Mengapa kita layak mengabaikan barometer foto sebelum dikirim atau diupload?
Mengapa kita harus memperkecil ukuran foto sebelum dikirim atau diupload? - Hallo, selamat malam ketemu kembali dengan web seputar fotografi keren di kesempatan ini kita akan mengulas hal mengenai Seputar fotografer keren cara buat light painting di android lihat selengkapnya Mengapa kita harus memperkecil ukuran foto sebelum dikirim atau diupload? Agar memperoleh berita berita lain nya yg tentu menarik, mari kunjungi web
Mengapa kita harus memperkecil ukuran foto sebelum dikirim atau diupload? - Hallo, selamat malam ketemu kembali dengan web seputar fotografi keren dikesempatan ini kita akan mengulas hal mengenai fotografi keren Agar memperoleh berita berita lain nya yg tentu terbaik, mari kunjungi web fotografii18
"A picture is worth a thousand words"
Sebuah foto bermakna seribu kata. Pepatah dalam bahasa Inggris ini memang dipergunakan berlimpah amat anak buah pada masa sekarang ini. Dibandingkan dengan kudu lejar mengetik pesan, berlimpah dari mereka menggantinya dengan mengirimkan sebuah foto.
Hasilnya memang sama, bahkan bertambah daripada kalau sekedar kata-kata. Efeknya juga sering bertambah tepat sasaran.
Sayangnya, sedia satu kejadian yang terkadang mendongkolkan dalam kelaziman ini Kebanyakan yang melakukan ini lupa memperkecil bentuk foto atau goresan yang mereka kirim melalui Whatsapp (WA) atau Blackberry Messenger (BBM) atau berbagai media sosial lainnya.
Kenapa menyebalkan? Bayangkan saja sebuah file foto yang dihasilkan sebuah kamera smartphone berukuran 5 MP (Megapixel/Megapiksel) saja biasanya berukuran 2 MB. Kalau bentuk MP-nya semakin tinggi, bentuk filenya juga semakin besar pula. Sebuah foto yang dihasilkan kamera dengan putusan 13-16 MP, bisa dipastikan bentuk fotonya berkisar antara 5-6 MB.
Ukuran seperti ini tak besar ketika perangkat smartphone sedang terkoneksi dengan wi-fi yang biasanya terhubung dengan jala-jala ber-bandwidth besar. File foto seukuran ini hanya membutuhkan waktu beberapa detik buat didownload.
Tetapi, kalau dilakukan saat sedang berada di perjalanan, file berukuran seperti ini bisa membuat ke atas darah penerimanya. Terlebih kalau foto yang dikirim hanya sekedar candaan atau foto selfie si pengirim yang sama amat tak penting.
Kebiasaan buat tak memperkecil bentuk foto ini sebenarnya kurang baik.
Ada beberapa kejadian apa sebab kelaziman mengirim foto apa adanya itu tak sebaiknya dilakukan. Memperkecil bentuk foto kudu dilakukan baik oleh anak buah awam ataupun kalangan blogger.
Silakan amat-amati alasannya di kaki (gunung) ini.
Efek buruk tak memperkecil bentuk foto saat mengupload atau mengirimkannya
Untuk Orang Awam :
1. Menghabiskan bagian internet
Terus benar mobile internet di Indonesia itu sebenarnya mahal. Oleh karena itu, berlimpah pengguna smartphone berusaha sehemat mungkin menggunakan bagian yang sedia buat hal-hal yang penting saja.
Mengirimkan sebuah foto tanpa mengecilkan ukurannya sama saja dengan menghabiskan bagian dari penerima. Bisa dimengerti kalau memang buat masalah pekerjaan, tetapi kalau sekedar buat bercanda atau mau pamer, baiknya kejadian ini dihindari.
2. Menghabiskan tempat penyimpanan
Ukuran ruang penyimpanan atau memory pada smartphone atau komputer tak tidak terbatas, alias terbatas. Semakin besar bentuk file berarti semakin besar kembali tempat yang dibutuhkan. Kapasitas yang tersedia akan semakin cepat habis kembali kalau terlalu berlimpah menyimpan file foto berukuran besar.
