auto, Bukan Sebuah Masalah!, semoga artikel ini dapat bermanfaat kalian semua salam

 

 

tulisan ini diposting pada kategori cara membuat siluet di hp, tips membeli kamera gopro, , tanggal 11-09-2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melakukan Cropping Foto Dengan Menerapkan Konsep Rule of Thirds

Tidak Semua Yang Dilihat Fotografer Menyenangkan

5 Kamera Mirrorless Terbaik 2018