Foto Jelek ? Jangan Menyalahkan Kamera dan Lensa
Foto Jelek ? Jangan Menyalahkan Kamera dan Lensa - Hallo, selamat sore bertemu kembali bersama situs info fotografi keren pada kali ini kami akan mengulas hal mengenai fotografi kreatif cara membuat siluet lihat selengkapnya Foto Jelek ? Jangan Menyalahkan Kamera dan Lensa Agar memperoleh berita berita lain nya yang tentu terbaik, silahkan berkunjung situs
Foto Jelek ? Jangan Menyalahkan Kamera dan Lensa - Hallo, selamat sore bertemu kembali bersama situs info fotografi keren pada kali ini kami akan mengulas hal mengenai fotografi kreatif Agar memperoleh berita berita lain nya yang tentu menarik, silahkan berkunjung situs fotografii18
Hal yang paling mudah era sebuah dosa dilakukan merupakan dengan mencari kambing hitam buat disalahkan dan dijadikan penyebabnya. Apalagi, kalau yang menjadi wedus hitam itu tak bisa melawan, membantah, atau justru berbicara, seperti kamera dan lensa.
Sebuah hal yang sangat awam dalam dunia fotografi merupakan ketika hasil foto jelek, maka seringkali yang ditunjuk sebagai biang keladinya merupakan peralatannya. Lensanya kurang agus lah. Kameranya bukan kamera full frame lah. Auto-focusnya kurang cepatlah. Dan, sedang berjibun lagi alasan lain yang intinya bukan fotografernya yang salah, tetapi peralatannya.
Memang enak tenan.
Sayangnya, sikap batin seperti ini merupakan salah satu penghambat utama seorang juru foto buat maju.
Sikap batin mempersalahkan instrumen merupakan bentuk dari penolakan kenyataan bahwa dirinya tak mampu membuat foto yang bagus. Padahal, perbaikan dan tindakan koreksi buat kemajuan hanya bisa ditemukan dan diterapkan kalau yang berbuat dosa menerima dulu kesalahan.
Seorang pemenang bukan berguna dia tak pernah kalah. Justru biasanya ia hendak sering mengalami kejatuhan pada awalnya, tetapi ia kemudian melakukan perbaikan berdasarkan dosa dan kejatuhan yang dibuatnya.
Begitu jua dalam fotografi, menerima kenyataan bahwa hasil fotonya buruk hendak membocorkan peluang ke arah perbaikan. Seorang juru foto yang baik hendak belajar dari foto buruk itu dan berusaha menemukan dosa yang diperbuatnya.
Apakah karena dosa menyetel aperture kah? Tidak tepat memperhitungkan arah datangnya cahaya atau kekuatan kah? Atau memang karena cukup tak mood karena habis berantem dengan istri?
Yang manapun bisa saja beres penyebab hasil pemotretan menjadi buruk dan tak enak dilihat.
Untuk lanjut hal-hal itu haruslah ditemukan dan kemudian diperbaiki mudah-mudahan di abad depan tak lagi terulang.
Memang tak mudah. Butuh keberanian dan jiwa besar buat menerima kenyataan bahwa kita belum mampu dan sedang sering membuat kesalahan.Tidak mudah. Tidak hendak semudah menunjukkan jari kepada kamera dan lensa sebagai penyebabnya. Butuh waktu rentang waktu juga.
Tetapi, dengan begitu maka kita hendak memiliki titik tolak buat beranjak lanjut lagi selangkah. Sedangkan, kalau mempersalahkan kamera dan lensa, meskipun mudah, maka kita tak memiliki asas buat maju.
| Kolam Gunting - Kebun Raya Bogor 2017 |
Lagipula, bagaimana bisa benda-benda mati seperti kamera dan lensa menghasilkan sesuatu kalau tak ada anak Adam di belakangnya? Tidak bisa mereka berjalan dan memotret sendiri. Jadi, janganlah mempersalahkan "mereka" yang tak bisa berbicara.
Salahkan diri sendiri kalau hasil foto kita jelek.