3. Membuat gial gadget
Secepat apapun prosesor yang dipergunakan, ketika bahan atau file yang berada di hard disk atau memory berukuran besar-besar dan banyak, kecepatannya akan menurun. Prosesor akan membutuhkan waktu buat mencari bahan yang sedia di SD Card atau memory.
Belum lagi kalau jala-jala internetnya lemot, hasilnya bisa dikata "stuck" dan melahirkan gadget hang.
Kalau Anda blogger tentunya menyadari efek-efek dari tak memperkecil bentuk foto :
Untuk Blogger :
4. Harus membayar sewa hosting bertambah besar
Kapasitas peladen kalau buat website biasanya dibatasi. Kebanyakan blogger akan berusaha menghematnya semaksimal mungkin.
Mengupload foto buat esai dalam bentuk sebenarnya akan meligat daya serap habis yang berarti blogger kudu menyewa space yang bertambah besar. Space yang bertambah besar berarti kudu mengeluarkan uang bertambah banyak.
5. Menghabiskan bandwidth
Tidak segala blogger yang memakai hosting seorang diri memetik paket unlimited bandwidth . Tidak segala penyedia bantuan hosting menyediakan paket unlimited. Banyak dari mereka yang ada bandwidth yang dibatasi.
Mengupload sebuah file berukuran 5-6 Mb pernah pasti akan menggerus dengan cepat daya serap yang tersedia. Hal ini bisa memaksa si blogger buat merogoh koceknya bertambah dalam lagi.
6. Memperlambat website
Sudah pasti kalau sebuah esai dipasangi goresan berukuran 5 MB, hasilnya laman esai tersebut akan lama amat dibuka. Hal ini terjadi karena perangkat yang dipakai membuka esai tersebut kudu mendownload foto seukuran 5 MB. Kalau lewat jala-jala internet normal, bisa lumayan baik ajek berat. Kalau memakai jala-jala mobile internet, waktunya bisa sangat lama dan bahkan tak akan suah bisa didownload.
Kalau pernah begini, yang rugi, si blogger seorang diri karena bakal pembaca akan segera menekan benjol back, alias tak beres membaca. Kabur.
Nah, kalau Anda seorang fotografer juga selain kejadian di atas, Anda lagi kudu melindungi karya yang Anda buat. Kecuali foto tersebut memang ditujukan buat berada di "public domain" alias gratis alias bebas dipakai siapa saja, mengupload foto asli bisa membuat berlimpah anak buah mengaku bahwa foto tersebut adalah miliknya.
Berapa bentuk foto yang pantas buat dikirim atau diupload?
Berdasarkan kemahiran dan saya lakukan hingga sekarang, baik saat mengirim goresan lewat WA, ukurannya berada di kaki (gunung) 100 Kilobyte (Kb) saja.
Dengan begini penerima tak perlu khawatir bagian internetnya akan cepat habis. Juga, kalau dilihat di jib LCD smartphone atau komputer juga masih cukup jelas.
Software buat memperkecil bentuk foto
Banyak. Banyak amat dan kebanyakan gratis. Tidak perlu bayar. Ada Photoscape dan Faststone Photo Resizer buat komputer sedia Photo Resizer buat Android.
Semua bisa didapat dengan mudah dan tanpa kudu membayar sepeserpun.
Dengan tool-tool ini foto bisa diperkecil hingga 1/50-60 dari bentuk asling. Seperti sebuah foto 16 MP aberukuran 6 Mb bisa diperkecil hingga hanya 100-125 Kb saja dengan Faststone Photo Resizer.
Saya akan menjelaskan cara memakainya pada esai terpisah, meskipun sebenarnya sangat mudah sekali.
Jadi kawan, cobalah buat selalu memperkecil bentuk foto sebelum mengirimkannya kepada teman, rekan, keluarga atau menguploadnya ke media sosial. Tidak akan bersuka-suka waktu lama dan bisa menghindarkan anak buah lain dari kehabisan kuota.
(Semua foto di esai ini ukurannya berada di kaki (gunung) 100 Kb saja. Jangan bimbang akan menghabiskan kuota)
Sekian artikel mengenai Mengapa kita harus memperkecil ukuran foto sebelum dikirim atau diupload?, semoga artikel ini dapat berguna pembaca salam
Artikel ini diposting pada kategori cara buat light painting di android, tips membeli kamera mirrorless, cara membuat light painting menggunakan hp, , tanggal 11-09-2019
|https://fotografii18.blogspot.com|fotografii18}
"A picture is worth a thousand words"
Sebuah foto bermakna seribu kata. Pepatah dalam bahasa Inggris ini memang dipergunakan berlimpah amat anak buah pada masa sekarang ini. Dibandingkan dengan kudu lejar mengetik pesan, berlimpah dari mereka menggantinya dengan mengirimkan sebuah foto.
Hasilnya memang sama, bahkan bertambah daripada kalau sekedar kata-kata. Efeknya juga sering bertambah tepat sasaran.
Sayangnya, sedia satu kejadian yang terkadang mendongkolkan dalam kelaziman ini Kebanyakan yang melakukan ini lupa memperkecil bentuk foto atau goresan yang mereka kirim melalui Whatsapp (WA) atau Blackberry Messenger (BBM) atau berbagai media sosial lainnya.
Kenapa menyebalkan? Bayangkan saja sebuah file foto yang dihasilkan sebuah kamera smartphone berukuran 5 MP (Megapixel/Megapiksel) saja biasanya berukuran 2 MB. Kalau bentuk MP-nya semakin tinggi, bentuk filenya juga semakin besar pula. Sebuah foto yang dihasilkan kamera dengan putusan 13-16 MP, bisa dipastikan bentuk fotonya berkisar antara 5-6 MB.
Ukuran seperti ini tak besar ketika perangkat smartphone sedang terkoneksi dengan wi-fi yang biasanya terhubung dengan jala-jala ber-bandwidth besar. File foto seukuran ini hanya membutuhkan waktu beberapa detik buat didownload.
Tetapi, kalau dilakukan saat sedang berada di perjalanan, file berukuran seperti ini bisa membuat ke atas darah penerimanya. Terlebih kalau foto yang dikirim hanya sekedar candaan atau foto selfie si pengirim yang sama amat tak penting.
Kebiasaan buat tak memperkecil bentuk foto ini sebenarnya kurang baik.
Ada beberapa kejadian apa sebab kelaziman mengirim foto apa adanya itu tak sebaiknya dilakukan. Memperkecil bentuk foto kudu dilakukan baik oleh anak buah awam ataupun kalangan blogger.
Silakan amat-amati alasannya di kaki (gunung) ini.
Efek buruk tak memperkecil bentuk foto saat mengupload atau mengirimkannya
Untuk Orang Awam :
1. Menghabiskan bagian internet
Terus benar mobile internet di Indonesia itu sebenarnya mahal. Oleh karena itu, berlimpah pengguna smartphone berusaha sehemat mungkin menggunakan bagian yang sedia buat hal-hal yang penting saja.
Mengirimkan sebuah foto tanpa mengecilkan ukurannya sama saja dengan menghabiskan bagian dari penerima. Bisa dimengerti kalau memang buat masalah pekerjaan, tetapi kalau sekedar buat bercanda atau mau pamer, baiknya kejadian ini dihindari.
2. Menghabiskan tempat penyimpanan
Ukuran ruang penyimpanan atau memory pada smartphone atau komputer tak tidak terbatas, alias terbatas. Semakin besar bentuk file berarti semakin besar kembali tempat yang dibutuhkan. Kapasitas yang tersedia akan semakin cepat habis kembali kalau terlalu berlimpah menyimpan file foto berukuran besar.
3. Membuat gial gadget
Secepat apapun prosesor yang dipergunakan, ketika bahan atau file yang berada di hard disk atau memory berukuran besar-besar dan banyak, kecepatannya akan menurun. Prosesor akan membutuhkan waktu buat mencari bahan yang sedia di SD Card atau memory.
Belum lagi kalau jala-jala internetnya lemot, hasilnya bisa dikata "stuck" dan melahirkan gadget hang.