Seorang blogger, bukan yang profesional, yang sangat acap menulis
Sampai disini info mengenai Foto Jelek ? Jangan Menyalahkan Kamera dan Lensa, semoga tulisan ini dapat bermanfaat kamu salam
tulisan ini diposting pada tag cara membuat siluet, tips membeli kamera dslr untuk pemula, , , tanggal 11-09-2019
|https://fotografii18.blogspot.com|fotografii18}
Hal yang paling mudah era sebuah dosa dilakukan merupakan dengan mencari kambing hitam buat disalahkan dan dijadikan penyebabnya. Apalagi, kalau yang menjadi wedus hitam itu tak bisa melawan, membantah, atau justru berbicara, seperti kamera dan lensa.
Sebuah hal yang sangat awam dalam dunia fotografi merupakan ketika hasil foto jelek, maka seringkali yang ditunjuk sebagai biang keladinya merupakan peralatannya. Lensanya kurang agus lah. Kameranya bukan kamera full frame lah. Auto-focusnya kurang cepatlah. Dan, sedang berjibun lagi alasan lain yang intinya bukan fotografernya yang salah, tetapi peralatannya.
Memang enak tenan.
Sayangnya, sikap batin seperti ini merupakan salah satu penghambat utama seorang juru foto buat maju.
Sikap batin mempersalahkan instrumen merupakan bentuk dari penolakan kenyataan bahwa dirinya tak mampu membuat foto yang bagus. Padahal, perbaikan dan tindakan koreksi buat kemajuan hanya bisa ditemukan dan diterapkan kalau yang berbuat dosa menerima dulu kesalahan.
Seorang pemenang bukan berguna dia tak pernah kalah. Justru biasanya ia hendak sering mengalami kejatuhan pada awalnya, tetapi ia kemudian melakukan perbaikan berdasarkan dosa dan kejatuhan yang dibuatnya.
Begitu jua dalam fotografi, menerima kenyataan bahwa hasil fotonya buruk hendak membocorkan peluang ke arah perbaikan. Seorang juru foto yang baik hendak belajar dari foto buruk itu dan berusaha menemukan dosa yang diperbuatnya.
Apakah karena dosa menyetel aperture kah? Tidak tepat memperhitungkan arah datangnya cahaya atau kekuatan kah? Atau memang karena cukup tak mood karena habis berantem dengan istri?
Yang manapun bisa saja beres penyebab hasil pemotretan menjadi buruk dan tak enak dilihat.
Untuk lanjut hal-hal itu haruslah ditemukan dan kemudian diperbaiki mudah-mudahan di abad depan tak lagi terulang.
Memang tak mudah. Butuh keberanian dan jiwa besar buat menerima kenyataan bahwa kita belum mampu dan sedang sering membuat kesalahan.Tidak mudah. Tidak hendak semudah menunjukkan jari kepada kamera dan lensa sebagai penyebabnya. Butuh waktu rentang waktu juga.
Tetapi, dengan begitu maka kita hendak memiliki titik tolak buat beranjak lanjut lagi selangkah. Sedangkan, kalau mempersalahkan kamera dan lensa, meskipun mudah, maka kita tak memiliki asas buat maju.
| Kolam Gunting - Kebun Raya Bogor 2017 |
Lagipula, bagaimana bisa benda-benda mati seperti kamera dan lensa menghasilkan sesuatu kalau tak ada anak Adam di belakangnya? Tidak bisa mereka berjalan dan memotret sendiri. Jadi, janganlah mempersalahkan "mereka" yang tak bisa berbicara.
Salahkan diri sendiri kalau hasil foto kita jelek.

Seorang blogger, bukan yang profesional, yang sangat acap menulis
Sampai disini info mengenai Foto Jelek ? Jangan Menyalahkan Kamera dan Lensa, semoga tulisan ini dapat bermanfaat kamu salam
tulisan ini diposting pada tag cara membuat siluet, tips membeli kamera dslr untuk pemula, , , tanggal 11-09-2019


Komentar
Posting Komentar