Kalau Anda blogger tentunya menyadari efek-efek dari tak memperkecil bentuk foto :
Untuk Blogger :
4. Harus membayar sewa hosting bertambah besar
Kapasitas peladen kalau buat website biasanya dibatasi. Kebanyakan blogger akan berusaha menghematnya semaksimal mungkin.
Mengupload foto buat esai dalam bentuk sebenarnya akan meligat daya serap habis yang berarti blogger kudu menyewa space yang bertambah besar. Space yang bertambah besar berarti kudu mengeluarkan uang bertambah banyak.
5. Menghabiskan bandwidth
Tidak segala blogger yang memakai hosting seorang diri memetik paket unlimited bandwidth . Tidak segala penyedia bantuan hosting menyediakan paket unlimited. Banyak dari mereka yang ada bandwidth yang dibatasi.
Mengupload sebuah file berukuran 5-6 Mb pernah pasti akan menggerus dengan cepat daya serap yang tersedia. Hal ini bisa memaksa si blogger buat merogoh koceknya bertambah dalam lagi.
6. Memperlambat website
Sudah pasti kalau sebuah esai dipasangi goresan berukuran 5 MB, hasilnya laman esai tersebut akan lama amat dibuka. Hal ini terjadi karena perangkat yang dipakai membuka esai tersebut kudu mendownload foto seukuran 5 MB. Kalau lewat jala-jala internet normal, bisa lumayan baik ajek berat. Kalau memakai jala-jala mobile internet, waktunya bisa sangat lama dan bahkan tak akan suah bisa didownload.
Kalau pernah begini, yang rugi, si blogger seorang diri karena bakal pembaca akan segera menekan benjol back, alias tak beres membaca. Kabur.
Nah, kalau Anda seorang fotografer juga selain kejadian di atas, Anda lagi kudu melindungi karya yang Anda buat. Kecuali foto tersebut memang ditujukan buat berada di "public domain" alias gratis alias bebas dipakai siapa saja, mengupload foto asli bisa membuat berlimpah anak buah mengaku bahwa foto tersebut adalah miliknya.
Berapa bentuk foto yang pantas buat dikirim atau diupload?
Berdasarkan kemahiran dan saya lakukan hingga sekarang, baik saat mengirim goresan lewat WA, ukurannya berada di kaki (gunung) 100 Kilobyte (Kb) saja.
Dengan begini penerima tak perlu khawatir bagian internetnya akan cepat habis. Juga, kalau dilihat di jib LCD smartphone atau komputer juga masih cukup jelas.
Software buat memperkecil bentuk foto
Banyak. Banyak amat dan kebanyakan gratis. Tidak perlu bayar. Ada Photoscape dan Faststone Photo Resizer buat komputer sedia Photo Resizer buat Android.
Semua bisa didapat dengan mudah dan tanpa kudu membayar sepeserpun.
Dengan tool-tool ini foto bisa diperkecil hingga 1/50-60 dari bentuk asling. Seperti sebuah foto 16 MP aberukuran 6 Mb bisa diperkecil hingga hanya 100-125 Kb saja dengan Faststone Photo Resizer.
Saya akan menjelaskan cara memakainya pada esai terpisah, meskipun sebenarnya sangat mudah sekali.
Jadi kawan, cobalah buat selalu memperkecil bentuk foto sebelum mengirimkannya kepada teman, rekan, keluarga atau menguploadnya ke media sosial. Tidak akan bersuka-suka waktu lama dan bisa menghindarkan anak buah lain dari kehabisan kuota.
(Semua foto di esai ini ukurannya berada di kaki (gunung) 100 Kb saja. Jangan bimbang akan menghabiskan kuota)
Sekian artikel mengenai Mengapa kita harus memperkecil ukuran foto sebelum dikirim atau diupload?, semoga artikel ini dapat berguna pembaca salam
Artikel ini diposting pada kategori cara buat light painting di android, tips membeli kamera mirrorless, cara membuat light painting menggunakan hp, , tanggal 11-09-2019


Komentar
Posting Komentar